sign up SIGN UP search


parenting

Rukun Wudhu yang Benar: Wajib Diajarkan Sejak Dini ya, Bun

Tim HaiBunda Senin, 24 May 2021 15:01 WIB
Muslim boy praying caption
Jakarta -

Ayah dan Bunda sebagai orang tua tentu ingin anak belajar tentang ibadah sejak dini. Islam selalu mendorong orang tua agar menjadi penuntun bagi anaknya. Jadi alangkah baiknya, jika Bunda mengambil kesempatan menjadi pendidik yang baik bagi Si Kecil.

Salah satu hal yang penting dipelajari bagi anak seputar agama Islam adalah Rukun Wudhu. Untuk Ayah dan Bunda, pastikan mengajarkan dasar Islam ini sejak dini. Mari bahas mengapa proses pendidikan wudhu penting dan cara yang bisa Bunda gunakan untuk mengajarkannya pada Si Kecil.

Pentingnya Mengajari Anak Soal Rukun Wudhu Sejak Dini

Banner Pria Yogyakarta MualafBanner Pria Yogyakarta Mualaf/ Foto: HaiBunda


Mengapa hal ini harus diajarkan sejak dini? Mari bahas mengapa proses belajar soal ini penting:Apakah Bunda termasuk orang tua yang memilih menyerahkan proses belajar soal agama pada sekolah ataupun guru agama? Hal ini ternyata kurang tepat, Bun. Sebagai orang tua, Bunda adalah panutan awal yang dijadikan patokan oleh Si Kecil soal agama. Contoh saja soal Rukun Wudhu. Hal ini penting dipelajari dalam proses salat. Jadi sebaiknya dipelajari sejak anak bisa berdiri dan berbicara lancar.


Anak Lebih Cepat Menyerap Informasi Saat Masih Kecil

Hal pertama yang paling penting adalah soal penyerapan informasi. Apapun yang diterima anak saat masih kecil biasanya akan diserap baik. Jika Bunda berikan pelajaran soal Islam sejak dini, mereka bisa mengerti lebih dan berkembang cepat mengerti Islam.

Tata cara Islam dasar tentu banyak dan perlu proses mempelajarinya. Tapi jika diajarkan sejak dini, anak biasanya lebih cepat mengerti. Selama Bunda memberi contoh dan penjelasan yang baik, Si Kecil biasanya akan mengikuti dengan mudah.

Memberikan pelajaran ini terlambat akan membuat anak ogah-ogahan. Terkadang niatan dalam belajar agama tidak ada pada anak-anak yang lebih besar. Jika terlambat diberikan, proses belajar akan lebih sulit.

Bisa Ditanamkan Menjadi Kebiasaan

Jika ditanamkan dini, Rukun Wudhu lebih cepat bisa jadi kebiasaan. Saat tiap hari dilakukan dan diajarkan, lama - lama Si Kecil pasti mengikuti. Sama halnya dengan banyak kebiasaan lain pada anak.

Membuat Anak Bisa Beribadah dengan Baik dan Benar

Jika ingin beribadah dengan anak saat mereka masih kecil, pastikan memberikan pelajaran Rukun Wudhu. Semakin cepat Si Kecil menyerap pelajaran ini, makin cepat juga mereka bisa beribadah dengan baik dan benar. Jika ibadah sudah bisa dilakukan benar, tentu ibadah bisa lebih khusyuk.

Membuat Integrasi Buah Hati dengan Lingkungan Anak Akan Lebih Baik

Saat sekolah nantinya, Si Kecil akan bertemu dengan banyak anak lain. Jika sejak awal sudah diberi pelajaran soal Wudhu, Si Kecil bisa lebih cepat berbaur pada pelajaran Agama. Jika ia sudah bisa menunjukan tata cara yang baik, tidak akan ada rasa minder yang dialami.

Sekolah agama pun tidak harus menunggu TK atau SD, banyak Masjid dan playground membuka layanan belajar agama dari awal. Jadi pastikan ajarkan Si Kecil dengan baik sebelum masuk ke lingkungan lain tersebut.

Tips yang Bisa Digunakan Dalam Mengajari Anak Rukun Wudhu

Bila ingin membuat anak lebih cepat belajar, Anda tentu butuh cara khusus. Mari bahas tips-tips yang bisa Anda gunakan untuk ajarkan Rukun Wudhu lebih baik pada anak:

1. Pengertian adalah yang utama

Saat memberi pelajaran selalu ingat bahwa anak memiliki watak berbeda-beda. Selalu utamakan sisi pengertian Bunda dalam mengajarkan Si Kecil. Ada anak yang mungkin antusias untuk belajar soal ini, tapi ada juga anak yang lebih memilih bermain. Karena itu jangan samakan proses belajar satu anak dengan anak lainnya.

Pastikan bicara dengan bahasa yang mereka agar pesan yang disampaikan tersalur efektif. Bisa juga dengan cara membuat proses belajar ala bermain. Walaupun Wudhu terbilang proses yang khusyuk, Bunda tidak perlu takut bermain-main sedikit demi membuat Si Keci lebih termotivasi.

Apalagi kebanyakan anak pasti tidak keberatan main air. Jadi belajar soal Wudhu bisa diselingi sedikit cipratan air. Jika proses pembelajaran ini bekerja, coba lakukan secara rutin.

Sejumlah peserta aksi melaksanakan salat Zuhur berjamaah di area Patung Kuda. Air mancur di lokasi itu dimanfaatkan jadi tempat wudhu massa aksi.Ilustrasi wudhu/ Foto: Rifkianto Nugroho

Kemudian setiap sesi belajar ini dibuat lebih serius secara perlahan. Si Kecil lama-kelamaan akan mulai mengerti akan juga menangkap bahwa hal ini penting untuk dipelajari.

2. Gunakan Trik Reward and Punishment

Trik reward and punishment adalah cara yang efektif untuk memberi pelajaran pada anak. Memberi hadiah saat mereka berhasil belajar dan memberi hukuman saat mereka gagal.

Hadiah tidak perlu terlalu besar. Contoh saja membuatkan makanan kesukaan jika berhasil mengikuti contoh Wudhu yang baik. Hal ini sederhana tapi cukup efektif membuat anak termotivasi.

Jika anak sedikit membandel, padukan reward tadi dengan hukuman (punishment). Hukuman yang diberikan juga tidak perlu terlalu berat, Bun. Contoh saja melarang mereka nonton acara TV favorit atau harus simpan mainan selama dua jam.

Hal ini bisa digunakan untuk mengatur motivasi Si Kecil untuk belajar. Makin banyak mereka aktif, makin banyak juga mereka bisa menikmati keuntungan dari belajar

3. Selalu Dampingi Saat Mengajari

Cara paling efektif untuk mengajari anak adalah memberi contoh dan mendampingi. Jika Bunda ingin memberi pelajaran, tunjukkan pada mereka caranya. Lakukan bersama sambil memberi pelajaran.

Jika hal ini dilakukan berulang, Si Kecil pasti lebih cepat mengerti karena umumnya anak-anak selalu mencontoh orang tuanya. Selama Bunda menjadi panutan di rumah dan memberi contoh yang baik, Si Kecil pasti mengikuti. Semakin sering Bunda mendampingi dan memberi contoh, Si Kecil akan terpengaruh untuk mencontoh juga.

4. Buat Jadi Kebiasaan

Sebisa mungkin pembelajaran yang Bunda berikan juga menjadi kebiasaan. Jangan hanya mengajarkan sekali dua kali lalu kemudian lepas tangan, Bun. Pastikan memberi pelajaran dan arahan setiap kali setiap hari. Semakin Bunda bangun kebiasaan macam ini, makin mudah juga anak menyerap informasi.

Contohkan saja Bun saat mengajarkan hal Rukun Wudhu saat akan sholat bersama. Si Kecil belum tentu bisa lakukan hal ini dengan lancar pada saat pertama kali. Tapi selama Bunda menjadikan kebiasaan dan melakukannya bersama, mereka bisa menyerap informasi ini dan mengaplikasikannya sendiri.

Setelah lancar dan terbiasa melakukan tiap hari, barulah Bunda biarkan ia melakukannya secara mandiri. Namun, perlu diingat ya Bun bahwa kecepatan belajar dan temperamen anak berbeda-beda.

Kuncinya adalah selalu sabar dan tidak meninggikan ekspektasi terhadapnya. Jalani saja, Bun karena sedikit-banyak ia akan paham tentang Rukun Wudhu ini. Semoga sukses dalam mengajarkan Rukun Wudhu pada Si Kecil. (PK)

Simak juga video berikut mengenai cara pandang Islam ketika anak lupa sedang berpuasa.

[Gambas:Video Haibunda]



(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi