sign up SIGN UP search


parenting

Anak Alami Mental Health Seperti Putri Mona Ratuliu, Bisa Berobat Pakai BPJS

Mutiara Putri   |   Haibunda Kamis, 25 Aug 2022 18:52 WIB
Mona Ratuliu dan putrinya caption
Jakarta -

Beberapa waktu yang lalu, Davina Syafa Felisa atau Mima Shafa, menarik perhatian publik, Bunda. Hal ini lantaran Mima mengungkap dirinya menderita depresi dengan mengunggah video perjuangannya dan dukungan dari orang sekitarnya.

Putri sulung Mona Ratuliu dan dan Indra Brasco ini menceritakan gejala depresi yang ia alami ini sering datang dan pergi. Meski begitu, Mima tetap bangkit dan segera mencari bantuan.

"Sebenarnya aku enggak didiagnosis dengan depresi selama tujuh tahun. Depresi aku datang dan pergi dan itu juga salah satu gejala depresi saja dan sekarang masih dalam observasi sama psikiater dan psikolog," kata Mima Syafa dalam acara Pagi Pagi Ambyar beberapa waktu lalu.


Setelah beberapa tahun berada dalam kondisi yang tidak stabil, Mima akhirnya memahami tentang kondisi mentalnya ini, Bunda. Ia pun mengatakan penyebab depresi yang ia alami ini berasal dari dalam dirinya sendiri.

"Mungkin ada trigger dari lingkungan juga. Tapi ya kebanyakan dari yang sudah aku observasi selama beberapa tahun ini, banyak hal dari diri sendiri," ungkapnya.

Banyak orang yang berada di posisi Mima terlalu takut untuk bertemu dengan seorang profesional. Selain takut dilabeli negatif karena memiliki penyakit mental, beberapa orang juga takut berobat karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Program kesehatan pemerintah, BPJS Kesehatan ternyata turut berkontribusi dalam hal kejiwaan dan mental, Bunda. Mereka yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bisa memanfaatkan program ini untuk berobat di poli kejiwaan.

"Mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, manfaat jaminan kesehatan bersifat pelayanan kesehatan perorangan mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Ini artinya, seluruh peserta JKN-KIS bisa memperoleh manfaat dari program ini sesuai indikasi medis," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, dikutip laman bpjs-kesehatan.go.id.

Lebih lanjut, Ghufron mengatakan peserta penyandang disabilitas kejiwaan bisa mendapatkan akses pengobatan secara gratis. Akses pengobatan ini meliputi rehabilitasi medis dan konseling dengan psikolog di fasilitas kesehatan. Namun, hal ini harus sesuai dengan diagnosis dan indikasi medis yang diberikan oleh dokter.

Untuk konseling sendiri, peserta bisa menggunakan waktu tanpa batas dengan psikolog, apabila psikolog tersebut merupakan bagian dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Begitu juga di rumah sakit, apabila psikolog tersebut merupakan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut, peserta JKN-KIS yang mengalami disabilitas jiwa juga dapat melakukan konsultasi yang merupakan satu paket tarif INA-CBGs," tambah Ghufron.

Pada tahun 2020 lalu, Ghufron mengatakan ada banyak orang yang mengklaim BPJS Kesehatan untuk kasus gangguan jiwa dan mental, serta pelayanan rawat inap kejiwaan, Bunda. Diagnosisnya didominasi dengan skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan organik, hingga depresi.

Lantas bagaimana cara mengklaim BPJS Kesehatan untuk berobat kesehatan mental? Simak selengkapnya di laman berikutnya, yuk!

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video Mona Ratuliu menyusui dua anak sekaligus berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



CARA KLAIM BPJS KESEHATAN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Artikel Terkait
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!