sign up SIGN UP search


parenting

Bacaan Doa Salat Dhuha untuk Diajarkan ke Anak, Bunda Perlu Tahu

Annisa Karnesyia Selasa, 07 Sep 2021 16:25 WIB
Muslim caption
Jakarta -

Salah Dhuha adalah salat sunnah yang bisa dikenalkan ke anak sejak dini. Ayah dan Bunda bisa mengajarkan bacaan doa salat Dhuha ke anak dengan cara mengenalkan hukum dan tata caranya.

Salat Dhuha adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah, Bunda. Setelah mengenalkannya ke anak, kita dapat mengajarkannya untuk mengamalkan dengan istiqamah dan sungguh-sungguh ya.

"Ibadah sunnah bisa menempati posisi yang tinggi bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh," kata Imron Mustofa dalam buku Shalat Dhuha Dulu, Yuk!


Hukum salat Dhuha adalah sunnah muakkad. Artinya, Rasullullah SAW sangat menganjurkan umat Muslim untuk senantiasa menjalankannya.

Rasullullah pernah berwasiat kepada Abu Hurairah Ra. agar senantiasa menjaga salat Dhuha. Abu Hurairah berkata:

"Kekasihku, Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, serta dua rakaat Dhuha dan Witir sebelum tidur." (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Para ulama memiliki pandangan berbeda mengenai pelaksanaan salat Dhuha. Ada yang berpendapat boleh dikerjakan setiap hari, ada juga yang tidak.

"Amal yang paling dicintai oleh Allah ialah amal yang kontinu, walau pun sedikit." (HR. Muslim)

Sementara menurut Imam Abu Hanifah, salat Dhuha tidak boleh dikerjakan setiap hari karena Rasulullah SAW tidak pernah mencontohkannya. Dalilnya ialah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Dalil ini berisi bahwa Rasulullah SWA rajin mengerjakan salat Dhuha, sehingga para sahabat mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Namun kemudian, Rasulullah tidak terlihat lagi mengerjakan salat, sehingga para sahabat menyangka bahwa dia tidak lagi mengerjakannya.

Rakaat dan waktu pelaksanaan salat Dhuha

Dalam riwayat dari Abu Darda'Ra. dan Abu Dzar Ra., sebagaimana terdapat dalam Shahih al-Jami, disebutkan bahwa:

"Allah SWT berfirman, 'Wahai anak Adam, ruku'lah (salatlah) untuk-Ku empat rakaat dari awal siang, niscaya Aku akan mencukupi akhir siangmu."

Dari hadist tersebut kita tahu bahwa waktu pelaksanaan salat Dhuha adalah pagi hari ketika posisi matahari sudah terbit. Sedangkan batas akhirnya adalah sebelum masuk waktu salat Dzuhur, Bunda.

Sementara itu, jumlah rakaat salat Dhuha bisa sebanyak dua, empat, delapan, bahkan dua belas rakaat. Masing-masing rakaat memiliki keberkahan.

"Inilah salah satu alasan yang menjadikan salat Dhuha istimewa," ujar Imron.

Keberkahan salat Dhuha

Mengajarkan anak salah Dhuha dapat memberikan manfaat luar biasa. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas keimanan seseorang, Bunda.

Di setiap rakaat salat, ada keberkahan yang bisa diperoleh anak. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa mengerjakan salat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak termasuk sebagai orang-orang yang lalai. Barang siapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barang siapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diberikan kecukupan di hari itu. Barang siapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah SWT menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan, barang siapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga. Dan, tidaklah satu hari dan malam, melainkan Allah memiliki karunia yang dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan, tidaklah Dia memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya." (HR. Thabrani)

Muslim ibadahIlustrasi anak salat/ Foto: iStock

Tata cara salat Dhuha

Sebelum salat, ajak anak untuk menyucikan diri dengan wudhu dan mengenakan pakaian bersih ya. Berikut tata cara salat Dhuha:

  • Mengucapkan niat salat Dhuha, yakni:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Artinya:

"Aku niat salat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

  • Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbiratul ihram
  • Membaca surat Al-Fatihah.
  • Membaca salah satu surat dari Al-Qur'an. Baiknya rakaat pertama surah Asy-Syams dan rakaat kedua surah Adh-Dhuha. Namun, bagi anak-anak mungkin bisa dimulai dengan surat pendek, Bunda.
  • Ruku dan membaca tasbih tiga kali.
  • I'tidal.
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
  • Duduk di antara sujud.
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas.
  • Setelah berdiri dan melaksanakan rakaat kedua, kemudian duduk melakukan duduk tasyahud akhir. Kemudian, diakhiri dengan mengucap salam dan berdoa.

Doa salat Dhuha

Setelah salat, Bunda bisa membaca beberapa doa salat Dhuha. Bagi anak yang masih kecil, Bunda bisa memberi kebebasan untuk membaca doa salat Dhuha sesuai kemampuannya ya.

"Berdoalah kepada Allah SWT dengan penuh pengharapan dan rasa takut, harapan untuk mendapatkan anugerah yang menyenangkan, dan takut bila perbuatan kita tidak diridhoi Allah SWT," kata Imron.

Mengutip buku Panduan Super Lengkap Sholat Wajib dan Sunnah oleh Ali Imran, S.Ag., berikut bacaan doa salat Dhuha untuk diajarkan ke anak:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

(Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka)

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu."

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.)

Artinya: "Ya Allah, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, jika masih berada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika keadaannya haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh-saleh."

Simak juga kiat mengenalkan agama pada anak, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!