sign up SIGN UP search


parenting

7 Cara Mengatasi Bayi Susah BAB, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Kamis, 22 Oct 2020 07:05 WIB
A smiling baby whose mother is changing a diaper caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) memiliki kandungan yang sangat bergizi dan kadang tubuh bayi menyerap hampir semuanya, menyisakan sedikit untuk dibuang sebagai feses. Karena itu, bayi ASI yang mungkin BAB hanya sekali dalam seminggu merupakan hal normal, Bunda.

Beberapa bayi memiliki usus yang belum sepenuhnya normal, sehingga mereka tidak terlalu sering BAB. Meski demikian, bayi juga bisa mengalami susah BAB.

Profesor klinis pediatri di Stanford University School of Medicine, Jane Morton, MD, mengatakan bahwa konsistensi adalah kunci untuk menentukan susah BAB pada bayi menyusui. Dibanding kotoran cair, dan pucat, feses bayi yang mengalami konstipasi akan lebih seperti bola tanah liat berukuran kecil.


"Meski sangat jarang bayi yang mendapat ASI eksklusif mengalami sembelit," katanya, dikutip dari Parents.

Biasanya, susah BAB lebih sering dialami oleh bayi yang diberi susu formula, Bunda. Dan ketika bayi mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI), maka frekuensi BAB, serta bentuk dan warna feses bayi akan berubah lagi.

Sebagai kerangka acuan, bayi usia 0-4 bulan, rata-rata BAB tiga sampai empat kali sehari. Namun setelah diberi MPASI, akan berkurang menjadi kira-kira satu kali tiap hari.

Penyebab bayi susah BAB

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa bayi yang diberi susu formula secara eksklusif jauh lebih mungkin mengalami susah BAB. Itu karena, menurut dokter anak di Atlanta, Jennifer Shu, susu formula dapat mengencangkan kotoran lebih dari ASI.

Jika bayi memiliki alergi atau intoleransi protein susu, dia juga bisa mengalami susah BAB. Banyak makanan berbeda ketika bayi sudah mengonsumsi MPASI juga bisa menyebabkan susah BAB.

"Saat Anda mulai memperkenalkan makanan yang ada di meja, ini mungkin akan lebih sulit untuk menentukan penyebab sulit BAB yang dialaminya," kata Morton.

Tanda bayi susah BAB

Bayi yang mengalami susah BAB mungkin tidak bisa memberitahu apa yang mereka rasakan. Namun, Bunda atau Ayah bisa memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukan si kecil.

Mengutip dari Medical News Today, berikut beberapa tanda yang dapat diketahui apabila bayi susah BAB:

  • Jarang buang air besar, dan konsistensi fesesnya tidak lunak.
  • Konsistensi feses seperti tanah liat hingga keras.
  • Mengejan atau menangis dalam waktu lama saat mencoba buang air besar.
  • Ada bercak darah merah.
  • Kurang nafsu makan.
  • Perut yang keras.

Tanda ini biasanya akan berbeda-beda tergantung usia dan pola makannya, Bunda. Feses normal bayi yang belum makan MPASI, konsistensinya lembut seperti selai kacang atau bahkan lebih longgar. Namun bila keras, hal tersebut menjadi indikasi si kecil mengalami susah buang air besar.

Pada awalnya, bayi yang disusui mungkin sering BAB karena ASI mudah dicerna. Namun, setelah melewati usia 3 hingga 6 minggu, bayi mungkin hanya mengeluarkanĀ feses yang besar dan lunak seminggu sekali, bahkan terkadang lebih sedikit.

Bayi yang diberi susu formula cenderung lebih sering BAB daripada bayi yang disusui ASI. Kebanyakan bayi yang diberi susu formula akan BAB setidaknya sekali sehari atau dua hari sekali.

Saat orang tua mulai memberikan MPASI, bayi kemungkinan besar akan mengalami susah BAB. Selain itu, bayi juga lebih mungkin mengalami susah BAB jika diberikan susu sapi selain formula dalam daftar makanan yang dikonsumsinya.

Perawatan rumahan bayi susah BAB

Jika bayi susah BAB, ada beberapa perawatan yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasinya. Merangkum dari WebMD dan Medical News Todays, berikut di antaranya:

1. Ubah pola makan

Perubahan pola makan tertentu dapat membantu susah BAB, namun bervariasi tergantung usia dan pola makan bayi. Ibu menyusui bisa menghilangkan makanan seperti produk susu dari makanannya, sedangkan bayi yang mengonsusmi susu formula, bisa mencoba jenis yang berbeda, namun sebaiknya konsultasi ke dokter lebih dahulu ya Bunda.

Sementara jika bayi mengonsumsi MPASI, Bunda harus memperkenalkan makanan dengan sumber serat yang baik. Banyak buah dan sayuran dapat merangsang BAB karena kandungan seratnya yang lebih tinggi.

2. Jus buah

Berikan sedikit jus buah berwarna gelap, seperti prune atau pir pada bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan.

3. Menghidrasi

Beri lebih banyak air pada bayi yang lebih tua, atau sesuaikan dengan saran dari dokter. Untuk bayi yang lebih muda, tetap mendapatkan ASI dan susu formula saja.

4. Menekuk kaki bayi

Cobalah untuk menekuk lutut bayi ke arah dada, seperti mengendarai sepeda. Ini membantunya untuk membantu fungsi usus dan lebih mudah BAB dalam posisi jongkok daripada berbaring telentang.

5. Mandi air hangat

Mandi air hangat dapat membantu otot perut bayi menjadi rileks dan membantunya berhenti mengejan. Cara ini juga bisa meredakan ketidaknyamanan yang berkaitan dengan susah BAB.

6. Pijat

Cobalah beberapa metode pijat perut bayi, dengan cara:

  • Menggunakan ujung jari untuk membuat gerakan melingkar pada perut dengan pola searah jarum jam.
  • Pegang kedua lutut dan kaki bayi dan dorong perlahan kaki ke arah perut, lalu buat kaki seolah olah sedang bersepeda.
  • Mengelus dari tulang rusuk hingga perut bagian bawah melewati pusar dengan ujung jari.

7. Stimulasi rektal

Saat bayi mengalami susah BAB, stimulasi rektal dengan menggunakan kapas atau termometer rektal yang dilumasi dapat membantu buang air besar. Namun jangan terlalu sering menggunakan metode ini karena bisa memperburuk BAB.

Bayi mungkin mulai tidak ingin BAB tanpa bantuan atau mereka mungkin mulai mengasosiasikan BAB dengan ketidaknyamanan, menyebabkan mereka menjadi rewel atau menangis selama proses tersebut.

Jika perawatan rumahan tidak berhasil, maka Bunda bisa mencoba untuk memberikan Supositoria gliserin dengan menempatkannya langsung di anusĀ bayi untuk merangsang BAB. Selain itu, Bunda juga bisa memberikannya obat sakit perut, namun kedua upaya ini harus di bawah anjuran dan saran dari dokter.

Bunda, simak juga cara pijat bayi agar lancar BAB dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi