sign up SIGN UP search


parenting

Mata Bayi Kuning Saat Baru Lahir? Simak 5 Penyebabnya

Nanie Wardhani   |   Haibunda Selasa, 24 May 2022 18:50 WIB
ilustrasi bayi baru lahir caption

Bagi setiap bunda, terutama bunda baru, setiap hal kecil yang terjadi pada bayinya yang baru lahir sering menjadi pengalaman baru yang terkadang membingungkan.

Salah satu hal yang seringkali membuat bunda baru menjadi khawatir adalah kondisi di mana bayi mereka yang baru lahir menjadi tampak seperti berwarna kuning, terutama akan terlihat pada kulit dan mata bayi.

Penyebab mata kuning pada bayi

Sebenarnya apa sih, penyebab mata bayi kuning tersebut? Kondisi ini dikenal dengan sebutan penyakit kuning pada bayi yang baru lahir.


Dilansir dari Healthline, penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Penyakit kuning pada bayi baru lahir sangat umum dan dapat terjadi ketika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi, pigmen kuning yang dihasilkan selama pemecahan normal sel darah merah.

Pada bayi yang lebih tua dan orang dewasa, hati akan memproses bilirubin, yang kemudian melewatinya melalui saluran usus. Namun, hati bayi baru lahir yang masih berkembang mungkin belum cukup matang untuk mengeluarkan bilirubin.

Kabar baiknya adalah bahwa dalam banyak kasus, penyakit kuning pada bayi baru lahir akan hilang dengan sendirinya saat hati bayi berkembang dan saat bayi mulai menyusu, yang membantu bilirubin melewati tubuh. 

Dalam kebanyakan kasus, penyakit kuning akan sembuh sendiri seiring dengan semakin banyaknya konsumsi ASI dalam waktu 2 sampai 3 minggu. Jika penyakit kuning berlangsung lebih dari 3 minggu, maka mungkin ini merupakan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya.

Selain itu, kadar bilirubin yang tinggi juga dapat menempatkan bayi pada risiko ketulian di masa mendatang, Cerebral Palsy, atau bentuk kerusakan otak lainnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar semua bayi yang baru lahir diperiksa untuk penyakit kuning sebelum keluar dari rumah sakit, lalu diperiksakan kembali ketika bayi berusia antara 3 dan 5 hari.

Bayi yang berisiko tinggi terkena penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah:

  • Bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu)
  • Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI karena mereka kesulitan menyusu atau karena ASI belum keluar
  • Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya.

Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan ibunya dapat mengembangkan penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merahnya dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.

ilustrasi bayi baru lahirIlustrasi bayi baru lahir/ Foto: iStock

Penyebab lain dari penyakit kuning pada bayi baru lahir meliputi:

  • Memar saat lahir atau pendarahan internal lainnya
  • Masalah hati
  • Adanya infeksi
  • Kekurangan enzim
  • Kelainan pada sel darah merah bayi 

Apa saja gejala penyakit kuning pada bayi baru lahir?

Tanda pertama penyakit kuning adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Menguningnya mungkin mulai dalam 2 hingga 4 hari setelah lahir dan mungkin mulai di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Kadar bilirubin biasanya mencapai puncaknya antara 3 hingga 7 hari setelah lahir.

Jika jari yang ditekan ringan pada kulit bayi menyebabkan area kulit tersebut menjadi kuning, kemungkinan itu merupakan tanda penyakit kuning.

Kapan harus khawatir dan membawa Si Kecil ke dokter?

Dilansir dari Mayo Clinic, sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksa bayi untuk penyakit kuning sebelum dipulangkan. 

Bayi Bunda harus diperiksa untuk penyakit kuning antara hari ketiga dan ketujuh setelah lahir, saat kadar bilirubin biasanya memuncak. Jika bayi Bunda dipulangkan lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah janji temu lanjutan untuk memastikan penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah keluar rumah sakit.

Tanda-tanda atau gejala berikut mungkin menunjukkan penyakit kuning parah atau komplikasi dari kelebihan bilirubin. Hubungi dokter Bunda jika:

  • Kulit bayi Bunda menjadi lebih kuning
  • Kulit di perut, lengan, atau kaki bayi Bunda terlihat kuning
  • Bagian putih mata bayi Bunda terlihat kuning
  • Bayi Bunda tampak lesu atau sakit atau sulit dibangunkan
  • Berat badan bayi Bunda tidak bertambah atau menyusu dengan buruk
  • Bayi Bunda menangis dengan nada tinggi
  • Bayi Bunda mengalami tanda atau gejala lain yang mengkhawatirkan bagi Bunda.

Jika berbagai tanda di atas sudah muncul dan Bunda semakin khawatir, jangan ragu untuk segera membawa Si Kecil ke dokter ya, Bunda. Semoga artikel ini bermanfaat, Bunda.

 

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
fase-anak
Anak Usia 0-6 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 0-6 bulan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!