sign up SIGN UP search


parenting

6 Gerakan Senam Lantai untuk Anak

Haikal Luthfi Selasa, 16 Feb 2021 20:22 WIB
ilustrasi anak olahraga caption
Jakarta -

Senam merupakan bentuk latihan fisik yang disusun secara sistematis. Gerakan-gerakannya yang terarah dan memiliki tujuan tertentu. Daya tahan, kelenturan, kekuatan, dan koordinasi merupakan ciri khas dari olahraga ini.

Dilansir dari laman Mom Junction, senam adalah latihan yang komprehensif, menggabungkan kecepatan, kekuatan, fleksibilitas, koordinasi, kekuatan, dan keseimbangan. Sehingga olahraga ini cocok untuk melatih ketangkasan anak lho Bunda!

Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak di bawah enam tahun belum siap untuk olahraga terorganisir seperti sepak bola atau bola basket. Anak-anak berusia antara 2 hingga 5 tahun harus melatih keterampilan motorik dengan olahraga seperti lari, melempar, dan menangkap.


Senam merupakan salah satu olahraga yang sangat bagus untuk melatih keterampilan motorik mereka dan sangat cocok diterapkan pada anak-anak berusia antara 2 hingga 5 tahun. Jadi, olahraga ini disarankan untuk memulainya lebih awal.

Manfaat Senam

Ada banyak manfaat senam bagi anak-anak, Bunda. Mengutip Parenting First Cry, berikut beberapa diantaranya.

1. Baik untuk kesehatan

Senam memiliki manfaat kesehatan bagi anak-anak dari segala usia. Dengan latihan teratur, anak-anak dapat mengembangkan koordinasi fisik dengan baik serta mampu menjaga kesehatannya.

2. Fondasi dasar olahraga

Pelatihan senam yang ketat berfokus pada semua aspek olahraga, baik dari fisik hingga psikologis. Hal ini membantu untuk membangun kekuatan dan fleksibilitas pada tingkat fisik, serta berkontribusi pada ketangguhan mental yang harus dimiliki anak.

3. Membangun koordinasi pikiran dan tubuh

Manfaat senam untuk anak-anak prasekolah adalah membantu membangun kesadaran spasial yang kuat. Mereka juga dapat menerapkan refleks yang diperoleh ini selama situasi sulit dalam kehidupan sehari-hari.

4. Menjunjung sportivitas

Meskipun senam adalah olahraga individu, ternyata olahraga ini juga melibatkan lingkungan belajar kelompok. Senam dapat mengembangkan sportivitas dan hubungan positif pada anak-anak saat mereka mendukung teman sebayanya dan belajar tentang persaingan yang sehat.

5. Membangun disiplin

Disiplin adalah segalanya dalam olahraga ini. Anak-anak harus melakukan gerakan fisik setiap hari demi prestasi tertentu. Dalam prosesnya, mereka belajar pentingnya fokus, dedikasi, dan kerja keras.

6. Membangun keyakinan

Rasa pencapaian yang diperoleh dari penguasaan prestasi fisik sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri anak-anak. Saat mereka maju, mereka belajar untuk mengatasi tantangan yang lebih signifikan demi mencapai tujuan mereka.

7. Olahraga yang menyenangkan

Setiap anak menyukai aktivitas yang melibatkan mengayun, berguling, melompat, membalik, dan jatuh bebas sesaat. Sehingga olahraga ini memiliki daya tarik bagi anak-anak.

Gerakan senam lantai

Salah satu senam yang bisa diterapkan pada anak-anak adalah senam lantai, Bunda. Merupakan bagian dari cabang senam artistik, yang gerakannya dilakukan pada matras.

Secara umum unsur gerakannya meliputi melompat, mengguling, meloncat, dan berputar. Serta melakukan gerakan menumpu dengan tangan dan kaki. Adapun gerakan senam lantai memiliki teknik yang bermacam-macam, Bunda. Mengutip dari berbagai sumber diantaranya.

Kid doing fitness exercises outdoors at summer day. Yoga for kids, active healthy life. Fitness. Sport for little children.Ilustrasi senam lantai untuk anak/ Foto: iStock

1. Sikap lilin

Sikap lilin merupakan sikap yang posisi awalnya yaitu dengan sikap tidur terlentang, mengangkat kedua kaki lurus ke atas dengan rapat. Pada gerakan ini pinggang ditopang oleh kedua tangan, lalu posisi pundak tetap menempel pada lantai.

Pada gerakan sikap lilin, kekuatan otot perut fungsinya sebagai pengangkat kaki. Kemudian kelentukan otot pinggang, punggung, dan leher fungsinya untuk memudahkan kedua tangan menopang pinggang.

2. Roll depan

Roll depan atau teknik berguling ke depan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berguling ke depan dari sikap awal jongkok maupun berdiri, Bunda.

Gerakan ini bisa dilakukan dengan merapatkan kaki, meletakkan lutut di dada, serta kedua tangan menumpu di depan. Kemudian berguling dan ketika panggul menyentuh matras, peganglah tulang kering untuk menuju posisi jongkok.

3. Roll belakang

Roll belakang atau teknik berguling ke belakang memiliki gerakan awal yang mirip dengan roll ke depan, hanya saja dilakukan dengan cara berguling ke arah belakang melalui bagian belakang badan mulai dari panggul bagian belakang, pinggang, punggung, dan tengkuk.

Diawali dengan jongkok dan kedua tangan di depan serta kaki sedikit rapat. Kepala ditundukkan kemudian kaki menolak ke belakang. Ketika panggul mengenai matras, lipat kedua tangan ke samping telinga dan telapak tangan menghadap bagian atas untuk siap menolak.

Pada bagian kaki harus segera diayunkan ke belakang melewati kepala dengan dibantu kedua tangan menolak kuat serta kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat di matras dalam posisi jongkok.

4. Tiger sprong

Tiger sprong atau loncat harimau merupakan gerakan lompat ke depan dengan tumpuan tolakan kaki, kedua tangan lurus ke depan, disertai dengan lompatan melayang di udara.

Dalam praktiknya, gerakan ini tidak jauh berbeda dengan teknik berguling ke depan (roll depan). Sehingga, perlu adanya penguasaan gerakan roll depan agar tidak terjadi cidera dan mempermudah dalam latihan teknik loncatan harimau ini.

5. Kayang

Kayang adalah salah satu bentuk atau sikap badan terlentang yang membentuk gerakan membusur yang bertumpu pada kedua tangan dan kedua kaki. Adapun manfaat dari gerakan ini untuk meningkatkan kelentukan bahu, alih-alih untuk kelentukan pinggang.

Cara melakukannya diawali tidur terlentang dengan kedua tangan berada di samping kiri dan kanan telinga. Lalu dilanjutkan dengan menekuk lutut kedua kaki dan diteruskan dengan mengangkat badan keatas setinggi mungkin untuk membentuk gerakan seperti busur.

Gerakan kayang ini juga dapat diawali dengan posisi berdiri, dengan catatan sudah menguasai gerakan kayang dengan posisi tidur terlentang.

6. Meroda

Gerakan meroda atau cartwheel merupakan gerakan yang diawali dengan memutar tubuh dari sikap menyamping dengan tumpuan kedua tangan diikuti kedua kaki secara bergantian. 

Teknik ini di awali dengan sikap berdiri tegak, dengan kedua tangan lurus ke atas dan salah satu kaki kiri atau kanan di depan. Selanjutnya, melangkahkan kaki kiri ke depan sebagai tumpuan yang kemudian diikuti dengan meletakkan kedua tangan di matras sebagai tumpuan lurus ke bawah.

Setelah itu, kedua kaki diangkat ke atas secara bergantian, sehingga posisi berdiri dengan kedua tangan ke arah samping.

Banner Tanaman Hias AlokasiaFoto: Mia Kurnia Sari

(haf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi