sign up SIGN UP search


parenting

9 Cara Mengobati Sakit Perut Anak Secara Alami, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Kamis, 19 Nov 2020 07:00 WIB
Child having stomach ache caption
Jakarta -

Anak-anak berdasarkan usia, dan fase perkembangan, rentang dengan penyakit dan cedera. Salah satu penyakit yang paling umum dihadapi anak adalah sakit perut.

Biasanya, sakit perut dialami oleh anak berusia 4-8 tahun. Kebanyakan kasus sakit perut pada anak tidak terlalu mengkhawatirkan, namun dalam beberapa kasus, sakit perut bisa menjadi masalah serius dan perlu penanganan yang tepat tergantung pada gejala yang dialami.

Penyebab sakit perut anak

Ada berbagai hal yang dapat membuat anak mengalami sakit perut. Mengutip Parenting Firstcry, berikut beberapa penyebab yang paling umum:


1. Alergi susu

Beberapa anak memiliki reaksi tertentu seperti alergi terhadap protein dalam susu, sehingga ini dapat menyebabkannya mengalami sakit perut. Selain sakit perut, alergi susu juga bisa menyebabkan anak mengalami kram, muntah, ruam, dan diare.

2. Masalah pencernaan

Pencernaan yang buruk atau bermasalah dapat membuat anak mengalami sakit perut. Biasanya ini terjadi karena kekurangan serat dalam makanan sehingga mengakibatkan sembelit.

3. Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada perut anak, Bunda. Rasa sakit yang terkait dengan ISK umumnya terlihat di daerah perut bagian bawah.

4. Infeksi radang tenggorokan

Selain demam dan sakit tenggorokan, anak juga mungkin mengalami sakit perut saat infeksi radang tenggorokan.

5. Kecemasan atau stres

Tingkat kecemasan atau stres yang meningkat pada anak juga dapat memicu sakit perut. Nyeri ini umumnya disertai gejala lain, seperti diare, mual, atau muntah.

"Anak-anak sering sering menggosok perut mereka saat sakit, dan mengeluh tentang rasa sakit di sekitar pusar. Jenis sakit perut ini biasanya disebabkan oleh stres atau makan sesuatu yang tidak sesuai dengan mereka," kata ahli gastroenterologi anak di Children's Health, Megha S. Mehta, dikutip dari Children's Health.

6. Keracunan timbal

Keracunan timbal ini biasanya akibat dari kebiasaan anak yang lebih kecil untuk memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut, Bunda. Selain sakit perut, secara bersamaan dapat menimbulkan gejala lain, seperti sembelit, lesu, dan nafsu makan yang buruk.

7. Cedera pada perut

Segala jenis cedera di daerah perut bisa menyebabkan sakit perut pada anak-anak.

8. Apendisitis

Apendisitis merupakan radang usus buntu, Bunda. Ini adalah jenis sakit perut yang serius dan membutuhkan perhatian medis dengan segera, karena bisa berakibat fatal jika tak ditangani pada waktu yang tepat.

9. Masalah usus

Penyakit usus seperti malrotasi atau penyumbatan usus dapat menyebabkan sakit perut.

Gejala sakit perut

Saat anak mengalami sakit perut, mungkin ia akan terlihat meringkuk kesakitan, menangis tanpa henti, atau membuat raut wajah kesakitan. Berdasarkan beberapa pengamatan, berikut beberapa jenis gejala sakit perut yang perlu Bunda ketahui:

1. Durasi nyeri

Pada kasus sakit perut normal seperti kembung, tidak akan berlangsung lama. Namun jika nyeri berlangsung lebih dari 24 jam, Bunda perlu segera mencari pertolongan medis.

2. Lokasi Nyeri

Sakit perut yang biasa terjadi pada anak-anak terletak di tengah perut. Namun, jika anak mengeluh sakit di daerah perut bagian bawah atau di daerah tertentu, maka hal itu harus menjadi perhatian.

3. Penampilan anak

Bunda mungkin dapat mendeteksi tingkat keparahan sakit perut anak dari penampilannya. Anak mungkin akan tampak pucat, berkeringat, mengantuk, lesu, bahkan menolak untuk makan atau minum.

