HaiBunda

PARENTING

Dongeng Anak: Asal Mula Telaga Warna

R.R. Erika Purwa Andini/Rumah Dongeng Mentari   |   HaiBunda

Rabu, 08 Dec 2021 13:11 WIB
Ilustrasi Bunda membacakan dongeng untuk anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/maruco
Jakarta -

Dongeng anak sebelum tidur kali ini mengangkat judul Asal Mula Telaga Warna, Bunda. Berikut kisah selengkapnya

Dahulu kala ada seorang Raja dan Permaisurinya yang mendambakan kehadiran seorang buah hati. Mereka sudah bertahun-tahun menunggu.

Hingga akhirnya, Raja memutuskan untuk bertapa di hutan. Di sana Raja terus berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk segera dikaruniai seorang anak.


Tak lama setelah itu doa sang Raja pun terkabul. Permaisuri hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik jelita. Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Seluruh rakyat juga bersuka cita menyambut kelahiran Putri Raja.

Sang Putri hidup dalam kemewahan dan sangat dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Apapun yang ia mau harus selalu dituruti. Oleh karena itu ia tumbuh menjadi gadis yang sombong dan angkuh.

Suatu hari menjelang tahun sang Putri yang ketujuh belas, Raja pergi berkelana ke penjuru negeri demi mencari kado istimewa untuk anak gadisnya itu.

Di sebuah desa ia bertemu seorang pengrajin tua. Raja membeli sesuatu paling berharga dari pengrajin tersebut.

"Ini adalah sebuah kalung istimewa, terbuat dari untaian permata berwarna-warni. Tak pernah kulepaskan kepada siapapun kecuali Yang Mulia," ujarnya sembari terbatuk-batuk.

"Terima kasih, Pak Tua. Anakku pasti senang sekali dengan hadiah indah ini," ucap sang Raja penuh haru.

Tepat di hari ulang tahun sang Putri, semua rakyat berkumpul dan berpesta di istana. Raja dan Permaisuri telah menyiapkan hadiah kalung permata warna-warni.

"Anakku, ini hadiah untukmu. Lihat, indah sekali, bukan? Kamu pasti menyukainya," kata Raja.

Raja bersiap mengalungkan kalung itu ke leher putrinya. Sungguh di luar dugaan, Putri menolak mengenakan kalung itu.

"Hadiah apa ini? Jelek sekali," tolak Putri dengan kasar.

Raja dan Permaisuri terkejut dengan sikap putrinya, namun mereka berusaha membujuknya.

"Tidak! Aku tidak suka kalung ini, Ayah! Jelek sekali dan terlihat murah," teriaknya sambil melempar kalung itu ke lantai hingga permatanya tercerai-berai.

Raja dan Permaisuri sangat sedih. Tiba-tiba Permaisuri menangis terisak. Perlahan tangisan Permaisuri semakin menjadi dan menyayat hati.

Seluruh rakyat yang hadir turut menangis. Mereka sedih dan kecewa melihat tingkah laku Putri yang mereka sayangi.

Tidak disangka, air mata yang tumpah ke lantai berubah menjadi aliran air. Air tersebut menghanyutkan permata-permata yang berserakan hingga membentuk sebuah danau.

Anehnya, air danau berwarna-warni seperti warna permata kalung yang dibuang sang Putri. Kini danau itu dikenal dengan nama Telaga Warna.

Demikian dongeng anak yang bisa Bunda ceritakan kepada Si Kecil. Semoga bermanfaat ya, Bunda.



(som/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kini Berusia 13 Th, Ini Potret Pangeran George Calon Raja Inggris di Masa Depan

Parenting Annisa Karnesyia

Bikin Bangga! Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Perempuan 2026 usai Kalahkan Laos 5-0

Mom's Life Pritadanes

Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang 'Maaf'

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Bumil Lala Nabila Cetak Rekor MURI, Ikut Hyrox saat Hamil 24 Minggu

Kehamilan Annisa Karnesyia

Bobot Turun Jadi 49 Kg, Hong Hyun Hee Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Tubuhnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kini Berusia 13 Th, Ini Potret Pangeran George Calon Raja Inggris di Masa Depan

7 Rekomendasi Notebook untuk Journaling yang Simple, Aesthetic, hingga Vintage

Bikin Bangga! Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF Perempuan 2026 usai Kalahkan Laos 5-0

Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang 'Maaf'

Potret Bumil Lala Nabila Cetak Rekor MURI, Ikut Hyrox saat Hamil 24 Minggu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK