sign up SIGN UP search


parenting

Anak-anak Kehilangan Orang Tua karena COVID-19 akan Dapat Santunan

Annisa Afani Jumat, 01 Oct 2021 14:35 WIB
Asian child girl wearing protection mask looking outside through the window and stay at home quarantine from the coronavirus Covid-19 and air pollution pm2.5. caption
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah menjadi musuh bersama sejak hampir dua tahun yang lalu, Bunda. Dampak yang terjadi pun tak terhitung, termasuk anak-anak yang merasakan dampak lanjutan terjadinya karena banyak orang tua mereka meninggal setelah terinfeksi penyakit tersebut.

Melalui penelitian The Lancet 1, terhitung bahwa sebanyak 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua karena COVID-19. Tentunya, anak-anak yang menghadapi kondisi ini menjadi sangat rentan untuk tidak terpenuhi hak-haknya.

Mereka kehilangan kasih sayang, rasa aman, terancamnya tempat tinggal, risiko putus sekolah, terbatasnya akses kesehatan, hingga tidak terpenuhinya nutrisi serta gizi yang baik. Kementerian Sosial Republik Indonesia menyampaikan bahwa per 7 September 2021 lalu, ada sebanyak 25.202 anak di Indonesia yang kehilangan orang tua, baik yatim, piatu, dan yatim piatu akibat COVID-19.


Dengan kondisi tersebut, anak-anak yang kehilangan kedua orang tuanya ini harus berpindah pengasuhan ke pengasuhan alternatif, Bunda. Hal ini menunjukkan bahwa hak anak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang berkualitas menjadi isu yang genting agar diperhatikan oleh pemerintah, masyarakat sipil, dan stakeholder lainnya.

Melihat permasalahan tersebut, SOS Children's Villages Indonesia, organisasi yang bergerak pada bidang pengasuhan alternatif berbasis keluarga (PABK) bergerak untuk memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut, Bunda. Melalui press conference bertemakan #BersamaUntukAnak, organisasi ini memaparkan hasil dari inisiatif asesmen secara cepat (rapid assessment) yang difokuskan pada anak yatim piatu.

Rapid Assesment ini dilakukan pada dua wilayah kerja SOS Children's Villages, yakni Kota Semarang dan Daerah Istimewa Yogyakarta). Dari asesmen itu ditemukan:

1. Mayoritas anak yang kehilangan orang tua karena COVID-19 masih diasuh oleh kerabatnya. Pengasuhan ini juga dikenal dengan Pengasuhan kinship care.

2. Situasi keluarga asuh juga sangat bervariasi ada yang dari keluarga menengah sampai ada yang untuk hidup sehari hari harus bergantung pada bantuan tetangga atau saudara.

"Kesiapan pengasuh menjadi bagian yang sangat penting, baik secara mental dan ekonomi," tutur Tri Dewi Saraswati selaku Advocacy Coordinator and Child Protection Specialist SOS Children's Villages Indonesia dalam webinar, Kamis (30/9/2021).

3. Kondisi anak yang merasa kehilangan mendalam berdampak pada perilaku dan sosial emosi mereka.

"Beberapa anak menunjukkan perubahan perilaku yang memerlukan dukungan psikososial. Situasi ini akan semakin parah apabila pengasuh juga merasakan kehilangan yang mendalam atau secara mental tidak siap untuk mengasuh," lanjut Tri Dewi.

Simak kelanjutannya di halaman berikut, Bunda.

Bunda, simak juga peringatan WHO soal varian Mu, mutasi baru virus COVID-19 dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

PERLUNYA DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI ANAK DAN PENGASUH
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!