HaiBunda

PARENTING

Ke Bali, Anak di Bawah 12 Tahun Tak Perlu Rapid Test Antigen?

Jihaan Khoirunnisaa   |   HaiBunda

Sabtu, 19 Dec 2020 19:30 WIB
Ke Bali, Anak di Bawah 12 Tahun Tak Perlu Rapid Test Antigen?/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah membagi lagi kebijakan wajib test rapid antigen jika berkunjung ke Bali. Setidaknya, terdapat enam golongan atau penumpang yang tak perlu membawanya, cukup rapid test saja.

Salah satunya adalah anak berusia di bawah 12 tahun, Bunda. Mengapa begitu?

Disampaikan pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo bahwa data risiko penularan Corona dari anak-anak hingga kini masih sangat terbatas. Anak-anak memiliki risiko menularkan COVID-19 yang kecil, jika merujuk pada salah satu studi awal. Menurutnya, ketentuan syarat rapid antigen yang dimaksud adalah untuk melihat apakah orang tersebut berpotensi menularkan virus Corona.


"Kalau logika tes antigen saat bepergian itu kan (dimaksudkan) bukan melihat infeksi tetapi orang ini sedang berpotensi menularkan atau tidak kan gitu masalahnya," kata Ahmad, dikutip dari detikcom.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, selama ini penularan COVID-19 dari pasien orang tanpa gejala (OTG) lebih banyak dilaporkan terjadi di usia dewasa. Walau demikian, studi di Korea Selatan mencantumkan usia 17 tahun masuk ke potensi penularan Corona tinggi.

"Kalau kurang dari itu, kayaknya bisa terkena tapi untuk potensi menularkan kayanya kecil memang, tetapi itu baru satu studi," ujar Ahmad.

"Karena kalau memastikan itu, kita harus melakukan PCR pada anak-anak secara berkala, tapi kan kita tahu untuk melakukan PCR pada anak-anak kan nggak gampang," imbuhnya.

Selain itu, Ahmad menduga aturan yang dibuat ini juga berdasarkan kepraktisan saja. Ahmad kembali menegaskan potensi penularan COVID-19 pada anak hingga kini masih belum benar-benar bisa dipastikan dan harus menunggu lebih banyak studi.

Berikut enam golongan yang bebas syarat rapid antigen ke Bali:

1. Anak umur 12 tahun ke bawah tidak perlu membawa hasil tes swab PCR, rapid antigen ataupun rapid antibodi

2. Crew aktif/EOB/FOO cukup menggunakan rapid antibodi

3. Penumpang transit

4. Penumpang yang pesawatnya divert ke Bandara DPS

5. Penumpang yang berasal dari daerah yang tidak memiliki fasilitas tes swab berbasis PCR (namun penumpang tersebut akan dilakukan tes rapid antigen pada saat kedatangan di Bali)

6. ASN, TNI, polisi yang mendapat perintah mendadak.

Sebagai informasi, guna mencegah penularan virus Corona, Satgas COVID-19 mengimbau masyarakat untuk selalu #IngatPesanBunda atau #IngatPesanIbu, yakni #cucitangan, #pakaimasker saat hendak bepergian, dan #jagajarak aman setidaknya 1 meter, Bunda.

Foto: HaiBunda

Bunda bisa simak juga cara tepat mencegah COVID-19 di tempat umum dalam video berikut:



(mul/ega)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Deretan Keluarga Kerajaan yang Mengumumkan Bayi Pertama Secara Tak Terduga, Ternyata...

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Gula Alami ASI Tetap Bermanfaat bagi Usus & Otak Anak Bahkan setelah 1 Th Menyusu

Menyusui Indah Ramadhani

7 Ide Kegiatan Seru di Rumah Saat Libur Lebaran Bersama Keluarga

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Usai Akui Anak, Denada Bertemu dengan Ressa Rizky di Momen Lebaran 2026

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kenapa Idul Fitri Disebut Lebaran di Indonesia? Ini Asal Usul Uniknya

Deretan Keluarga Kerajaan yang Mengumumkan Bayi Pertama Secara Tak Terduga, Ternyata...

Gula Alami ASI Tetap Bermanfaat bagi Usus & Otak Anak Bahkan setelah 1 Th Menyusu

Pevita Pearce Rayakan Lebaran di Kampung Halaman Suami Malaysia, Intip 5 Potretnya

Makanan Manis Berderet saat Lebaran, Ini Batas Konsumsinya untuk Anak Menurut Dokter

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK