sign up SIGN UP search


parenting

Cara Membuat Oralit untuk Cegah Dehidrasi saat Anak Diare, Siapkan dengan Tepat Bun

Kinan   |   Haibunda Kamis, 28 Jul 2022 22:50 WIB
Ilustrasi Cara Membuat Oralit untuk Cegah Dehidrasi saat Anak Diare. Ilustrasi Cara Membuat Oralit untuk Cegah Dehidrasi saat Anak Diare. Foto: Getty Images/AleksandarNakic
Jakarta -

Diare menjadi salah satu masalah umum pada bagian sistem pencernaan yang menyerang anak-anak. Kondisi ini pun berisiko memicu dehidrasi. Untuk itu, Bunda perlu tahu bagaimana cara membuat oralit yang tepat untuk Si Kecil.

Dikutip dari Web MD, diare sebenarnya merupakan cara tubuh untuk 'membersihkan diri' dari kuman. Sebagian kasus diare pada anak dapat berlangsung mulai dari hitungan hari hingga mingguan. 

Diare pada anak bisa disertai demam, mual, muntah, kram, dehidrasi, bahkan ruam. Salah satu alasan paling umum anak-anak terkena diare yakni infeksi virus seperti rotavirus dan bakteri Salmonella.


Saat terkena diare, kadang-kadang konsumsi air putih saja tidak cukup. Air putih tidak memiliki cukup natrium, kalium, dan nutrisi lain untuk merehidrasi anak-anak yang masih sangat kecil dan rentan. 

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang jumlah cairan yang dibutuhkan anak, bagaimana memastikan mereka mendapatkannya, kapan harus memberikannya, dan bagaimana memperhatikan status dehidrasi anak.

Studi menunjukkan bahwa yoghurt atau probiotik dapat membantu meringankan diare. Komponen ini diyakini mampu 'mengisi' kembali bakteri usus sehat yang hilang. 

Penyebab lain dari diare pada anak termasuk penyakit iritasi usus, penyakit Crohn, alergi makanan, dan penyakit celiac. Jika Bunda tidak yakin apa yang menyebabkan diare pada Si Kecil, segera konsultasi ke dokter. 

Mengenali dehidrasi pada anak saat diare

Dehidrasi adalah salah satu komplikasi diare yang paling mengkhawatirkan pada anak-anak. Diare ringan biasanya tidak menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan, tetapi diare sedang atau berat bisa.

Dehidrasi parah bisa sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, dan kematian. Kenali tanda-tanda dehidrasi seperti berikut:

  • Pusing 
  • Mulut terasa kering dan lengket
  • Urine berwarna kuning gelap, sangat sedikit atau tidak ada sama sekali
  • Sedikit atau tidak ada air mata saat menangis
  • Kulit kering dan teraba dingin
  • Kekurangan energi

ilustrasi obat diare untuk anakilustrasi anak diare/Foto: Getty Images/iStockphoto/Antonio_Diaz

Pentingnya oralit untuk rehidrasi saat anak diare

Dikutip dari Medical News Today, menghidrasi tubuh sangat penting untuk membantu anak pulih dari diare. Sebab pada dasarnya, diare menyebabkan kekurangan cairan, termasuk air.

Tubuh pun jadi kehilangan elektrolit seperti natrium dan klorida. Nah, guna mendukung pemulihan anak, sangat penting untuk mengembalikan cairan tubuhnya. Jika tidak, anak rentan mengalami dehidrasi. 

Bunda dapat memberikan oralit, yakni cairan rehidrasi oral yang memiliki kandungan glukosa, natrium, serta kalium yang penting untuk rehidrasi saat anak diare.

Selain itu, dehidrasi juga menjadi hal yang bisa berakibat serius bila diabaikan, Bunda. Seperti dikutip dari Healthline, ketika terlalu banyak air yang hilang dari tubuh, maka organ, sel, dan jaringan berisiko mengalami gagal fungsi, yang berujung pada komplikasi berbahaya.

Baca selanjutnya di halaman berikutnya ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video kenali tanda bahaya diare pada anak dan kapan harus bawa ke dokter:

[Gambas:Video Haibunda]



BUNDA BISA MEMBUAT ORALIT SENDIRI DI RUMAH
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!