sign up SIGN UP search


parenting

6 Kiat Jaga Motivasi Anak Belajar Selama Sekolah Online

Melly Febrida Kamis, 25 Feb 2021 12:56 WIB
Back to school. Happy child is sitting at desk. Girl doing homework. caption

Sudah hampir setahun anak-anak sekolah online dari rumah karena pandemi, tak heran kalau perasaan jenuh muncul. Untuk itu, perhatian ekstra dari orang tua harus sangat dibutuhkan. Termasuk menjaga motivasi anak agar tetap semangat belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah alias PR.

Jika Bunda ingin anak belajar di rumah dengan benar dan dapat menyelesaikan pekerjaan rumah online tanpa masalah, Bunda harus terlebih dahulu membangun motivasi anak agar selalu semangat belajar dan menyelesaikan tugas-tugasnya.

Dikutip ID Tech, sekolah online dengan belajar di kelas langsung tentu amat berbeda. Materi sekolah online juga berbeda dengan materi secara langsung, ini akan memengaruhi pekerjaan rumah. Belum lagi cara penyampaian materi yang jauh berbeda, yang lagi-lagi berdampak pada bagaimana siswa berupaya menyelesaikan pekerjaan rumahnya.  

Ryan Korstange, Asisten di University Studies, Middle Tennessee State University, mengatakan dalam keadaan normal saja, terkadang anak sulit termotivasi untuk mengerjakan tugas sekolah. Tapi ini bukan keadaan normal.

"Peralihan ke instruksi jarak jauh yang disebabkan oleh COVID-19 telah mengganggu. Pola telah berubah. Kebiasaan telah terganggu. Kelas jarak jauh berbeda dari kelas tatap muka," kata Korstange, dikutip The Conversation.

Sebagai peneliti, Korstange memiliki beberapa kiat yang dapat memaksimalkan motivasi dan produktivitas siswa saat sekolah online di rumah:


Banner suami diPHK

1. Jaga waktu 

Anak-anak tidak membutuhkan banyak waktu untuk menjadi produktif, Bunda. Sebaliknya, dukung anak untuk fokus belajar di tempat yang tanpa gangguan. Jangan lupa juga, lindungi waktu terbuka dengan mengatur ruangan yang minimal gangguan. Termasuk mematikan notifikasi di ponsel atau laptop. "Pastikan untuk mengidentifikasi waktu ketika mengerjakan tugas dan sosialisasi," kata Korstange.

2. Tentukan berapa banyak pekerjaan yang dibutuhkan

Tuliskan pekerjaan rumah yang perlu anak selesaikan, karena ada batasan seberapa banyak informasi yang dapat anak ingat dan memprosesnya dalam sekali waktu. Periksa tugas yang belum terselesaikan, dan perkirakan jumlahnya serta masing-masih membutuhkan usaha seperti apa.

3. Bagi tugas besar menjadi tugas kecil

Memecah tugas besar menjadi tugas yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola memungkinkan anak-anak lebih efisien dan efektif. "Tugas Anda harus mengikuti urutan logis. Beberapa tugas dasar, seperti mencari artikel di perpustakaan online untuk makalah penelitian. Lainnya, seperti proofreading, sebaiknya dilakukan nanti dalam proses," kata Korstange.  

Cobalah anak-anak membuat catatan kemajuan seperti PR yang sudah dikerjakan. Ini karena anak-anak bisa menyelesaikan lebih banyak tugas ketika ia benar-benar dapat melihat kemajuan yang dibuatnya.

4. Tetapkan tujuan

Korstange bilang ajak anak menetapkan tujuan yang spesifik untuk mengerjakan PR sulit. Cara ini dapat meningkatkan kinerja dan meningkatkan motivasi anak.

"Menetapkan tujuan yang umum, tidak jelas, atau mudah itu kurang membantu. Tetapkan tujuan yang berhubungan dengan usaha. Misalnya, rencanakan untuk menghabiskan tiga jam sehari belajar untuk kelas tertentu. Juga, tetapkan tujuan yang terkait dengan penyelesaian tugas," ujar Korstange.

Selanjutnya, sisihkan waktu untuk menghadapi gangguan dan tantangan yang mungkin terjadi. Misalnya, ketika anak yang berusia 7 tahun bosan atau membutuhkan perhatian Bunda, cobalah lakukan sesuatu dengannya selama 20-30 menit. Misalnya berjalan-jalan atau bersepeda, atau membuat karya seni. Kemudian Bunda bisa kembali bekerja. Kalau perlu menyetel pengatur waktu.

5. Identifikasi imbalan

Ini berguna untuk melihat imbalan yang sudah dicapai saat ini, apakah itu bersifat internal, seperti berhasil menyelesaikan tugas sulit dengan baik, atau eksternal, seperti mendapatkan nilai yang baik. Belajar adalah yang terpenting sekarang.

6. Bersikaplah fleksibel dan santai saja

Pandemi ini merupakan situasi yang asing, terlebih bagi anak-anak, dan kita semua berjuang keras untuk melaluinya. Ingatlah bahwa anak-anak tak pernah membayangkan menghabiskan waktu di rumah, untuk belajar online. 

Kalau belajar dalam beberapa hari tidak berjalan sesuai rencana, itu tidak apa-apa. Maafkan diri sendiri ketika tidak melakukan yang terbaik, kemudian maju dan atasi kemunduran.

Berbicara tentang memotivasi anak untuk belajar,  penulis buku Feeling Good About Others, Debbie Pincus, MS LMHC, mengatakan motivasi tidak bisa dipaksakan.

"Jika kita mencoba memaksa, itu hanya memperburuk keadaan," kata Pincus, dikutip dari Empowering Parents.

Meski demikian, ada langkah-langkah positif yang bisa dilakukan untuk membuat anak mau belajar. Salah satunya memberikan kata motivasi.

Simak juga video menarik pilihan berikut ini, Bun:

(fia/fia)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi