sign up SIGN UP search


parenting

7 Aturan Penting dalam Pemberian MPASI Bayi 9 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Selasa, 22 Jun 2021 12:47 WIB
Anak makan caption
Jakarta -

Pemberian nutrisi pada masa kanak-kanak penting untuk menunjang pertumbuhan si Kecil ya, Bunda. Salah satunya dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

MPASI dapat diberikan ketika bayi berusia 6 bulan dan sudah siap secara fisik. Sejak dari usia 6 bulan ini, Bunda bisa mengenalkan tekstur dan jenis makanan secara bertahap pada anak.

Memasuki usia 9 bulan, perkembangan bayi sudah cukup pesat untuk menerima makanan dengan tekstur baru. Bunda juga sudah bisa mengenalkan beragam jenis rasa makanan baru ke buah hati.


Perkembangan makan bayi 9 bulan

Menurut ahli saraf anak, Marina Savchenko, MD, di usia 9 bulan, perkembangan otak bayi yang kompleks sedang tumbuh pesat nih. American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa bayi usia 9 bulan harus makan berbagai macam makanan. Diet bergizi seimbang juga berperan penting untuk pertumbuhan bayi di usia ini.

"Makanan bayi harus berwarna, segar, dan menggoda. Dorong anak untuk mencoba buah, sayuran, biji-bijian, dan daging," kata Savchenko, dilansir Flo Health.

Di usia 9 bulan, bayi juga sudah mulai aktif bergerak. Mereka akan mencoba makan dengan tangan dan suka memasukkan apa pun ke mulutnya.

Bunda mungkin perlu hati-hati saat memberikan MPASI ke bayi 9 bulan ya. Kemampuan mengunyah bayi belum sepenuhnya matang, sehingga kita perlu meminimalisir makanan padat yang bisa bikin anak tersedak.

"Di usia ini, kemampuan mengunyah bayi belum sepenuhnya matang. Mereka mungkin belum menggunakan gigi, malah menggunakan lidah untuk mengaduk makanan," ujar Savchenko.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memasuki usia 9 bulan, bayi sudah bisa bergumam ketika dia mulai lapar. Mereka juga sudah bisa merapatkan bibir ketika disuapi untuk membersihkan makanan yang ada di sendok.

Selain MPASI, bayi juga harus terus diberikan ASI sesuai permintaannya. Sebab, ASI dapat memenuhi separuh kebutuhan energi anak berusia 9 bulan.

Tekstur dan porsi MPASI bayi 9 bulan

Pada usia 9 bulan, kondisi sistem pencernaan bayi sudah semakin kuat. Bunda sudah dapat memperkenalkan makanan yang lebih padat dalam bentuk makanan lembek, seperti tim saring atau bubur.

Si Kecil mungkin masih suka mengeluarkan makanannya sampai usia 10 bulan. Namun, hal ini bukan berarti bayi enggak suka dengan makanannya ya.

"Jika bayi sudah terampil menelan, maka bayi butuh untuk membiasakan diri dengan beragam jenis rasa makanan. Secara alami anak juga punya rasa takut pada makanan baru. Berikan dia kesempatan untuk mengenalnya dengan mengulang-ulang mencobanya," kata Tika Yulistiyana Sari, A.Md, Keb, dalam buku Variasi Menu MPASI.

Berikut 7 hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemberian MPASI bayi 9 bulan:

  1. Di usia 9 bulan, Bunda mulai bisa memberikan makanan dengan nasi tim.
  2. Tekstur bisa dicincang halus atau disaring kasar. Tekstur ini bisa meningkat menjadi semakin kasar sampai makanan bisa dipegang atau diambil dengan tangan anak sendiri.
  3. Ukuran MPASI yakni setengah mangkuk (250 ml) per porsi makan atau 300 kkal.
  4. Gunakan mangkuk khusus yang berukuran 250 ml untuk memastikan jumlah asupan bayi cukup setiap kali makan.
  5. Takaran MPASI bayi 9 bulan adalah adalah 7 sendok makan per hari atau sekitar 3 sendok makan per porsi.
  6. Frekuensi pemberian MPASI 9 bulan adalah 3-4 kali per hari.
  7. Dapat diberikan makanan camilan atau selingan sebanyak 1 sampai 2 kali per hari, tergantung nafsu makan si Kecil.
  8. Kenalkan anak dengan variasi makanan baru dan jangan menyerah bila anak menolak makan. Tawarkan hingga 10 sampai 15 kali untuk dapat diterima dan dimakan dengan baik oleh si Kecil.
  9. Bunda perlu bersabar dan tidak memaksa bayi untuk makan.
  10. Batasi pemberian jus karena mengandung gula dalam jumlah cukup banyak. Berikan buah potong kecil-kecil yang teksturnya lembut sebagai pengganti jus, misalnya melon, mangga, atau apel.
Anak makanIlustrasi Bayi Makan/ Foto: iStock

Makanan camilan bayi 9 bulan

Bayi berusia 9 bulan sudah bisa diberikan makanan camilan nih, Bunda. Berikanlah makanan selingan sehat 1-2 kali per hari. Makanan camilan ini bisa berupa biskuit, aneka sup, bubur kacang hijau, buah, atau bubur sumsum.

Makanan camilan untuk bayi 9 bulan lebih baik dibuat sendiri di rumah ya, Bunda. Selain lebih higienis, kita dapat memilih bahan makanan yang sehat untuk membuatnya.

Selain itu, upayakan untuk mengenalkan si Kecil aneka bahan makanan secara bergantian dengan rasa berbeda. Harapannya bayi tidak akan pilih-pilih makanan di masa yang akan datang.

Tips atasi GTM pada bayi 9 bulan

Di usia 9 bulan, bayi bisa menolak makan atau melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Penyebab GTM bisa karena bayi tidak menyukai rasa atau tekstur makanan yang diberikan.

Berikut 3 tips mengatasi bayi 9 bulan yang GTM, menurut Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM, Dr.dr.Aryono Hendarto, Sp.A (K):

1. Gunakan nampan besar dan letakkan makanan bayi di atasnya

Cara pemberian MPASI ini mungkin akan terkesan kotor dan berantakan. Akan tetapi, Bunda perlu tahu bahwa cara ini dapat membantu bayi menyentuh makanannya sendiri. Selain itu, bayi juga lebih tertarik dengan makanan padat.

2. Dukung Si Kecil untuk menyentuh makanan

Bunda dapat terus mendukung dan mengajak Si Kecil untuk mulai menyentuh MPASI 9 bulan yang sudah disiapkan. Berikan contoh bahwa makanan tersebut bisa diambil dan dimakan. Namun, Bunda juga enggak boleh memaksakan ya.

Kita bisa mengajaknya bercanda dan jangan khawatir bila Si Kecil menggunakan makanan mereka sebagai mainan. Semakin antusias bayi memegang makanan, maka semakin besar peluang pemberian MPASI akan sukses.

3. Berikan makanan keras untuk meningkatkan sensor

Salah satu makanan keras yang bisa Bunda berikan pada bayi 9 bulan adalah wortel. Bunda dapat menyajikan wortel setengah matang yang dikukus.

Tekstur wortel akan sedikit keras. Wortel tidak akan digunakan untuk makan, melainkan untuk membantu merangsang anak menggigit, mengunyah, dan menggerakkan lidahnya.

(ank)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!