sign up SIGN UP search


parenting

Rambut Bayi Rontok, Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Kinan Kamis, 01 Jul 2021 13:27 WIB
Ilustrasi rambut bayi rontok caption

Rambut rontok selama ini lebih banyak dikaitkan sebagai masalah orang dewasa. Namun nyatanya, kasus rambut bayi rontok juga bisa terjadi lho, Bunda!

Ya, dalam keadaan normal, bayi yang sedang berkembang pesat dapat menghadapi beberapa masalah. Salah satunya rambut rontok.

Dilansir Healthline, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa kebanyakan bayi memang dapat kehilangan sebagian rambut dalam beberapa bulan pertama kehidupannya.


Kerontokan rambut yang disebut juga sebagai alopecia ini merupakan kondisi yang sangat normal, kok. Pada kasus rambut bayi rontok, ada kemungkinan beberapa pemicu yang mendasari.

Tak bisa sembarangan, perawatan pada masalah rambut bayi rontok juga harus tepat.

Rambut bayi rontok, wajar atau tidak?

Dalam enam bulan pertama setelah lahir, bayi akan kehilangan apa yang dikenal sebagai rambut lahir. Ini merupakan rambut yang dimiliki bayi sejak lahir, dan jenis rambut ini memang dimaksudkan untuk rontok.

Rambut rontok dalam jumlah kecil setelah periode ini juga dianggap normal. Sama seperti orang dewasa, kerontokan rambut pada sebagian kecil terjadi pada bayi dan anak-anak.

Tetapi jika rambut rontok berlebihan dan tidak terkait dengan rambut lahir bayi, maka ini mungkin perlu dicari tahu lebih pasti penyebabnya.

Faktor-faktor penyebab rambut bayi rontok

Agar perawatannya lebih tepat dan sesuai, faktor penyebab rambut bayi rontok sebaiknya dicari tahu terlebih dahulu. Nah, beberapa penyebab utama rambut bayi rontok di antaranya:

Alopecia areata

Salah satu penyebab rambut rontok adalah alopecia areata. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut di seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kebotakan halus di seluruh kulit kepala dan diketahui berdampak pada kecepatan pertumbuhan rambut.

Fungsi hormon tiroid

Gangguan tiroid seperti hipotiroidisme dapat menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan.

Kurangnya aktivitas kelenjar pituitari

Jika kelenjar pituitari bayi kurang aktif, ia mungkin memiliki kondisi hipopituitarisme, yang dapat menyebabkan kerontokan rambut ekstrem.

Trikotilomania

Ini adalah kondisi yang umumnya terjadi pada anak yang usianya sudah lebih tua, serta pada bayi yang makin aktif bermain. Pada kelompok ini, biasanya anak sudah mulai secara kompulsif mencabut rambutnya.

Jika didiamkan, ini pun bisa menjadi penyebab rambut bayi rontok.

Kerusakan fisik

Mengikat rambut bayi terlalu erat atau bentuk kerusakan fisik lain pada rambut juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Infeksi

Varian dari infeksi kurap yang disebut tinea capitis sangat menular dan dapat menyebabkan rambut rontok, kulit kepala bersisik, gatal dan kemerahan pada kulit kepala.

Kebanyakan orang tua berpikir rambut bayi bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius. Jika terbatas pada jumlah kecil, kerontokan rambut diperkirakan memang dapat terjadi pada usia berapa pun.

Tapi supaya lebih aman, segera lakukan konsultasi untuk menemukan faktor penyebabnya.

Kapan rambut bayi rontok harus dianggap lebih serius?

Rambut bayi rontok berlebihan bisa disebabkan oleh berbagai pemicu. Ini bahkan bisa menunjukkan adanya masalah nutrisi, infeksi seperti cradle cap, atau masalah medis lainnya.

Disarankan agar Bunda mengamati si Kecil dengan cermat dan konsultasi segera dengan dokter jika kerontokan rambut berlanjut dan berlebihan.

Penanganan dan perawatan masalah rambut bayi rontok

Ada banyak cara untuk mengatasi rambut bayi rontok, termasuk salah satu di antaranya menggunakan sampo bayi yang berbahan lembut. Jika perlu, Bunda juga bisa menggunakan sampo khusus untuk melawan infeksi.

Apabila kondisi tetap berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Benarkah masalah rambut bayi rontok bisa memicu kebotakan?

Setiap bayi memiliki siklus perkembangan yang berbeda-beda. Jangan panik jika bayi mengalami kebotakan, karena kecuali ada gejala lain, itu merupakan hal yang normal.

Bicarakan dengan dokter jika Bunda khawatir ada gejala lain atau jika Bunda memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada intinya, rambut bayi rontok umumnya bersifat normal dan terjadi hanya sementara saja.

Tetapi jika rambut bayi belum mulai tumbuh kembali pada ulang tahun pertama mereka, atau jika Bunda melihat gejala lain (seperti ruam atau kulit kepala bersisik berlebihan) segera bawa bayi periksa ke dokter.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi