sign up SIGN UP search


parenting

3 Penyebab Anak Rentan Terinfeksi Salmonella Non-thypoid & Bahayanya untuk Kesehatan

dr. Jeshika Febi Kusumawati, Sp.A   |   Haibunda Kamis, 12 May 2022 16:10 WIB
CARA MENANGANI ANAK YANG TERINFEKSI BAKTERI SALMONELLA
Anak sakit caption

Tips menangani anak yang terinfeksi Salmonella non-thypoid

Tatalaksana awal pada anak yang terinfeksi bakteri Salmonella non-thypoid akan tergantung dari gejalanya. Berikut 2 tips menangani anak yang terinfeksi Salmonella non-thypoid:

1. Memenuhi asupan cairan

Langkah pertama yang dapat dilakukan saat anak terinfeksi adalah hidrasi cukup, yakni memenuhi asupan cairan. Terutama bila anak sudah terkena diare, mual, keracunan makanan, dan sakit perut.

Asupan cairan juga perlu dipenuhi sebagai upaya mencegah kejadian yang berat, seperti kekurangan elektrolit. Pada kondisi parah, hal tersebut bisa sampai menyebabkan anak lemas dan penurunan kesadaran.


2. Penanganan medis

Anak perlu dibawa ke rumah sakit bila dia terus-menerus muntah dan mengalami diare, sampai tak makan.

Kalau dokter sudah yakin anak mengalami keracunan makanan, mereka akan mengambil tindakan bilas lambung, yakni tindakan yang bertujuan mengeluarkan makanan dan minuman yang terkontaminasilambung anak dibersihkan.

Cara mencegah anak terinfeksi Salmonella non-thypoid

Berikut 5 cara mencegah anak terinfeksi Salmonella non-thypoid:

1. Jaga kebersihan makanan

tempat makan bersih, air bersih, tidak di lingkungan yang banyak hewan ternak.

Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kita perlu memerhatikan personal hygiene untuk mencegah paparan bakteri Salmonella non-thypoid. Ini termasuk menjaga kebersihan saat makan, serta mencuci tangan sebelum dan setelah membuat makanan. Disarankan juga untuk selalu menggunakan alat makan sendiri.

2. Tidak konsumsi makanan mentah

Hindari mengonsumsi makanan mentah karena rentan terpapar bakteri Salmonella non-thypoid. Bakteri Salmonella non-thypoid dapat mati di suhu sekitar 72 sampai 75 derajat celsius. Untuk itu, Bunda perlu memasak makanan sampai matang agar tak mudah terpapar bakteri ini.

Beberapa contoh makanan dalam kondisi mentah yang mudah masuk bakteri ini adalah daging ayam, telur, ikan, air mineral, susu belum dipasteurisasi (susu murni), serta sayur dan buah. Pada sayur dan buah, Bunda perlu memastikan kebersihan dengan mencucinya sebelum dimakan.

3. Memenuhi asupan nutrisi anak

Jika asupan nutrisi sudah tercukupi sesuai kalori kebutuhan, maka dipastikan imunitas anak akan baikbagus. Asupan nutrisi ini mencakup makronutrien dan mikronutrien, Bunda.

Pemberian suplemen multivitamin mungkin dibutuhkan bila asupan nutrisi tersebut tidak bisa dipenuhi. Tapi, konsultasikan dulu ke dokter ya.

4. Membatasi anak bermain di lingkungan kotor

Bunda perlu membatasi anak bermain di lingkungan yang tak bersih. Salah satunya adalah daerah yang banyak kontaminasi kotoran hewan ternak. Sebab, bakteri Salmonella non-thypoid banyak ditemukan di kotoran hewan ternak.

5. Teliti memilih produk makanan anak

Sebelum membeli produk makanan untuk anak, Bunda perlu teliti memilihnya ya. Berikut 5 hal yang perlu diperhatikan saat memilih produk makanan anak:

  1. Pilih kemasan (packaging) harus baik atau utuh.
  2. Expired date masih jauh. Kalau sudah sebulan lagi, sebaiknya tidak dikonsumsi atau menjadi warning.
  3. Produk sudah disimpan dalam penyimpanan yang baik.
  4. Perhatikan kondisi makanan saat kemasan dibuka. Jika bentuk dan rasanya berbeda, maka tidak boleh dilanjutkan konsumsi.
  5. Tidak berlebihan dalam mengonsumsi sesuatu.

(rap/rap)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!