sign up SIGN UP search


parenting

Sabar Bunda, Anak Belajar Menggunakan Toilet Jika Sudah Siap

Melly Febrida Selasa, 16 Feb 2021 12:04 WIB
Ilustrasi toilet training caption

Anak sudah tiga tahun tapi belum lepas dari popok? Bunda mungkin sudah khawatir, kok belum juga sih. Sebenarnya, anak-anak akan belajar menggunakan toilet jika mereka sudah siap, Bunda. Jadi, bukan karena ada orang tua yang memberikan toilet training pada mereka.

Dilansir Kids Health, ada tanda-tanda yang akan ditunjukkan Si Kecil saat mereka siap melepas popok. Seperti misalnya, mereka akan menghentikan aktivitas selama beberapa detik dan selalu memegangi popoknya.

Dalam metode montessori, Tim Seldin, presiden Yayasan Montessori, mengatakan kesiapan anak menggunakan toilet sangat bergantung kepada kematangan sistem saraf anak dan keinginan untuk berkembang dan mandiri.

"Ini cenderung bervariasi antara satu anak dengan anak lainnya. Anda tidak dapat mempercepat prosesnya, sehingga bersikap sabar sungguh dianjurkan," kata Seldin dalam Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori.

Sebenarnya belajar menggunakan toilet, lanjut Seldin, itu merupakan proses alami. Orang tua tidak melatihnya, tapi hanya mendukung saat anak sudah siap.

Seldin bilang, anak-anak seringnya merasa tertarik pada toilet saat usia sekitar satu tahun. Anak-anak biasanya suka menyiram toilet dan sering ingin bermain dengan air. Pada usia ini, anak juga kerap terpukau dengan pup dan pipis mereka. Jangan terkejut atau kesal, Bunda.

"Cukup jelaskan bahwa semua orang pup, ini cara tubuh membersihkan sebagian makanan yang sudah kita makan tapi tidak berguna lagi," ujarnya.

Pada usia 15 bulan, anak tertarik mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri. Hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa anak mulai ingin tahu cara menggunakan toilet. Kemudian ketika usia 18 bulan, anak memasuki masa peka karena mereka lebih mudah mengontrol sistem saraf yang semakin berkembang.

"Kebanyakan anak telah memiliki kemampuan fisik dan ketertarikan mengontrol keinginan buang air kecil dan buang air besar. Jika diberikan kesempatan sebanyak mungkin untuk memakai pakaian dalam, bukan popok, mereka akan sadar dengan fungsi tubuhnya dengan lebih baik," kata Seldin.

Menurutnya, dengan memakaikan celana dalam katun pada anak dalam tahap ini, bukan popok. Minimal sepanjang hari, maka ia akan buang air kecil dengan tidak sengaja, tapi ia akan benar-benar menyadarinya.

Berbeda dengan anak yang memakai popok sekali pakai. Seldin bilang, biasanya anak ini jarang merasa harus pergi ke kamar mandi.

"Kira-kira pada masa ini, banyak anak yang ingin duduk di toilet atau pispot, meniru apa yang dilakukan kakak dan orang tuanya, meskipun kontrol keinginan buang air kecil dan buang air besarnya belum berkembang," kata Seldin.

Secara perlahan dan bertahap, Bunda bisa mengajarkan anak menurunkan celana, duduk di toilet dengan benar, membersihkan dengan air atau menggunakan tisu toilet, menarik celana ke atas, menyiram toilet, dan mencuci tangan.


Kalau sesekali terjadi 'kecelakaan', Bunda sebaiknya tetap tenang dan meyakinkan anak. Seldin menyarankan selalu meletakkan celana dalam bersih yang bisa diraih anak, keranjang, hingga setumpuk handuk bekas yang bisa dipakai untuk membersihkan diri kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Bantu anak jika ia memintanya atau tampak kewalahan, tetapi jangan terburu-buru hingga membuatnya merasa malu," pesan Seldin.

Banner poligami
(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi