sign up SIGN UP search


parenting

Ternyata Begini Bun, Gaya Parenting Ariel NOAH Terhadap Putri Remajanya

Annisa Afani Rabu, 07 Apr 2021 13:12 WIB
TIPS AWASI REMAJA GUNAKAN MEDIA SOSIAL
instagram caption

Kemajuan teknologi saat ini membuat kita, sebagai orang tua tak bisa membatasi anak-anak mengakses media sosial. Anak jadi senang menjelajah dunia maya, alasannya karena mudah mendapatkan informasi.

Menyikap hal tersebut, kita tentu gembira dengan manfaat positif itu. Namun sayangnya, tidak semua yang ada di internet atau media sosial itu baik.

Hal-hal seperti cyberbullying, doxing (menggali identitas seseorang), online sexual harrasment (pelecehan seksual secara online), tentunya mengancam para remaja yang bukan hanya mengancam keselamatan tapi juga kesehatan mentalnya.


Menurut Philip Chua selaku Kepala Kebijakan Publik Instagram Asia Pasifik, bahwasannya ada beberapa isu terkait kesehatan mental di Indonesia. "Salah satunya sulit bagi remaja untuk membicarakan masalahnya pada orang tua," kata Philip, di acara Konferensi Pers Instagram REALTALK, Selasa (27/10/2020).

Di kesempatan yang sama, sebagai bunda dari anak remaja, Mona Ratuliu dan Novita Angie pun membagikan tips mengawasi remaja agar bijak menggunakan media sosial. Berikut beberapa diantaranya:

1. Saling follow di media sosial

Mona Ratuliu dan Novita Angie membiasakan pada anak-anaknya untuk saling follow di media sosial. Ini supaya antara orang tua dan anak saling berbagi informasi.

Hal ini pun berlaku ketika anak Novita Angie punya lebih dari satu akun media sosialnya. "Anak-anak sekarang punya second account (akun medsos kedua), tapi aku izin follow ke anak-anak," kata Novita Angie.

2. Mendiskusikan konten di media sosial

Diakui Mona Ratuliu, hingga sekarang ia masih sering mendiskusikan konten di media sosial bersama anak sulungnya, Mima.

"Aku komen-komenan, DM-DM-an. Aku juga lihat-lihat, kayaknya kurang oke nih postingannya," kata Mona Ratuliu.

Namun, Mona Ratuliu menyarankan agar orang tua tidak terlalu sering judge atau hakimi tentang apa yang anak post. Ada kalanya jika baik dan positif, kita biarkan saja.

"Supaya dia enggak ngerasa aku sedang menilai, dari situ Mima tahu aku sedang memantau akunnya dia," kata Mona Ratuliu.

3. Terbuka, sering ajak ngobrol anak

Menurut Mona Ratuliu, fase remaja ini cukup berat bagi anak-anak. Awalnya, ia menganggap anaknya yang beranjak remaja itu lebay. Kadang happy, kadang cemas, dan bad mood.

"Setelah saling sharing, kita menyimpulkan bahwa remaja butuh kehadiran orang tua untuk mendengarkan mereka," kata Mona Ratuliu.

"Mima, pernah mengalami isu kesehatan mental. Kita bingung karena waktu itu isunya belum digaungkan. Akhirnya pergi ke profesional," ujarnya.

Akhirnya dengan membiasakan anak dengan keterbukaan, Mona pun sadar bahwa dengan saling terbuka, masalah-masalah di media sosial pun bisa diatasi bersama.


Simak informasi selengkapnya di halaman berikut, Bunda.

MEMBERI INSPIRASI TERKAIT KONTEN YANG DIPOSTING
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi