sign up SIGN UP search


parenting

4 Jenis dan Contoh Hewan Ovipar, Yuk Ajak Si Kecil Mengenalnya Juga

Dewi Ratna Selasa, 12 Oct 2021 15:57 WIB
Ilustrasi anak memegang telur ayam atau hewan ovipar Ilustrasi anak memegang telur ayam atau hewan ovipar/ Foto: Getty Images/FatCamera

Punya buah hati beranjak besar, tentu urusannya bukan lagi soal memberi susu, menyiapkan makanan, dan beli mainan saja. Saat mulai masuk sekolah, akhirnya Bunda juga perlu banyak tahu apa yang mereka pelajari, termasuk saat harus membahas tentang contoh-contoh hewan ovipar.

Betul, hewan ovipar. Bunda tidak salah baca! Mau tak mau, saat anak mulai mempelajari pengetahuan umum, Bunda akan ikut belajar juga. Setidaknya, Bunda tahu garis besarnya, sehingga bisa menemani Si Kecil mengobrol tentang apa yang mereka pelajari, atau bahkan mengajarinya.

Bicara soal ilmu pengetahuan, mengambil contoh di atas, kira-kira Bunda masih ingat apa itu hewan ovipar? Kalau lupa, yuk kita gali lagi di sini, sekalian cari tahu juga, apa saja sih contoh hewan ovipar itu?


Definisi hewan ovipar

Secara mudah, hewan ovipar adalah hewan yang menghasilkan telur dan menetaskannya setelah dikeluarkan dari tubuh betinanya. Pembuahan pada hewan ovipar ini bisa terjadi internal maupun eksternal, dan perkembangan zigot terjadi di luar tubuh.

Embrio dari hewan ovipar ini menerima nutrisi dari bagian kuning telurnya. Peluang mereka untuk bertahan hidup relatif lebih kecil, apalagi jika telur berada di lingkungan yang rentan berbagai ancaman bahaya.

Lemah dan susah bertahan hidup, telur yang dihasilkan hewan ovipar ini dibalut cangkang yang keras. Ini berfungsi untuk memberikan perlindungan pada embrio yang sedang berkembang. Selain itu, mereka juga menjaga telurnya setelah mengeluarkannya.

Contoh hewan ovipar berdasarkan jenis

Jika dibedakan menurut jenisnya memang hanya ada tiga macam. Namun, contoh hewan ovipar bisa banyak, sesuai jenisnya seperti berikut ini:

1. Unggas ovipar

Hewan ovipar yang paling populer adalah ayam. Ayam memiliki telur yang berkembang di salah satu indungnya, yang akan turun dan dibuahi atau bisa juga tidak dibuahi. Jika memang dibuahi, embrio akan berkembang di dalam telur dan mendapatkan kebutuhan perkembangannya dari kuning telur yang kaya nutrisi.

Burung juga salah satu contoh hewan ovipar jenis unggas. Mereka mengeluarkan telur yang bercangkang keras, yang dibuahi secara internal. Setelah embrio berkembang dengan bantuan nutrisi di dalam telur tersebut, burung kecil pun menetas dan siap berjalan, makan, serta terus tumbuh.

2. Reptil ovipar

Jenis hewan yang satu ini menggunakan metode yang sangat mirip untuk mengembangkan anak mereka. Perbedaan utamanya adalah bahwa telur reptil cenderung bercangkang lebih lembut, dengan tekstur kasar jika disentuh. Kesamaannya dengan burung, telur mereka juga diinkubasi dalam sarangnya.

Jika burung lebih suka duduk di sarang mereka untuk memberikan kehangatan bagi telur-telurnya, reptil biasanya mengubur telur mereka dalam liang atau sarang gundukan. Hal ini cenderung lebih stabil menjaga suhu untuk telur-telurnya.

Contoh hewan ovipar jenis ini antara lain kadal, ular, aligator, kura-kura, dan masih banyak lagi. Mereka semua butuh lingkungan yang stabil untuk perkembangan telurnya, karena penentuan jenis kelamin dari anak yang menetas dari dalam telur itu nanti, bergantung pada suhu.

3. Ikan ovipar

Jika burung atau unggas dan juga reptil melewati proses pembuahan internal, sebaliknya yang terjadi pada ikan. Para betina akan bertelur di sarang, dan para jantan segera masuk untuk membuahi telur-telur tersebut dengan mengeluarkan sperma mereka ke atas sarang.

Beberapa ikan berhasil dalam hal ini. Mereka memiliki sarang yang rumit dan strategi kawin untuk memastikan telur dan sperma bertemu. Ada pula ikan yang bersama-sama melakukan gerakan seperti tarian, untuk melepaskan telur dan sperma secara bersamaan, sehingga meningkatkan kemungkinan pembuahan.

4. Amfibi ovipar

Contoh hewan ovipar yang lain adalah beberapa dari jenis amfibi seperti katak. Mereka bertelur di kolam atau genangan air lainnya, dan sebagian besar pembuahannya terjadi eksternal. Beda dengan reptil dan burung, amfibi bertelur dalam bentuk larva.

larva ini memiliki ekor dan insang yang memungkinkannya untuk terus berkembang di kolam atau bagian air tempat mereka dilahirkan. Larva ini kemudian bermetamorfosis jadi bentuk dewasa, kehilangan ekor, dan tumbuh dengan anggota badan yang lebih besar.

Nah, itu tadi adalah contoh hewan ovipar berdasarkan jenisnya, yang perlu Bunda tahu. Dengan pengetahuan ini, Bunda bisa menjelaskannya kembali pada Si Kecil memakai bahasa yang lebih mudah dicerna.

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!