sign up SIGN UP search


parenting

Vaksin Polio pada Anak: Manfaat, Waktu Imunisasi Serta Bedanya OPV & IPV

Hasna Fadhilah   |   Haibunda Senin, 21 Nov 2022 19:07 WIB
vaksin polio Ilustrasi vaksin polio/ Foto: Getty Images/iStockphoto/mtreasure

Masyarakat Indonesia digemparkan dengan kemunculan 1 kasus Polio di wilayah Pidie, Aceh. kasus tersebut muncul setelah Indonesia dinyatakan bebas polio pada 8 tahun lalu usai mendapatkan sertifikat resmi dari WHO tahun 2014. 

Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran, karena WHO juga menganalisis ada 30 provinsi di Indonesia yang masuk dalam kategori beresiko tinggi penyebaran virus polio. Sehingga Pemerintah Indonesia pun kini sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). 

Oleh sebab itu Bunda, sangat penting untuk mengetahui mengenai kasus polio dan pencegahannya untuk Si Kecil. Simak ulasannya berikut ini. 


Kasus polio di Indonesia

Ketika awal abad ke-20, Polio menyerang negara-negara industri di berbagai dunia yang menyebabkan kelumpuhan pada ratusan ribu anak setiap tahunnya. Setelah dilakukan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) selama 3 tahun berturut-turut pada tahun 1995-1997, virus polio liar asli Indonesia (indegenous) sudah dinyatakan hilang sejak tahun 1996. 

Namun pada 13 Maret 2005, ditemukan kasus polio importasi pertama di Cidahu, Sukabumi. Kasus tersebut menginfeksi 305 orang. 

Lantas kemudian ditemukan pula 46 kasus Vaccine Derived Polio Virus (VDPV) yang disebabkan karena virus dari vaksin yang terjadi apabila banyak anak yang tidak diimunisasi. 45 kasus di antaranya terjadi di semua kabupaten di Pulau Madura, dan 1 kasus di Probolinggo, Jawa Timur. 

Pemerintah kemudian melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), 2 kali mop-up, 5 kali PIN, dan 2 kali sub-PIN, sampai KLB tersebut dapat sepenuhnya ditanggulangi. 

Kasus polio terakhir yang tercatat mengalami kelumpuhan terjadi pada tanggal 20 Februari 2006 di Aceh. Baru kemudian kasus baru ditemukan di Pidie, Aceh, pada tanggal awal November lalu setelah Indonesia mendapatkan sertifikat resmi bebas polio dari WHO tahun 2014. 

Bahaya polio

Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui feses. Virus polio biasanya menyebar melalui makanan atau minuman yang mengandung kotoran manusia akibat lingkungan yang tidak bersih. 

Penyakit polio sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan pada sumsum tulang belakang bahkan kematian. Selain itu, hingga saat ini polio belum ditemukan obatnya. 

Gejala polio

Gejala awal yang ditimbulkan apabila terinfeksi virus polio ialah penderita mengalami demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, hingga leher kaku dan nyeri pada anggota badan. Anak di bawah usia 5 tahun menjadi yang paling rentan terkena virus polio, meskipun tidak menutup kemungkinan polio dapat pula menyerang remaja, orang dewasa hingga lansia.

Pencegahan polio

Meski begitu, tindakan pencegahan dapat dilakukan yaitu dengan melakukan imunisasi polio lengkap dan imunisasi rutin lainnya. Pencegahan lain yang dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup sehat seperti BAB di tempat yang sesuai standar, mencuci tangan dengan sabun, serta menggunakan air yang matang untuk konsumsi minum dan makan sehari-hari. 

Apa itu vaksin polio?

Vaksin polio adalah vaksin yang diberikan sebagai tindakan mencegah terjangkitnya virus polio. Vaksin polio menjadi salah satu jenis vaksin yang wajib diberikan kepada anak-anak di Indonesia seperti halnya vaksin campak dan hepatitis. 

Vaksin polio pertama kali digunakan secara massal pada tahun 1995 untuk memberantas kasus polio di Amerika Serikat. Kemudian secara bertahap, negara-negara lain mulai menggunakan vaksin polio sebagai tindakan preventif untuk menekan kasus polio di negaranya. Indonesia mulai menggalakkan imunisasi polio sejak dimulainya program Pekan Imunisasi Nasional pada tahun 1995 hingga saat ini.

Manfaat vaksin atau imunisasi polio pada anak

Imunisasi polio adalah pemberian vaksin polio yang diwajibkan oleh Pemerintah Indonesia untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun. Anak-anak usia di bawah 5 tahun adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi virus polio. Manfaat imunisasi polio adalah untuk menguatkan imun tubuh anak terhadap virus polio. Vaksinasi ini mampu menekan angka resiko tertularnya virus polio hingga mereka dewasa. 

Bahkan saat ini, sertifikat yang menandakan anak sudah mendapatkan imunisasi polio secara lengkap menjadi syarat masuk sekolah dasar di Indonesia. Selain itu, apabila vaksin sudah diberikan ketika mereka masih anak-anak, maka saat sudah dewasa sudah tidak lagi memerlukan imunisasi. 

Jenis vaksin polio

Vaksin polio ternyata juga memiliki beberapa jenisnya.  Di Indonesia, terdapat 2 jenis vaksin polio yang umum digunakan, yaitu:

1. Oral Polio Vaccine (OPV)

OPV merupakan jenis vaksin polio tetes yang aman dan efektif dalam memberikan perlindungan jangka panjang, sehingga dapat menghentikan penyebaran virus polio. Vaksin OPV ini berasal dari virus polio hidup yang dilemahkan. Vaksin OPV akan diteteskan ke mulut kepada anak-anak. 

Meski terbukti efektif, namun ditemukan beberapa kasus polio yang disebabkan karena vaskin oral ini sendiri. 

2. Inactivated Polio Vaccine (IPV)

Vaksin IPV berasal dari virus yang tidak aktif. IPV akan diberikan dengan cara disuntikkan di lengan atau kaki. Imunisasi IPV biasanya mulai diberikan atau disuntikkan saat bayi berumur 4 bulan. 

Beda OPV dan IPV 

Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Polio Vaccine (IPV) memiliki perbedaan yang cukup signifikan. OPV berasal dari virus polio hidup yang dilemahkan, sementara IPV merupakan virus polio yang sudah tidak aktif.

Secara penggunaan, OPV yang berbentuk obat tetes akan diteteskan ke dalam mulut bayi saat mereka usia 1-3 bulan. Sementara IPV akan disuntikkan di lengan atau kaki bayi saat mulai berusia 4 bulan. Harga vaksin OPV juga lebih terjangkau ketimbang IPV, sehingga jenis vaksin OPV masih banyak digunakan di Indonesia. 

Waktu yang tepat imunisasi polio pada anak

Sesuai dengan rekomendasi IDAI, vaksin polio diberikan minimal 4 kali sejak bayi baru dilahirkan. Waktu yang tepat memberikan vaksin polio pada anak apabila dirincikan yaitu:

  1. Dosis pertama saat usia 1 bulan
  2. Dosis kedua saat usia 2 bulan
  3. Dosis ketiga saat usia 3 bulan 
  4. Dosis terakhir atau penguat saat usia 4 bulan 

Efek imunisasi pada bayi baru lahir akan lebih terasa karena ketahanan imunnya sudah terbentuk sejak dini, sehingga kelak dapat mencegahnya terinfeksi virus polio.

Pemberian dosis vaksin polio tidak dianjurkan untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas. Namun, untuk beberapa orang yang memiliki resiko tinggi setelah berkontak langsung dengan virus polio, maka vaksinasi dapat dipertimbangkan apabila:

  1. Pelancong yang bepergian ke berbagai negara, dimana kasus polio masih terjadi.
  2. Orang yang bekerja di laboratorium yang menangani spesimen tertentu yang mungkin saja mengandung virus polio.
  3. Petugas kesehatan yang melakukan kontak langsung dengan seseorang yang terjangkit virus polio.

Efek samping suntik polio pada anak

Setelah mendapatkan suntik vaksin polio biasanya akan timbul beberapa efek samping pada anak. Maka dari itu Bunda musti memperhatikan apabila timbul gejala sebagai berikut:

  • Area yang telah disuntik terasa sakit 
  • Pusing 
  • Demam
  • Muntah
  • Anak menjadi rewel 
  • Kelelahan

Apabila Si Kecil mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius seperti demam tinggi, ngantuk berat, pingsan hingga kejang, maka segeralah menemui dokter agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. 

Estimasi harga vaksin polio

Estimasi harga vaksin polio di berbagai fasilitas kesehatan kisarannya mulai dari Rp85.000 hingga Rp300.000 per dosisnya. Meski begitu, apabila Bunda melakukan imunisasi polio di Puskesmas tidak akan dipungut biaya alias gratis dengan menggunakan BPJS. Jika tidak memiliki kartu BPJS, maka Bunda hanya akan dipungut biaya sebesar Rp2.000 saja.  

Namun apabila terjadi kasus orang dewasa melakukan kontak langsung dengan virus polio maka kisaran biaya untuk melakukan vaksinasi polio adalah Rp195.000. 

Setelah membaca ulasan di atas, semoga Bunda semakin berhati-hati dan tanggap mengenai bahayanya virus polio yang saat ini sudah ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Pastikan Si Kecil sudah mendapatkan imunisasi polio lengkap ya, Bunda!

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga manfaat imunisasi untuk anak dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
fase-anak
Anak Usia 0-6 Bulan Ketahui lebih jauh perkembangan anak 0-6 bulan. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!