4. Demam

Sakit perut yang disertai demam tidak terkait dengan masalah kesehatan yang serius. Faktanya, dalam beberapa kasus, komplikasi kesehatan yang serius, mungkin tidak ada demam dengan nyeri perut.

5. Diare

Diare sangat umum terjadi pada dengan menimbulkan sakit perut, dan disebabkan oleh infeksi virus. Sebagian besar serangan diare mereda dalam 3 sampai 4 hari, tetapi bisa juga memakan waktu lebih lama. Namun, jika ada darah yang terlihat di fesesnya, Bunda perlu mencari bantuan medis.

6. Muncul ruam

Jika anak mengeluh sakit perut serta mengalami ruam pada kulit, maka perlu untuk segera mendapatkan pertolongan medis, karena ini kemungkinan demam berdarah, Henoch-Schonlein purpura, atau penyakit serupa lainnya yang menjadi masalah serius.

7. Nyeri selangkangan

Anak laki-laki mungkin akan mengalami sakit perut hingga daerah selangkangan. Ini mungkin karena torsio testis, yakni kondisi di mana testis membelit atau terpelintir, dan suplai darah ke area tersebut terputus.

Mengatasi sakit perut anak

Ada dua cara yang dapat Bunda lakukan untuk bantu anak atasi sakit perut. Mengutip dari WebMD, berikut di antaranya:

1. Biarkan anak istirahat

Bila anak mengalami sakit perut, cobalah untuk membuatnya beristirahat. Selain itu, hindari beberapa aktivitas terutama setelah makan.

2. Obati gejala

Untuk mengobati gejalanya, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Berikan anak cairan untuk diminum, seperti air mineral atau jus buah yang diencerkan.
  • Beri camilan seperti biskuit, roti tawar, roti kering, gelatin, atau selai apel.¬†
  • Hindari anak makan makanan pedas atau berminyak, dan minuman berkafein serta berkarbonasi sampai 48 jam atau semua gejala yang dialami hilang.
  • Dorong anak untuk buang air besar.
  • Tanyakan kepada dokter anak sebelum memberikan obat apapun untuk mengatasi sakit perut karena ada beberapa obat dapat yang bisa memperburuk rasa sakit.

Obat alami sakit perut

Jika Bunda ingin mengobati sakit perut anak, maka akan lebih baik bila menggunakan cara alami. Mengutip dari Parents, berikut beberapa obat alami yang mungkin bisa dicoba:

1. Teh chamomile

Teh chamomile dapat mengatasi masalah perut, Bunda. Andrew Weil, selaku pemimpin di bidang pengobatan integratif, mengatakan teh ini adalah obat rumahan yang sangat baik dan tidak rumit untuk sakit perut karena memiliki sifat anti-inflamasi, dan obat penenang.

"Semuanya dapat berkontribusi untuk mengurangi ketidaknyamanan perut," katanya.

Itu karena teh chamomile dapat melemaskan otot, melancarkan saluran pencernaan bagian atas, meredakan kontraksi, dan kejang serta kram perut.

2. Air jahe

Dalam jahe terkandung gingerol dan antioksidan kuat yang dapat membantu menurunkan produksi radikal bebas, dan potensi kerusakannya pada tubuh, Bunda. Selain itu, jahe juga dapat mengurangi mual, dan ketidaknyamanan karena sifat anti-inflamasinya bekerja meningkatkan cairan pencernaan, dan menetralkan asam lambung.

3. Peppermint

Baik dari teh atau permen, peppermint juga dapat meredakan sakit perut karena terbukti memiliki efek menenangkan pada otot perut. Selain itu, peppermint juga memiliki kemampuan meningkatkan aliran empedu yang digunakan tubuh untuk pencernaan.

4. Kompres panas

Menempatkan kain atau botol berisi air panas di perut si kecil saat duduk atau berbaring akan berguna untuk mengurangi sakit perutnya, Bunda. "Panas tersebut dapat meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit, sehingga mengurangi persepsi nyeri yang datang dari bagian dalam perut," kata Robyn Strosaker, dokter anak di Rainbow Babies & Children's Hospital di Cleveland.

5. Gosok, dan pijat kaki

Dengan menggunakan teknik refleksologi, pegang kaki kiri anak dengan telapak tangan kanan, dan tangan kiri di bawah telapak kaki, kemudian beri tekanan yang stabil, dan merata menggunakan ibu jari.

"Ada ribuan saraf di kaki dan tangan yang, jika teknik tertentu diterapkan dapat menyebabkan seluruh tubuh menjadi rileks, dan merasa lebih tenang," kata Laura Norman, praktisi refleksologi.

Perlu untuk diketahui, daerah perut sesuai dengan lengkungan tengah kaki kiri, Bunda. Maka gunakan gerakan maju dengan menekan satu titik, gerakkan sedikit ke depan, dan ulangi. Ganti tangan dan ulangi dari kanan ke kiri dengan ibu jari, lanjutkan hingga menutupi bagian tengah lengkungan kaki.

6. Beri makanan hambar

Jika anak masih memiliki nafsu makan meskipun perutnya sakit, maka berikan makanan dengan rasa sedikit hambar seperti roti panggang, pasta, oatmeal, nasi. Selain itu, hindari memberikan jenis makan seperti saus, perasa bubuk, atau bumbu-bumbu lainnya.

"Makanan hambar tidak terlalu mengiritasi perut, dan lebih mudah dicerna daripada makanan pedas atau berminyak. Makanan ini tidak menyebabkan muntah, tapi juga akan membantu saluran gastrointestinal kembali ke fungsi normal lebih cepat," ucap Strosaker.

7. Yogurt

Yogurt efektif untuk mengatasi kram perut dasar, dan menjadi salah satu jenis makanan penyembuh yang populer untuk diare, Bunda. Biasanya bakteri baik hidup di usus yang membantu pencernaan, namun jika mengalami diare atau sakit perut, bakteri baik kisa keluar. Karena itu, makan yogurt secara langsung menyediakan bakteri aktif yang dapat membantu pencernaan kembali normal.

8. Madu

Madu efektif dalam mengatasi masalah perut karena sifat antibakterinya. Namun, tidak disarankan diberikan untuk anak di bawah usia 1 tahun.

9. Aktivitas di luar rumah

Membawa anak beraktivitas di luar rumah, seperti halaman atau taman juga menjadi salah satu upaya mengatasi sakit perut akibat sembelit, Bunda. Dengan beraktivitas secara fisik, dapat membantu pergerakan di saluran pencernaan.

Kapan harus ke dokter?

Pengobatan rumahan terkadang memang dapat memberikan hasil yang memuaskan, namun perlu diketahui juga kapan saat yang tepat untuk menghubungi dokter jika anak alami sakit perut, Bunda.

Rasa sakit yang dialami anak di sekitar pusar sering kali tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun bila anak sampai kehilangan nafsu makan, ini dianggap menjadi hal yang serius.

Sebagai aturan umum, Bunda perlu menghubungi dokter, dan anak perlu mendapatkan perawatan dengan cepat apabila sakit perut yang dialami anak menimbulkan gejala berikut:

  • Anak mengalami muntah terus-menerus, dan diare
  • Terdapat darah pada¬†feses
  • Anak tak tumbuh dan berkembang dengan baik
  • Terlihat lelah sepanjang waktu
  • Merasa nyeri secara terus-menerus di sisi kanan perut
  • Nyeri terbatas pada satu bagian perut
  • Sakit perut yang parah atau memburuk dengan cepat atau nyeri yang tidak hilang dalam waktu 24 jam
  • Nyeri saat bagian perutnya ditekan
  • Perut membengkak atau kaku saat disentuh
  • Nyeri di selangkangan, atau bengkak di testis
  • Demam yang tidak bisa dijelaskan
  • Pendarahan dari rektum
  • Mengalami cedera perut baru-baru ini

"Dokter anak dapat bekerja sama dengan Anda untuk memahami rasa sakit, dan gejala yang dialami anak untuk memastikan mereka menerima diagnosis yang akurat, dan yang lebih penting, mendapatkan bantuan," kata Metha.

Bunda, simak juga tips memakaikan masker pada anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi