HaiBunda

PARENTING

Habis Liburan saat Long Weekend, Segera Tes COVID-19 Ya, Bun!

Yudistira Imandiar   |   HaiBunda

Kamis, 05 Nov 2020 07:42 WIB
Ilustrasi swab test/ Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Jika Bunda bepergian untuk liburan atau tujuan lainnya saat libur panjang pekan lalu, sebaiknya segera memeriksa kesehatan terkait COVID-19. Hal itu dapat mengantisipasi penyebaran COVID-19 ke orang-orang di sekitar Bunda, termasuk si kecil.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan arahan strategi rekayasa perawatan pasien COVID-19 apabila terjadi lonjakan di rumah sakit. Ada tiga strategi rekayasa perawatan berdasarkan besar lonjakan kasus yang berpeluang terjadi pascalibur panjang ini, Bun.

Pertama, jika terjadi kenaikan pasien COVID-19 sebesar 20-50 persen, maka rumah sakit rujukan siap menampung kenaikan pasien tersebut. Hal ini ditunjang karena kapasitas terpakai rumah sakit rujukan saat ini berada di tingkat 50.


Kedua, apabila terjadi kenaikan pasien sebesar 50-100 persen, maka pemerintah akan menambah kapasitas ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan COVID-19. Sehingga ruang rawat inap dapat bertambah kapasitasnya. 

Strategi ketiga, yaitu jika kenaikan pasien lebih dari 100 persen maka tenda darurat akan didirikan di area perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit. Selain itu, kata Prof. Wiku, pemerintah akan mendirikan rumah sakit lapangan atau darurat bekerja sama dengan BNPB dan TNI. Untuk penempatan lokasinya berada di luar rumah sakit yang dimaksud.

"Antisipasi ini dilakukan karena tren lonjakan kasus pasca libur panjang pernah terjadi saat libur panjang merayakan Idul Fitri akhir Mei 2020 dan hari kemerdekaan RI pada Agustus 2020. Pemerintah pusat, daerah dan Satgas COVID-19 telah berkoordinasi baik sebelum dan setelah libur panjang dalam upaya antisipasi," kata Prof. Wiku dikutip dari laman covid19.go.id, Kamis (5/11/2020).  

Adapun beberapa antisipasi yang telah dilakukan sebelumnya seperti pengawasan kekarantinaan, berlakunya e-Hac atau electronic health alert card, penyiapan alur rujukan kasus positif, penyiapan sarana dan prasarana pelabuhan dan bandara untuk penerapan protokol kesehatan.

"Terdapat juga upaya antisipasi yang dilakukan di rumah sakit. Koordinasi dengan dinas dan fasilitas kesehatan setempat, penyiapan sarana dan prasarana rumah sakit," kata Prof Wiku. 

Selain itu, masyarakat juga diharapkan terbuka saat pemerintah melakukan tracing (pelacakan). Prof. Wiku mengingatkan Keterbukaan masyarakat menjadi kunci utama dalam melacak kontak terdekat, sekaligus memastikan bagi yang positif COVID-19 memperoleh perawatan sesegera mungkin.

"Jika testing menunjukkan hasil yang positif, segera lakukan karantina di fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah. Ikuti anjuran tenaga kesehatan, sehingga treatment (perawatan) yang dilakukan dapat berjalan efektif, dan angka kematian dapat ditekan," imbau Prof. Wiku. 

(mul/ega)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

11 Kebiasaan Introvert yang Bikin Orang di Sekitarnya Bingung

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Potret Anak Sulung Revalina S Temat Curi Perhatian, Beranjak ABG dan Dipuji Berparas Tampan

Parenting Nadhifa Fitrina

Ayah 3 Anak Ini Jalani Vasektomi tapi 9 Bulan Kemudian Sang Istri Hamil Kembali, Kok Bisa?

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Momen Ramadan Juliana Moechtar, Sebut Suami TNI Bisa Khatam Al-Qur'an Tiga Kali

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Rekomendasi Tempat Bukber di Hotel Jakarta 2026

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Drama Korea Terbaru Maret 2026, Terbaik Diprediksi Raih Rating Tinggi

11 Kebiasaan Introvert yang Bikin Orang di Sekitarnya Bingung

Potret Anak Sulung Revalina S Temat Curi Perhatian, Beranjak ABG dan Dipuji Berparas Tampan

Ayah 3 Anak Ini Jalani Vasektomi tapi 9 Bulan Kemudian Sang Istri Hamil Kembali, Kok Bisa?

Momen Ramadan Juliana Moechtar, Sebut Suami TNI Bisa Khatam Al-Qur'an Tiga Kali

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK