PARENTING
Penyebab Anak Pelit dan Sulit Berbagi, Ternyata Bisa Dipengaruhi Pola Asuh Bun
Meita Fajriana | HaiBunda
Minggu, 21 Aug 2022 04:00 WIBAnak pada usia toddler atau balita biasanya masih sulit diajari untuk berbagi Bunda. Bukannya pelit, namun anak masih belajar konsep kepemilikan yang membuat mereka sulit berbagi.
Namun jika anak sudah lebih besar lagi dan tetap saja pelit apakah normal Bunda? Apa yang menjadi penyebab anak pelit? Melansir dari laman Psychmechanics, pemahaman tentang berbagi merupakan hal yang sangat baik diajarkan pada seorang anak.
Meskipun pada proses mengasuh Si Kecil, kita sering menjumpai beberapa anak yang tidak tahu bagaimana cara berbagi, sementara beberapa anak lainnya bisa berperilaku murah hati. Apakah anak-anak yang tak mau berbagi itu berperilaku buruk?
Saat menghadapi situasi semacam ini, yang perlu direnungkan oleh para Bunda adalah apa penyebab anak pelit dan apakah ada kaitannya dengan bimbingan dan pengasuhan dari orangtua. Apakah gaya parenting bermasalah yang menyebabkan anak pelit?
Perilaku anak pelit bisa didapatkannya dari orangtua, Bunda. Seperti kita tahu anak adalah peniru ulung lho. Anak yang berasal dari keluarga yang tidak pernah berbagi, bagaimana mungkin bisa tahu konsep memberi.
Begitu pula sebaliknya, anak yang dibesarkan di keluarga yang dermawan akan mudah untuk berbagi. Jadi, kita perlu mencontohkannya pada Si Kecil ya.
"Anak-anak sangat dipengaruhi oleh apa yang diketahui dan dilihatnya ketika mereka membuat keputusan. Jadi, umumnya anak-anak hanya dermawan ketika melihat orang-orang di sekitarnya melakukan hal serupa. Tetapi ketika anak tidak pernah melihatnya atau mendapatkan yang sebaliknya, anak akan berlaku pelit seperti yang dicontohkan padanya," kata Kristin Leimburger ahli psikologi anak di Yale University, Amerika Serikat dikutip dari laman Science Update beberapa waktu lalu.
Penyebab anak pelit
Anak pelit kebanyakan datang dari tiga tipe keluarga nih, Bunda. Sifat anak lahir dari cara didikan orangtua, termasuk menjadi pribadi yang lebih egois hingga pelit seringnya karena terpengaruh perilaku cara pengasuhan yang tidak tepat.
Pada akhirnya, hal ini akan mengarah pada kebiasaan anak-anak ini. Oleh karena itu, alasan utama mengapa anak berperilaku pelit adalah sebagai berikut melansir dari laman Day Day News berikut ini:
1. Orangtua biasanya pelit dengan anak
Beberapa orangtua yang membesarkan anak dengan kurang tepat, akan relatif pelit dalam semua hal tentang anak mereka. Bahkan, sebagian besar permintaan anak-anak ditanggapi dengan penolakan, sehingga menyebabkan anak-anak merasa gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan sejak kecil.
Lama kelamaan, anak akan menjadi sangat pelit karena anak merasa, 'Saya sudah beberapa kali tidak memakannya, bagaimana bisa saya membaginya dengan orang lain'.
2. Cara pengasuhan oleh orangtua yang kurang tepat
Beberapa orangtua biasanya berperilaku sangat pelit dalam kehidupan sehari-hari, seperti sangat egois dan pelit terhadap tetangga, saudara, dan teman. Kemudian anak-anak tumbuh dalam lingkungan seperti itu, mereka akan dengan mudah menjadi apa yang orangtua lakukan.
Selain itu, ketika anak menolak untuk berbagi, orangtua melabeli anak itu egois dan pelit, bahkan memaksa anak untuk berbagi. Kondisi mencela anak seperti ini membuat orangtua gagal mengenali kesalahannya sendiri dan juga memaksa anak berbagi tanpa memberi contoh.
3. Orangtua terlalu memanjakan anak
Beberapa orangtua biasanya sangat menyayangi anak-anak mereka, bahkan hingga apa pun yang terjadi di rumah, mereka akan membiarkan anak-anaknya. Hal ini terbawa begitu anak di luar, orangtua tidak terlalu peduli apakah anak-anak itu egois atau pelit kepada lingkungan sekitarnya. Perilaku memanjakan yang berlebihan dari orangtua ini akan membuat anak tidak mengerti apa itu arti berbagi.
Simak penjelasan lain di halaman berikutnya ya Bunda.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Simak juga cerita Aliya dan Ibas mendidik 4 anak dalam video di bawah ini:
DAMPAK BURUK ANAK PELIT
Halaman Selanjutnya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
Alasan 2 Saudara Kandung Punya Perilaku Berbeda, Ternyata Kuncinya di Otak Bun
3 Manfaat Bermain Pop It, Salah Satunya Atasi Stres Anak saat Pandemi
3 Cara Mengatasi Anak Pelit, Contohkan dari Kehidupan Sehari-hari Yuk
TERPOPULER
Pertama Kali ke Obgyn setelah Tes Kehamilan Positif? Siapkan 9 Pertanyaan Ini Bun
6 Mitos soal Merawat Bayi yang Sering Memicu Kecemasan Orang Tua Baru
9 Kalimat Orang IQ Tinggi yang Terdengar Biasa tapi Punya Makna Tersembunyi
Cara Mengenali Orang dari Kebiasaannya yang Banyak Bertanya
Ada 'Gula' dalam ASI, Ternyata Berkaitan dengan Perkembangan Otak Bayi
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel Tebal Serbaguna Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ada 'Gula' dalam ASI, Ternyata Berkaitan dengan Perkembangan Otak Bayi
6 Mitos soal Merawat Bayi yang Sering Memicu Kecemasan Orang Tua Baru
Pertama Kali ke Obgyn setelah Tes Kehamilan Positif? Siapkan 9 Pertanyaan Ini Bun
5 Fakta Menarik Yang Se Jong, Aktor Korea Pemeran Jaksa Ma Gang Wook di Drakor 'Spooky in Love'
9 Kalimat Orang IQ Tinggi yang Terdengar Biasa tapi Punya Makna Tersembunyi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sneakers Putih Polos yang Cocok Dipakai ke Mana Saja, Worth It Dikoleksi?
-
Beautynesia
Simak 5 Cara Agar Kulit Tetap Lembap dan Sehat di Ruangan Ber-AC
-
Female Daily
Run for Independence Day 2026: Rayakan Kemerdekaan dengan Lari untuk Gaya Hidup Sehat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Desainer Ganni Buat Sendiri Gaun Pengantin & Bridesmaids untuk Pernikahannya
-
Mommies Daily
Anak Ingin Gap Year? Jangan Langsung Menolak, Ini Faktanya