sign up SIGN UP search


parenting

3 Cara Mengajarkan Anak Salat Sesuai dengan Usianya

Melly Febrida Senin, 21 Sep 2020 11:07 WIB
mother and kid reading quran together at home caption

Saat bersekolah, anak-anak mungkin lebih semangat salat berjamaah bersama teman-teman dan gurunya. Namun, selama pandemi COVID-19, anak-anak hanya di rumah saja. Bunda pun harus berkali-kali mengingatkan anak untuk salat.

Kalau sudah begini, memang dibutuhkan kesabaran ekstra ya, Bunda, untuk menanamkan kesadaran beribadah pada anak. Termasuk membuat mereka disiplin untuk salat tanpa paksaan. 

Dijelaskan ustaz Adi Hidayat, Lc. MA, ada kiat tersendiri dalam mengajarkan ibadah pada anak. Yang terpenting, kata Adi, orang tua tidak memaksakan si kecil.


"Pada anak yang belum baligh, kita tidak boleh memaksakan, yang ada mencontohkan dan memberikan yang menyenangkan dalam beribadah," urai Adi, dalam sebuah kajian yang dikutip dari channel YouTube Ngaji Mantap.

Sementara itu, Mohammad Irsyad, M.Pd.I, pakar parenting Islami mengatakan bahwa Rasulullah sudah memerintahkan orang tua mengajarkan anak-anak salat sejak dini. Namun, mengajarkan anak salat bukan perkara mudah. Rasullullah tak hanya memerintahkan, tapi juga memberikan cara pengajarannya, Bunda.

“Dibutuhkan cara atau metode tersendiri agar pengajaran tersebut bisa sukses,” kata Irsyad dalam 105 Inspirasi Nabi dalam Mendidik Anak.

Rasulullah bersabda,”Ajarilah anak salat oleh kalian sejak usia 7 tahun dan pukullah dia karena meninggalkannya bila telah berusia 10 tahun.”

Lebih lanjut, Irsyad menjelaskan ada tiga cara mengajarkan anak salat. Simak ulasannya di bawah ini, Bunda:

1. Halus atau sekadar anjuran sebelum berumur 7 tahun

Cara mengajari salat anak sebelum usia 7 tahun bisa dilakukan dengan bermain. Menurut Irsyad, orang tua akan lebih efektif jika mengajarkan anak tidak dengan saklek atau kaku. Pada usia ini, orang tua cukup susah mengharapkan anak terbiasa melakukan salat dengan tertib.

“Mengharapkan anak belajar salat dengan khusyuk tentu amat sulit. Sedikit gerakan yang tidak ada dalam tuntunan tak mengapa,” ujarnya.

Ingat Bunda, pada usia ini cara mengajar yang paling efektif yakni dengan memberikan teladan yang baik. Menurut Irsyad , anak lebih banyak melihat dan meniru apa yang orang-orang di sekitarnya lakukan. Khususnya orang tua.

2. Bersifat penekanan atau perintah

Bunda boleh menekan atau memerintah anak, saat masuk rentang waktu antara usia 7 hingga 10 tahun. Menurut Irsyad, pada usia ini orang tua sudah mulai memerintahkan dan membiasakan anak untuk salat dengan tegas.

“Kenapa? Karena akal anak sudah mulai berkembang. Dia sudah mulai mengenal mana yang salah dan benar, sehingga akan lebih mudah untuk diarahkan dan diajarkan,” kata Irsyad.

Selain itu, orang tua juga boleh menegur apabila anak salah dalam melakukan salat.

3. Cara yang paling tegas

Cara yang paling tegas berupa hukuman bisa dilakukan apabila anak sudah berumur 10 tahun ke atas. Irsyad mengatakan, metode pengajaran ini sudah disesuaikan dengan kondisi psikologis anak. Pada usia ini, anak juga diharapkan tak hanya mengenal, tapi sudah tahu mana benar dan salah. Untuk anak yang baligh, hukumnya wajib melaksanakan salat.

“Pada usia ini mulai muncul rasa ingin melawan karena usia ini juga disebut masa membandel. Itulah sebabnya, memberi hukum diperbolehkan apabila dia tidak mau salat,” terang Irsyad.

Salain itu, Irsyad berpesan untuk mengajarkan anak salat itu tidak bisa instan. Ada proses yang harus orang tua dan anak lalui terlebih dahulu. Karenanya, orang tua hendaknya bersabar ketika mengajarkan anak salat.

Bunda, simak juga yuk tips agar anak mau salat dan mengaji dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi