PARENTING
Sekolah Online Bikin Anak Kecanduan Gadget? Ini Cara Atasinya Bun
Erika Dyah | HaiBunda
Minggu, 31 Oct 2021 19:00 WIBPandemi COVID-19 mengubah banyak kebiasaan, termasuk kegiatan belajar anak-anak yang harus beralih ke online. Aktivitas sekolah online mau tak mau membuat anak dan orang tua di rumah jadi mengandalkan gadget. Sayangnya, hal ini tak jarang ikut berdampak pada anak yang kecanduan bermain gadget.
Psikolog Anak & Parenting Coach, Irma Gustiana A, S.Psi., M.Psi. mengatakan aktivitas sekolah yang mengandalkan kegiatan daring seringkali menjadi masalah akibat penggunaan gadget yang terlalu berlebihan. Ia mengaku tak sedikit mendapat kekhawatiran para orang tua terkait tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental.
Irma menjelaskan, gejala kecanduan gadget pada anak biasanya ditandai dengan pola perilaku yang mengganggu.
"Keberfungsian dan tanggung jawab belajarnya sudah pasti jadi banyak yang lalai. Lalu, kalau gadgetnya dihentikan sebentar jadi 'sakau', kalau nggak dikasih jadi marah-marah dan frustasi," kata Irma dalam Webinar Haibunda Live bersama ASUS OLED, dikutip Minggu (31/10/2021).
Di webinar bertajuk 'Mindfulness Solusi Kesehatan Siswa dan Orang Tua Saat School From Home' yang berlangsung Jumat (29/10), Irma pun berbagi tips mengubah kebiasaan anak yang kecanduan pada gadget saat ini. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan anak tahu manfaat dari penggunaan gadget yang mereka pakai sehari-hari.
"Intinya untuk anak (penggunaannya) adalah hiburan dan edukasi, sama refreshing dan untuk kegiatan sosial," ujarnya.
Ia menambahkan, jika anak sudah kecanduan bermain gadget di luar penggunaan wajibnya, maka perlu dilakukan detoksifikasi.
"Detoks ini bukan cuma makanan aja nih Bunda, tapi secara mental pun kita harus detoks. Biasanya memang pemanfaatan gadget itu dikurangi secara perlahan, yang tadinya sehari pagi-sore tidak berhenti terus, sekarang kita kurangi dulu waktunya kita ambil dua jam," jelasnya.
Irma menjelaskan, dua jam waktu pengganti untuk mengurangi waktu anak bermain gadget bisa dialihkan pada aktivitas alternatif. Sehingga, orang tua perlu menyiapkan terlebih dahulu kegiatan pengganti, bukan sekadar mengurangi waktu penggunaan gadget tanpa memberi arahan yang jelas pada anak.
"Pastikan kita memiliki alternatif dulu terkait dengan kegiatan apa yang bisa kita berikan pada anak. Kemudian nanti perlahan di-review lagi aturannya di rumah," pesannya.
Irma pun mengingatkan bahwa kebijakan orang tua dan pihak sekolah berperan penting dalam memandu penggunaan gadget pada anak agar tak sampai kecanduan. Menurutnya, Bunda maupun Ayah di rumah juga perlu terus mengajarkan do's and don'ts dari penggunaan gadget, terutama untuk anak usia di bawah 12 tahun yang harus diawasi secara ketat.
Ia menegaskan, jika cara-cara di atas belum juga berhasil, maka orang tua perlu membawa anak berkunjung ke professional mental health. Sehingga anak akan mendapat bantuan psikoterapi terkait dengan modifikasi perilaku, kemudian dibantu secara rehabilitasi mental.
Meski demikian, Irma tak menampik bahwa di era digitalisasi ini penggunaan teknologi termasuk gadget saat sekolah online membawa berbagai dampak positif pada anak.
"Anak-anak sekarang kreativitasnya lebih baik dibandingkan mungkin generasi zaman dulu. Karena sekarang platformnya ada, medianya ada, apps=nya juga banyak sehingga memunculkan kreativitas," paparnya.
Selain itu, Irma menilai anak sekarang lebih inovatif, serta berwawasan luas. Salah satunya juga wawasan terkait mental health issue yang semakin sering digaungkan. Tak hanya itu, menurutnya anak-anak di era digital kini juga memiliki keinginan untuk belajar yang lebih tinggi, salah satunya bisa dilihat dari banyaknya webinar yang diadakan di masa pandemi.
Namun, ia menjelaskan aktivitas serba online yang mengandalkan gadget ini juga bisa berpengaruh buruk terhadap fisik dan mental jika tidak diawasi. Misalnya, mata mudah lelah, kecenderungan mata minus tinggi sejak usia dini karena selalu terpapar gadget, postur tubuh yang terganggu, rentan terpapar konten dewasa, hingga cyberbullying.
Terakhir, Irma berpesan kepada para Bunda agar terus mendampingi anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang di usia 0-18 tahun. Meski banyak mengandalkan kegiatan daring, ia mengingatkan agar Bunda tetap mengimbangi anak dengan aktivitas fisik.
"Jadi jangan berada di depan laptop atau gadget terus tanpa beraktivitas fisik. Pastikan 1-2 jam sehari anak mengeksplor aktivitas dengan kegiatan fisik. Karena aktivitas fisik itu juga membantu untuk melepaskan ketegangan, mengasah bakat, dan meningkatkan fokus atau konsentrasi belajar," pesannya.
Sebagai informasi, webinar ini tak hanya menghadirkan ahli yang berbagi soal kesehatan mental. Ada juga ahli kesehatan yakni Dokter Mata Anak, dr. Dian Estu SpM(K) yang berbagi pandangan terkait kesehatan fisik, khususnya mata anak, sebagai dampak dari sekolah online.
Webinar seputar solusi kesehatan di masa sekolah online ini dipersembahkan oleh Haibunda, bekerja sama dengan ASUS Indonesia. ASUS turut menghadirkan solusi untuk para Bunda yang harus mendampingi anak-anak sekolah online melalui inovasi teknologi layar ASUS OLED.
Dengan panel OLED yang dilengkapi fitur Eye Care Display, laptop ASUS OLED bisa membuat mata anak tetap segar dan tidak lelah meski menatap layar laptop selama berjam-jam saat sekolah online. Layar ASUS OLED juga menghasilkan Low Blue-Light dengan mereduksi sampai 70%, yang dapat membuat mata lebih aman dan nyaman. Fitur Anti-Flicker yang sudah terverfikasi TUV Rheinland, membuat mata tidak mudah letih, sehingga Bunda, Ayah, maupun anak-anak di rumah bisa tetap merasa nyaman dan tidak perlu khawatir saat harus menatap layar laptop ini seharian.
Teknologi ini tersedia dalam berbagai seri produk terbaru, seperti ASUS ZenBook Pro 15 (UX535), ASUS ZenBook Pro Duo 15 OLED (UX582), VivoBook Ultra 15 OLED (K513), dan ZenBook 13 OLED (UX325). Tertarik dengan teknologi ASUS OLED? Bunda bisa cek informasi lebih lanjut di sini.
(fas/ziz)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Sekolah Online Picu Gangguan Mata pada Anak, Cek Pesan Dokter Ini
Bahaya Balita di Bawah 2 Tahun Main Gadget! Ini Penjelasannya
Sekolah Online Bikin Mata Anak Cepat Lelah, Bun? Ini Solusinya
Si Kecil Sudah Harus Pakai Kacamata? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
TERPOPULER
5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng
5 Zodiak Paling Sederhana Meski Punya Banyak Kelebihan
10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan
20 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik dan Liriknya, Bantu Si Kecil Terlelap
Ciri Kepribadian Orang yang Cepat Lelah saat Bersosialisasi Menurut Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kipas Angin Air Cooler Terbaik untuk Cuaca Panas Terik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci Susu Stainless Steel Terbaik Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
15 Rekomendasi Merek Vitamin Ibu Hamil Trimester 1, Anti Lemas & Bikin Bayi Cerdas
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
10 Ciri Kepribadian Orang yang Tidur dengan Hewan Peliharaan, Salah Satunya Kesepian
5 Potret Anak Artis yang Paras Cantiknya Disebut Bak Princess Negeri Dongeng
10 Cara Menjadi Content Creator Pemula, dari Hobi Jadi Penghasilan
20 Lagu Pengantar Tidur Bayi Terbaik dan Liriknya, Bantu Si Kecil Terlelap
Riset Sebut Kehamilan Kedua Bisa Bikin Ibu Punya Kemampuan Khusus dalam Mengasuh
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Film Thailand Ini Disebut Wajib Ditonton Sekali Seumur Hidup, Ceritanya Bikin Nagih
-
Beautynesia
6 Cara Mengenali Perempuan yang Benar-Benar Cantik Luar Dalam
-
Female Daily
Mencuri Perhatian, Ini Detail Makeup Gong Seungyeon di ‘Perfect Crown’
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Demi Moore Glamor dengan Gaun Body-fit di Cannes, Lengan Berototnya Disorot
-
Mommies Daily
Tergoda Berselingkuh? Pikirkan 7 Dampak Ini bagi Pernikahan dan Anak!