sign up SIGN UP search


parenting

Cerita Istri Raditya Dika Saat Pertama Kali Tangani Anak Sembelit

Jihaan Khoirunnisaa Rabu, 24 Mar 2021 18:54 WIB
Anissa Aziza caption
Jakarta -

Sembelit merupakan masalah sistem pencernaan yang kerap dialami oleh anak-anak. Terlebih, anak yang baru diperkenalkan dengan makanan pendamping air susu ibu atau MPASI.

Rupanya, hal ini juga sempat dialami oleh Anissa Aziza, istri dari Raditya Dika sekaligus Mom Influencer. Anissa bercerita, masalah sembelit pernah terjadi pada Alea saat baru memasuki awal masa MPASI.

"Aku tuh udah punya dua anak kebetulan aku sudah melalui masa-masa anakku sembelit itu zaman Alea itu waktu pas awal-awal baru masa MPASI, jadi soal sembelit yang sering dialami oleh anak-anak itu relate banget sama aku. Karena itu terjadi sama aku dan anakku," ujar Anissa saat menjadi narasumber di Webinar bertajuk 'Mengetahui dan Mengatasi Sembelit Pada Anak' bersama Haibunda dengan LeMinerale, yang digelar secara daring, Rabu (24/3/2021).

Banner Tanaman Hias untuk Bisnis Rumahan



Diakui Anissa, kala itu dirinya belum memiliki pengalaman dalam membuat MPASI karena baru menjadi seorang ibu. Sebagai mama muda dia cenderung berfokus pada faktor keseimbangan nutrisi dan asupan makanan, sehingga tidak terlalu memikirkan penyesuaian tubuh anak dalam menerima makanan padat.

"Jadi aku inget banget pas pertama kali Alea mengalami sembelit itu, pas kita lagi mau liburan ke Bali. Lagi happy-happy sekeluarga. Tapi kebetulan pas lagi mau liburan memasuki masa-masa baru MPASI. Dan aku juga sebagai ibu baru belajar untuk memberikan asupan yang bagus untuk anak," terangnya.

"Nah ketika itu kan aku masak apa aja yang mungkin memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak. Jadi aku udah nggak mikir ternyata anak punya sembelit juga," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kondisi sembelit tersebut sempat mempengaruhi mood sang anak. Bahkan, si kecil jadi cenderung rewel dan menangis seharian karena merasakan hal yang tidak nyaman di dalam tubuh.


Anissa AzizaAnissa Aziza/ Foto: HaiBunda



"Jadi tiba-tiba aja tuh, kayak hari ke berapa aku kasih makanan ke Alea, anakku, tiba-tiba kok rewel banget, nangis. Diajak main juga nggak mau, dikasih ke Bapaknya nggak mau," tuturnya.

Setelah bertanya pada dokter dan mencari lewat berbagai sumber di internet, barulah Anissa tahu bahwa yang dialami oleh anaknya adalah sembelit, yang disebabkan oleh pola asupan makanan dan cairan.

"Ketika ada beberapa tanda yang, kok ini anak ada yang mau buang air besar, tapi kok lebih sulit ya. Nggak seperti biasanya. Akhirnya aku langsung cari tahu ke dokter, terus aku cari artikel sumber-sumber yang terpecaya. Ini kok kayaknya tanda-tanda anakku kena sembelit. Dan aku baru tau ternyata sembelit bisa dari asupan anakku. Entah itu dari makanan, kurang cairan dalam tubuh. Dan ternyata nggak cuma orang dewasa yang butuh asupan mineral banyak. Ternyata anak-anak juga," paparnya.

Dari pengalaman tersebut, Anissa belajar dan jadi waspada terkait apa saja yang menjadi tanda-tanda anak mengalami sembelit dan bagaimana cara mengatasinya. Misalnya dengan memberikan sayur dan buah yang tinggi akan kandungan serat. Selain itu, penting juga untuk memastikan asupan cairan untuk anak tercukupi setiap harinya.

"Yang pasti balik lagi asupan cairan dalam tubuh dia harus tercukupi. Jadi kebutuhan minumnya juga harus kita pantau nih. Ini anak udah cukup belum minumnya. Jadi kalau misalnya lagi main atau apa, kita harus selalu stand by untuk kasih Alea minum, supaya nggak capek juga," tuturnya.


Sementara itu, dr. Wulan Patricia Telew, Sp. A, seorang dokter spesialis anak yang turut hadir menjadi pembicara dalam webinar tersebut, menilai langkah yang dilakukan oleh Anissa sudah tepat. Sebab, air putih sangat diperlukan, mengingat komposisi tubuh manusia sebagian besar tersusun oleh air.

"Kita ketahui bersama bahwa komposisi tubuh manusia, dari bayi sampai dewasa itu hampir 65 sampai 80 persen terdiri dari cairan. Jadi cairan ini benar-benar sangat penting di dalam proses metabolisme tubuh. Kekurangan cairan yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan, salah satunya sembelit," katanya.

dr. Wulan juga mengingatkan agar orang tua tidak asal dalam memilih air mineral. Menurutnya, air mineral yang baik untuk keluarga adalah air mineral yang memiliki kandungan lengkap, seperti natrium, kalium, magnesium, dan lainnya. Selain itu, jika ingin memberikan air minum kemasan pada anak, pastikan air minum tersebut tersegel rapat dan kedap udara.

"Kita juga harus melihat bagaimana kemasan air mineral itu sendiri. Pilih yang kemasannya benar-benar tersegel rapat, tutupnya kedap udara. Supaya menjaga jangan sampai air mineral di dalam kemasan terkontaminasi," pungkasnya.

(akn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi