HaiBunda

PARENTING

9 Komorbid COVID-19 Anak di Indonesia, Malignancy Penyebab Kematian Tertinggi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 25 Jul 2021 08:10 WIB
Komorbid Obesitas hingga TBC, Sebab Anak Meninggal karena COVID-19 di Indonesia/ Foto: iStock
Jakarta -

Kasus COVID-19 pada anak di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data anak yang meninggal karena COVID-19 mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir, Bunda.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A (K) FAAP, mengatakan bahwa dalam tiga minggu terakhir, kasus kematian ini meningkat pada anak-anak. Sebagian besar disebabkan karena faktor komorbid atau penyakit penyerta.

Dalam unggahan di Instagram miliknya, Aman Pulungan menjabarkan penyakit komorbid pada anak yang menjadi penyebab kematian karena COVID-19. Di antaranya adalah obesitas dan TBC (Tuberkulosis).


"Kematian anak Karena Covid-19, 3 Minggu terakhir ini sangat meningkat, lebih 100 anak setiap minggu. Data kita, sebagian besar ada komorbid seperti Obesitas, TBC dll," tulis Aman Pulungan, dikutip dari Instagram, Kamis (22/7/21).

"Melihat data-data ini dan pandemi masih akan lama, sebaiknya pastikan anak kita tidak obes. Kita no 2 ranking untuk penderita TBC di dunia. TBC bisa diobati. Jika ada terpapar TBC atau ada gejala, segera diperiksakan dan diobati," sambungnya.

Menurut data yang dibagikan Aman di Instagram, komorbiditas obesitas ditemukan pada kasus kematian COVID-19 anak sebesar 1,2821 persen. Sementara itu, persentase TBC adalah 5,7692 persen.

Data persentase paling banyak sebagai penyebab kematian COVID-19 pada anak adalah malignancy (17,3077 persen). Di peringkat kedua adalah malnutrisi sebesar 16,6667 persen.

Beberapa komorbid lainnya adalah kelainan genetik, penyakit autoimun, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung bawaan, serta cerebral palsy.

Dalam data tersebut, Aman Pulungan menjelaskan bahwa tingginya komorbiditas pada anak di Indonesia ini menjadi penyebab kematian anak karena COVID-19. Selain itu, dia juga menyoroti cakupan layanan kesehatan yang masih terbatas.

"Tingginya komorbiditas pada anak Indonesia serta cakupan layanan kesehatan yang belum menyeluruh dapat menjadi penyebab tingginya angka kematian anak karena COVID-19," demikian isi paparan di data tersebut.

Sebelumnya, Aman Pulungan juga sempat memberikan penjelasan tentang penyakit penyerta pada anak COVID-19 ini, Bunda. Simak penjelasan lengkap di halaman berikutnya.

Simak juga panduan isolasi mandiri pada anak yang kena COVID-19, di video berikut:

(ank/rap)
IDAI MENGANJURKAN ORANG TUA MELINDUNGI ANAK-ANAKNYA

IDAI MENGANJURKAN ORANG TUA MELINDUNGI ANAK-ANAKNYA

Halaman Selanjutnya

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Perlengkapan Isolasi Mandiri untuk Anak yang Terpapar Covid-19

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK