sign up SIGN UP search


parenting

Manfaat Main Boneka, Ajari Anak Belajar Berani Bersuara saat Bermasalah

Melly Febrida Rabu, 18 Nov 2020 19:35 WIB
Adorable cute little toddler girl playing with doll. Happy healthy baby child having fun with role game, playing mother at home or nursery. Active daughter with toy caption

Jakarta - Sudah menjadi hal yang normal jika anak-anak sangat menyukai mainan. Misalnya saja boneka, yang bagi orang dewasa mungkin terlihat hanya benda mati yang tidak bisa apa-apa. Tapi, bermain boneka ada manfaatnya juga, Bunda.

Psikolog anak Dr Richard Woolfson, Ph.D, PGCE, MAppSci, CPsychol, FBPsS., mengatakan bahwa memberikan anak-anak dengan berbagai jenis mainan untuk dimainkan akan membantu mengembangkan ekspresi diri, koordinasi mata-tangannya, dan merangsang kreativitas dan imajinasinya. Mainan juga akan membantu anak belajar membedakan berbagai bentuk, warna, ukuran, tekstur, suara, dan berat.


"Ada begitu banyak mainan yang tersedia sehingga sulit untuk memutuskan apa yang akan dibeli.  Mainan terbaik adalah mainan yang sesuai dengan usia dan kemampuan, tapi itu juga bisa digunakan dengan lebih dari satu cara, ini yang paling mungkin untuk mempertahankan minatnya," kata Woolfson dalam Your Preschooler Bible.

Menurutnya, memilih mainan juga dilihat tingkat kesulitannya. Apabila mainan terlalu rumit, anak bisa cepat frustrasi dan meninggalkannya. Tapi, kalau terlalu sederhana atau mudah anak bisa mudah bosan.



Woolfson mengimbau agar di rumah memiliki koleksi dan bahkan teater boneka kecil. Bunda bisa menggunakan kardus yang dibuat menjadi teater. 

"Mainan ini bisa membantu mengembangkan keterampilan bahasa, imajinasi, bercerita, dan boneka dapat digunakan untuk membantu anak Anda mengeksplorasi masalah yang sulit diartikulasikannya, seperti masalah dengan persahabatan, kehilangan, dan lain-lain," jelas Woolfson.

Selain itu, manfaat bermain boneka yang diperankan dengan cara berbicara, akan membuat merasa lebih aman tentang menyuarakan masalahnya.  

Tapi, bagaimana kalau anak laki-laki yang bermain boneka? Menurut Saskhya Aulia Prima, psikolog dan pendiri TigaGenerasi, sebenarnya tidak ada penelitian yang membuktikan kalau sebuah mainan dapat mengubah orientasi seksual anak. Mainan itu free gender, Bunda, tidak ada mainan yang melambangkan gender tertentu.

"Yang banyak jadi ketakutan itu nanti orientasi seksualnya menyimpang gitu, kan? Sebenarnya enggak ada bukti penelitian kayak gitu, enggak ada hubungannya," kata Saskhya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Saskhya mengungkapkan, orang tua juga perlu untuk lebih sering mengedukasi diri. Terutama soal profesi anak ke depan. Misal, orang tua ingin anak perempuannya pandai memasak, caranya dengan mengajari sang anak di luar dari mainannya.


Saskhya menegaskan bahwa mainan sama sekali tidak berpengaruh terhadap gender anak. Menurut dia, anak laki-laki tidak akan 'melambai' hanya karena mainan. Jadi, tidak perlu merasa dilema ya, Bun.

"Masak pun cowok bisa jadi chef, banyak lagi yang sukses. Atau kalau cewek mau jadi pilot ya biarin aja, kenapa dibatasi? Tapi, itu nanti balik ke value keluarga masing-masing," tutur Saskhya.

Chow Yun Fat dan istri

Bunda, ajari anak cara buat boneka dari kaus kaki yuk! Klik video di bawah ini ya:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi