sign up SIGN UP search


parenting

Ragam Aktivitas Terapi Okupasi untuk Atasi Gangguan Proses Belajar Anak

Annisa Karnesyia Kamis, 10 Jun 2021 13:16 WIB
Anak belajar caption
Jakarta -

Bunda pernah dengar terapi okupasi untuk membuat anak menjadi mandiri? Ya, terapi okupasi merupakan cabang perawatan kesehatan untuk membantu anak yang memiliki masalah fisik, sensorik, dan kognitif.

Terapi okupasi dapat membantu mengatasi masalah yang memengaruhi kebutuhan emosional, sosial, fisik seseorang, Bunda. Pada anak, terapi bisa membantu meningkatkan prestasi hingga aktivitas sehari-hari.

"Terapi okupasi membantu anak bermain, meningkatkan prestasi sekolah, dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, terapi ini dapat meningkatkan kepercayaan diri," kata Timothy Finlan, MSM, MHS, OTR/L, Direktur Terapi & Rehabilitasi di Nemours Children's Hospital, dikutip dari Kidshealth.


Pada anak-anak, terapi ini bisa membantu untuk mengatasi gangguan sensorik, masalah keterampilan motorik, terlambat tumbuh kembang, gangguan proses belajar, dan beberapa masalah kesehatan lainnya.

Manfaat terapi okupasi untuk anak

Berikut 5 hal manfaat terapi okupasi untuk anak:

1. Mengembangkan keterampilan motorik halus agar mereka dapat memegang dan melepaskan mainan, serta mengembangkan keterampilan menulis dengan tangan dan atau menggunakan komputer.

2. Meningkatkan koordinasi mata dan tangan, sehingga mereka dapat bermain dan melakukan keterampilan sekolah yang dibutuhkan. Misalnya, memukul bola dan menyalin tulisan dari papan tulis.

3. Menguasai keterampilan dasar untuk hidup, seperti mandi, berpakaian, menggosok gigi, dan makan sendiri.

4. Mempelajari perilaku positif dan keterampilan sosial dengan mempraktikkan cara mengelola diri dan amarah.

5. Membangun kemandirian terutama pada anak berkebutuhan khusus, seperti anak yang menggunakan kursi roda atau alat komunikasi.

Anak belajarIlustrasi anak belajar/ Foto: iStock

Terapi okupasi untuk gangguan belajar

Anak dengan gangguan belajar bisa mendapatkan terapi okupasi, Bunda. Terapi okupasi terdiri dari latihan dan aktivitas untuk membangun keterampilan khusus. Misalnya, pada anak yang kesulitan menulis atau sulit fokus saat mengerjakan tugas.

Melansir dari Understood, semakin cepat anak ditangani dengan terapi okupasi, hasil yang didapatkan akan semakin efektif. Jika anak memiliki kemampuan untuk melakukan tugas-tugas dasar, maka rasa percaya dirinya akan meningkat.

Seperti kita tahu, terapi okupasi adalah cabang ilmu kedokteran yang membantu individu mengoptimalkan kinerjanya dalam aktivitas yang bermakna dan menyita waktu mereka, Bunda. Pada anak-anak, ini terdiri aktivitas di sekolah, bermain, dan interaksi sosial dengan teman.

Anak-anak dengan gangguan belajar memiliki kesulitan di masing-masing area ini dan terapis okupasi akan membantu meningkatkan keterampilan pemrosesan sensorik, yakni memahami, mencatat, dan menanggapi informasi sensori. Selain itu, keterampilan motorik halus juga akan ditingkatkan, seperti untuk menulis, fokus untuk duduk, dan perilaku sosial, yakni berinteraksi dengan teman sebaya.

"Terapis okupasi bekerja pada otak untuk meningkatkan perilaku tersebut. Hal ini dicapai melalui kegiatan bermakna yang memotivasi dan menyenangkan bagi anak-anak, membantu mereka melatih keterampilan, dan mempertahankannya," kata terapis okupasi Dr Franzina Coutinho, dilansir The Indian Express.

Nah, aktivitas yang dilakukan dalam terapi okupasi ini di antaranya adalah:

- Permainan berbasis sensorik, yakni bermain ayunan atau permainan yang melalui rintangan.

- Pada aktivitas motorik halus bisa melalui permainan papan dan alat bantu adaptif seperti gadget untuk meningkatkan manajemen waktu dan perhatian visual anak.

Selain itu, terapis okupasi juga akan melatih kemampuan sensorik anak, yakni dalam menerima informasi dari organ mata, telinga, persendian, dan kulit. Selanjutnya, kemampuan ini akan diproses dan membantu tubuh memberikan respons yang tepat.

"Contoh dari kemampuan ini adalah menanggapi guru, membaca sesuatu, berdiri dalam antrean untuk berkumpul, menulis, atau duduk tegak," ujar Coutinho.

Terapis okupasi nantinya akan bekerja untuk meningkatkan kemampuan sensorik ini menggunakan berbagai jenis permainan dan intervensi sesuai tujuan. Sementara itu, pada keterampilan motorik halus, berbagai permainan juga akan digunakan untuk membangun otot dan memperkuat tangan si Kecil untuk bisa menulis lebih cepat.

Menurut Coutinho, sejak dini anak sebaiknya sudah diterapi okupasi bila mengalami gangguan belajar. Bunda perlu tahu bahwa otak bisa memperbaiki dirinya sendiri dan terapi dapat bekerja untuk membantunya.

"Terapis okupasi mendukung intervensi dini di mana motonya adalah 'semakin muda usia anak, semakin baik hasilnya',"katanya.

Sebenarnya, apa yang dilakukan terapis okupasi dalam intervensi awal juga tergantung pada tujuan yang dimiliki keluarga untuk sang anak. Mereka akan mengevaluasi dan mengidentifikasi apa saja yang bisa orang tua atau pengasuh lakukan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak.

"Anak-anak kecil mempelajari keterampilan dalam konteks bahwa mereka akan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak menyamaratakan keterampilan satu dengan lainnya, namun mereka perlu belajar untuk menggunakannya dalam rutinitas," kata Debra Rhodes, terapis okupasi untuk intervensi awal, dilansir American Occupational Therapy Association (AOTA).

Tempat praktik terapi okupasi

Bunda bisa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan terapis okupasi ya. Beberapa klinik juga sudah menyediakan layanan ini di luar rumah sakit.

Meski begitu, si Kecil diharapkan bisa belajar dan beradaptasi lebih baik bila terapi dilakukan di tempat dia biasa beraktivitas alias di rumah. Kegiatan bersama keluarga juga biasa dilakukan di rumah, sehingga anak bisa lebih nyaman.

"Terapi sebaiknya dilakukan di tempat di mana anak terbiasa beraktivitas dan mempraktikkan keterampilan tersebut," tutur ahli terapi okupasi Debra Rhodes.

Sebelum membawa anak ke terapi okupasi, sebaiknya Bunda konsultasi dulu ke dokter anak. Dokter biasanya akan merujuk perawatan lanjutan melalui terapi okupasi sesuai dengan kondisi perkembangan dan kesehatan anak.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi