sign up SIGN UP search


parenting

7 Cara Mengenalkan Huruf untuk Mengajari Anak Belajar Membaca dengan Fun

Annisa Karnesyia Kamis, 07 Jan 2021 11:06 WIB
Anak belajar caption
Jakarta -

Melatih anak untuk belajar membaca memang tidak mudah. Banyak ibu memilih untuk memasukkan anaknya ke lembaga pra-sekolah untuk belajar membaca di sana.

Mengajari anak membaca enggak boleh sembarangan ya, Bunda. Kita sebaiknya mengerti tahapan usia anak sebelum mengenalkannya dengan huruf dan angka.

Menurut psikolog Judith Hudson, Ph.D, anak-anak biasanya tidak bisa mulai membaca sebelum usia 5 atau 6 tahun. Para peneliti percaya bahwa sebelum usia itu, kebanyakan anak belum bisa membentuk koneksi saraf untuk memungkinkan mereka memecahkan kode huruf dan menggabungkannya menjadi kata-kata.


"Beberapa anak bisa membaca lebih awal, tetapi kebanyakan hanya memahami dan tidak belajar melalui instruksi langsung," kata Hudson, dilansir Baby Center.

Kunci kesiapan membaca selama masa balita adalah instruksi tidak langsung. Caranya dengan memperkenalkan anak pada buku dan membuatnya bersemangat karena cerita yang dibacakan.

"Sejak usia 6 bulan, bayi senang melihat buku-buku sederhana dengan gambar. Antara usia 1 sampai 2 tahun, buku yang berima kemungkinan besar menarik perhatian anak. Sementara di usia 2 sampai 3 tahun, dia mulai menikmati buku dengan lebih banyak teks dan alur cerita yang sederhana," ujar Hudson.

Teknik belajar membaca

Bunda bisa mengajari anak membaca setelah mereka memiliki kosakata dan konsentrasi yang cukup. Menurut Montessorian dan Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini, Vidya Dwina Paramita, kita bisa mulai mengenalkan beragam bunyi huruf pada anak-anak.

Salah satu hal yang menarik dari pengenalan huruf, yakni kita tak perlu mengenalkannya secara berurutan. Hal ini berbeda dengan mengenalkan angka dalam Matematika yang berurutan.

"Tak demikian untuk pengenalan huruf. Anak dapat memulai dari huruf apa pun," ujar Vidya dalam buku Montessori: Keajaiban Membaca Tanpa Mengeja.

Syarat sebelum anak belajar membaca

1. Kegiatan dipastikan menyenangkan

Pastikan kegiatan belajar membaca menjadi aktivitas yang menyenangkan dan merupakan investasi jangka panjang. Jangan sampai anak tidak menyukai proses belajar membaca karena tekanan dan suasana ya, Bunda.

2. Kegiatan bermakna

Tujuan utama belajar membaca adalah memahami makna. Artinya, penting bagi orang tua memastikan anaknya bisa mengolerasikan bentuk huruf, bunyi huruf, dan maknanya.

3. Sesuai dengan tumbuh kembang anak

Diperlukan kejelian orang tua untuk mengetahui kemampuan tumbuh kembang anaknya. Bunda harus memahami jika setiap anak itu unik dan istimewa ya.

Untuk mulai belajar membaca, anak bisa dikenalkan dengan huruf dan bunyi huruf terlebih dulu. Berikut 2 hal yang bisa diperhatikan saat mengenalkan anak dengan huruf:

1. Anak tak perlu menghafalkan 26 huruf dahulu sebelum dapat memasuki tahap membangun kata. Setelah mengenal beberapa huruf, penting bagi si kecil untuk langsung diajak mengenali bahwa huruf-huruf yang dia hafal tersebut ada dalam kata-kata yang akrab baginya.

"Anak harus didukung untuk segera memahami bahwa huruf-huruf yang bentuk dan suaranya dia hafalkan tersebut mewakili makna tertentu," kata Vidya.

2. Huruf-huruf tersebut haruslah huruf yang satu sama lain sangat berbeda, baik bentuk atau pengucapannya. Berikut huruf-huruf yang bisa dikenalkan anak:

- Huruf awal nama anak karena ini adalah kata yang familier bagi mereka.

- Huruf vokal (A, I, U, E, O) dan huruf M, P, T, R, S bisa diajarkan karena anak bisa belajar mengenali bunyi huruf dalam kata yang terdiri dari dua suku kata terbuka, seperti mata, rusa, roti, topi, sapu, atau sate.

- Kenalkan juga huruf B, K, L, H, N dan C, J, K, G, D.

Mother helping daughter with homeworkIlustrasi anak belajar membaca/ Foto: iStock

Tahap melatih anak belajar membaca huruf

Tahap 1

Bunda bisa mengenalkan bunyi huruf dengan cara meraba huruf. Cara ini bisa diingat anak untuk menuliskan huruf tersebut. Kata kunci yang digunakan pada tahap ini, "Ini adalah....".

Tahap 2

Setelah diperkenalkan satu per satu, kita lalu membantu anak mengingat kembali apa yang telah disampaikan sebelumnya. Tahap ini disebut repetitif karena anak cukup menunjuk huruf tanpa perlu mengucapkannya.

Ingat ya, Bunda. Jangan berharap si kecil akan langsung menjawab degan tepat dan benar. Dibutuhkan waktu berkali-kali untuk anak mengingat dan memahami bunyi huruf dan bentuknya.

Tahap 3

Tahap ini disebut juga tahap ekspresif. Anak dianggap bisa melewati tahapan ini jika mereka dapat menyebutkan bunyi huruf ketika menunjuk pada huruf tertentu.

Bunda bisa membantu anak belajar membaca sambil melakukan aktivitas yang menyenangkan. Dilansir Healthline, simak 7 aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengajari anak membaca:

1. Membaca bersama

Ketika membaca menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, anak-anak akan lebih cepat mempersiapkan diri untuk membaca. Meski begitu, cobalah memahami topik-topik buku yang dibaca bersama sang buah hati ya.

2. Ajukan pertanyaan

Ajak bicara anak sesering mungkin, Bunda. Menggunakan bahasa sama pentingnya dengan membaca dalam mengembangkan literasi. Pertanyaan bisa diajukan setelah menceritakan kisah, seperti 'Apa yang akan terjadi selanjutnya ya?'.

3. Tunjukkan bunyi dan kombinasi huruf

Luangkan waktu untuk menunjukkan kata-kata atau setidaknya kombinasi huruf yang berbeda di sekitar anak. Selain kata-kata di buku, kita bisa mengenalkan huruf di papan reklame atau kartu ulang tahun.

4. Buat permainan dengan kata-kata

Coba ubah huruf dan kata-kata di sekitar anak menjadi sebuah permainan. Minta si kecil untuk mengidentifikasi huruf pertama atau angka. Jaga agar aktivitas ini tetap menyenangkan untuk membangun kesadaran anak dalam mengenali kata-kata.

5. Menggunakan teknologi

Selain cara manual, Bunda bisa memanfaatkan teknologi gadget agar anak bisa belajar membaca. Tapi perlu diingat, batasi penggunaannya ya. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) anak di bawah 18 hingga 24 bulan disarankan untuk menghindari media digital, sementara anak berusia 2 sampai 5 tahun dibatasi tidak lebih dari satu jam.

6. Bermain game menulis dan menjiplak

Saat si kecil sudah bisa memegang pensil, coba ajari mereka menulis di selembar kertas. Tulislah anak di kertas dan minta mereka menjiplak atau menulis ulang.

7. Menyanyikan lagu

Ada banyak lagu anak yang khusus dibuat untuk mengenalkan huruf dan ejaan. Bernyanyi adalah cara yang menyenangkan untuk meningkatkan keterampilan literasi. Salah satu contoh lagu yakni belajar alpabet A, B, C atau angka 1, 2, 3.

Simak juga cara menumbuhkan minat baca pada anak, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi