sign up SIGN UP search


parenting

Si Kecil Suka Mengadu Ulah Saudaranya, Apa yang Harus Bunda Lakukan?

Melly Febrida Senin, 15 Feb 2021 12:37 WIB
Little brother attacks his sister caption

Anak tentu suka mengadu ke Bunda tentang adik atau kakaknya, ia berharap Bunda memarahi saudaranya. Namun, merespons aduan anak yang bukan bahaya ternyata enggak bagus juga buat anak. Begini seharusnya yang Bunda lakukan saat anak mengadu.

Dalam How to Talk Siblings Without Rivalry; Help Your Children To Live Together so You Can Live Too, ahli parenting, Adele Faber, dan Elaine Mazlish, menyarankan orang tua untuk tidak menghadiahi pengadu dengan kemarahan Bunda pada saudaranya yang diadukan.

"Kami tidak menganjurkan mengadu ketika kita berada pada posisi mengharapkan setiap anak bertanggung jawab hanya untuk perilakunya sendiri," kata Faber.

Apabila Bunda mendengar Si Kecil mengadu, Faber bilang cobalah mengatakan kepada anak bahwa Bunda tidak nyaman mendengar apa yang dilakukan atau tidak dilakukan saudaranya. 

"Tapi, kalau Kamu ingin bercerita tentang dirimu, Saya senang mendengarkannya," ujar Faber menirukan respons yang bisa Bunda ucapkan ke anak pengadu.

Dengan respons di atas, kata Faber, setelah beberapa saat anak-anak akan berpikir bahwa mengadu tidak membuahkan hasil.  Tapi ingatkan juga untuk kondisi pengecualian. Apabila salah satu anak melakukan sesuatu yang berbahaya, maka penting memberitahukan orang tua.


"Seorang ayah yang saya kenal berkata kepada anak-anaknya, 'Anak-anak, saya tidak suka mengadu. Saya berharap kalian menangani masalah di antara kalian. Tetapi jika ada orang di sini yang melihat seseorang melakukan sesuatu yang bisa berbahaya, kalian harus melapor kepada Ibu atau saya secepatnya. Kita semua harus menjaga keselamatan satu sama lain dalam keluarga ini,'" kata Faber.

Berbicara tentang hubungan adik kakak, sering kali muncul rasa iri dan cemburu sehingga memunculkan sibling rivalry. Bunda tentu berharap mereka rukun, namun pertengkaran tetap saja terjadi di antar mereka.

Psikolog Aurora Lumban Toruan, sebenarnya masih sedikit banget penelitian tentang penyebab sibling rivalry. Tapi umumnya faktor-faktor yang mempengaruhi sibling rivalry antara lain usia.

Ya, usia yang dekat biasanya lebih sering memunculkan sibling rivalry. Selain itu, seringkali kakak dan adik cenderung berkompetisi, baik dalam hal akademis maupun dalam pergaulannya.

Apakah anak yang memiliki jenis kelamin sama lebih cenderung memunculkan sibling rivalry?

"Berkaitan dengan gender, kemungkinan bisa terjadi kecemburuan. Misalnya karena beberapa hal mereka bisa memperoleh kesamaan, seperti misalnya jenis mainan, pakaian atau warna tertentu yang diidentikkan dengan gender perempuan," ucap Aurora.

Simak juga Bunda tips mengatasi rasa cemburu pada anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner poligami



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi