sign up SIGN UP search


parenting

2 Skema Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK di Jabar, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 08 Sep 2021 19:53 WIB
13-year-old student Chaimaa Talaaloute wears a face mask in the classroom at Mansour Eddahbi College in the Derb El Kabir district of the AL Fida prefecture in Casablanca, Morocco, on Monday, Oct. 5, 2020. Today it is the start of the school year in Casablanca, with a delayed start due to the COVID-19 pandemic. (AP Photo/Abdeljalil Bounhar) caption
Jakarta -

SMA dan SMK di Jawa Barat akan segera laksanakan sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM) nih, Bunda. Tercatat, sebanyak 1.471 sekolah SMA/SMK di sana akan menggelar PTM pekan ini.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), yakni Dedi Supandi, mengatakan bahwa sekolah akan menyiapkan dua skema untuk laksanakan PTM di masa pandemi.

Skema pertama, sekolah menerapkan pola shift dan yang kedua adalah pola blok. Pola shift biasanya digunakan untuk SMA, dan pola blok diterapkan untuk SMK.


"Yang menggunakan shift misalnya mereka melakukan seperti di SMA masuk jam 07.00 WIB keluar 10.30 WIB. Setelah itu melakukan penyemprotan desinfektan. Dan ada teman-teman di SMK melakukan per pekan atau per blok," kata Dedi, dikutip dari detikcom pada Rabu (8/9/2021).

Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa pada gelaran PTM pekan ini, hanya 25 persen siswa SMK yang bisa masuk. Ini karena adanya keterbatasan alat di SMK yang menyelenggarakan PTM.

"Tapi kalau SMA sudah di atas 50 persen," ujarnya.

Banner Bule Perancis Nangis Biaya Karantina di JakartaBanner Bule Perancis Nangis Biaya Karantina di Jakarta/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari

Selain itu, pihaknya juga telah menugaskan agar sekolah membentuk tim Satgas Pencegahan COVID-19. Tentunya, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya klaster COVID-19 di kalangan pelajar.

"Kalau terjadi kasus di sekolah maka segera ditangani, segera laporkan ke puskesmas atau ke Satgas COVID," katanya.

PTM yang akan berlangsung ini pun disambut baik oleh salah seorang siswa kelas XII, yakni Nabila, asal SMK Negeri 3 Kota Bandung. Katanya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui virtual yang selama ini berjalan membuat interaksi yang dilakukan cukup terbatas.

"Kalau PPJ atau online itu susah ya buat kita yang jurusan tata busana. Materinya kalau dikasih lewat online susah buat dipahami. Kalau tatap muka seperti sekarang ini baru bisa benar-benar paham," ujar Nabila.


TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI. 

Simak juga enam aturan sekolah tatap muka terbatas di Jakarta dalam video berikut ya, Bunda. 

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!