sign up SIGN UP search


parenting

Acha Sinaga Sempat Stres Jadi Ibu Baru, Simak Tips Asuh Anak di Periode Emas

Hilda Irach Sabtu, 02 Jan 2021 14:24 WIB
Acha Sinaga Stres Saat Pertama Kali Jadi Ibu
Young parents and toddler daughter playing in sitting room caption

Berbicara mengenai tumbuh kembang bayi di periode emasnya ini, aktris Acha Sinaga ikut membagikan pengalamannya menjadi seorang ibu baru bagi putra kecilnya.

Ibu dari putra bernama Lucas ini, mengungkapkan pentingnya seorang  ibu dan pasangan belajar sebelum melahirkan buah hatinya. "Karena  dengan belajar, ketika si kecil datang kita bisa memberikan yang terbaik untuknya," tutur Acha. 

Acha juga menambahkan peran suami sangat penting  untuk menjadi support bagi seorang ibu dalam menghadapi tantangan ketika mengurus si kecil. "Menurut aku support atau dukungan suami penting banget, terutama ketika aku melahirkan dan masih kesulitan beraktivitas. Jadi suami aku yang mandiin anak aku, sampai dia umur tiga bulan," kata Acha.


Acha mengaku setelah melahirkan, dia mengalami perubahan hormon yang membuatnya stress dan sulit mengontrol emosi. Dengan adanya peran suami sebagai support, sangat membantunya menyelesaikan masalah-masalah pasca melahirkan.

"Jadi dari support, kesediaan suami itu penting banget karena hormon ibu pada saat itu kan berubah ya. hari ini bisa bahagia besokannya bisa menangis,  bahkan marah-marah." tambahnya.

Menanggapi persoalan Acha, seorang psikolog dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani mengatakan, Kejadian ini tidak  hanya di alami oleh Acha saja, namun di berbagai penelitian di seluruh dunia disebutkan, para ibu juga mengalami stress yang  serupa.

"Terutama di minggu pertama, ibu cenderung akan merasa stress yang tinggi terkait perubahan hormon, perubahan fisik, perubahan psikologis, dan terutama perubahan tanggung jawab sebagai seorang ibu," tutur Nadya.

Nadya mengatakan, untuk dapat melewati masa ini dengan baik, seorang ibu harus perbanyak belajar. Bunda perlu tahu apa saja yang akan kita lakukan untuk buah hati. Tak hanya itu, Bunda juga harus mempersiapkan skenario apabila suatu kejadian tidak berjalan sesuai ekspektasi.

"Seperti misalnya, sudah mempersiapkan segala nutrisi lengkap untuk si kecil, tapi kita perlu juga menyiapkan kalau anaknya tidak mau makan, bagaimana? Oleh karena itu, mempersiapkan akan skenario terburuk juga perlu sehingga kita bisa well prepare dalam menghadapi situasinya," Jelasnya.

Nadya juga sependapat dengan Acha, Bunda, keterlibatan seorang suami atau Ayah sebagai support untuk pasangan sangatlah penting."Sebab penelitian sudah menunjukkan bahwa support dari suami adalah support terbesar yang dibutuhkan dari seorang ibu." tambahnya.

Berkaitan dengan 1000 HPK si kecil, menurut Acha seorang ibu tidak boleh terlalu fokus kepada pertumbuhaan fisik si kecil tetapi juga harus memperhatikan pertumbuhan mental si kecil dan ibunya.

"Karena kalau ibunya tertekan, nanti anaknya akan berpengaruh juga, makanya itulah pentingnya psycoeducation parents." ujar Acha. 

(rap/rap)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!

Rekomendasi