PARENTING
Bayi Makan Telur Setengah Matang, Amankah? Efek Samping & Waktu Aman Konsumsi
Asri Ediyati | HaiBunda
Jumat, 27 Oct 2023 19:30 WIBTelur termasuk salah satu sumber protein hewani yang baik untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Telur paling baik disajikan dalam kondisi matang ke anak.
Lalu bagaimana dengan telur setengah matang? Amankah bayi makan telur setengah makan ya, Bunda?
Seperti diketahui, telur adalah bahan makanan yang mudah didapatkan. Telur banyak tersedia di sebagian besar toko kelontong dan pasar. Selain itu, bahan makanan ini mudah dikreasikan dan dicampur ke dalam berbagai hidangan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Setidaknya, dalam satu telur utuh mengandung sekitar 70 kalori dan 6 gram (g) protein. Kuning telur, khususnya, memiliki nilai gizi yang baik, yakni mengandung 250 miligram (mg) kolin yang dapat membantu kerja fungsi hati.
Selain kolin, telur utuh juga kaya akan vitamin B2, B12, dan asam folat. Nutrisi lain yang terkandung dalam telur adalah fosfor dan selenium dalam jumlah yang sehat.
Manfaat bayi makan yelur
Secara khusus, telur dapat memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil. Berikut beberapa manfaat bayi makan telur, seperti mengutip dari beberapa sumber:
1. Baik untuk pencernaan dan imunitas
Dilansir Parenting FirstCry, telur kaya akan kandungan mineral seperti kalsium, selenium, dan zinc. Kandungan mineral tersebut dapat membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh yang kuat, Bunda. Telur juga kaya akan asam folat, yang dapat membantu regenerasi sel dan berperan dalam imunitas.
Sementara itu, putih telur dapat membantu menjaga kandungan natrium dan kalium agar tetap seimbang dalam tubuh. Bagian kuning telurnya mudah dimakan dan dicerna oleh bayi. Tapi, harap diingat bahwa putih telur tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia satu tahun ya.
2. Baik untuk perkembangan otak
Kuning telur mengandung kolin dan kolesterol yang dikaitkan dengan perkembangan otak pada bayi. Kolesterol membantu pencernaan lemak dan juga membantu memproduksi hormon ketika kelenjar penghasil hormon menggunakannya. Sedangkan, kolin dapat membantu kerja fungsi sistem kardiovaskular dan saraf.
3. Fungsi hati dan kesehatan mata
Kandungan sulfur dalam telur membantu produksi keratin dan kolagen. Selain itu, kandungan ini juga bisa membantu menyerap vitamin B12, yang penting untuk kerja fungsi hati.
Kemudian, antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin juga ditemukan dalam kuning telur. Keduanya dapat melindungi mata anak dari kerusakan yang disebabkan oleh cahaya buruk dan sinar ultraviolet.
Amankah bayi makan telur setengah matang?
Bayi sebaiknya tidak diberikan telur setengah matang karena dikhawatirkan tidak aman. Telur setengah matang mungkin mengandung patogen, yang tidak dapat dilawan oleh sistem kekebalan bayi karena belum berkembang sepenuhnya.
Kuning telur yang lunak dan encer juga tidak disarankan untuk diberikan kepada anak karena kemungkinan mengandung bakteri Salmonella enteritidis, yang dapat menyebabkan infeksi. Salmonella enteritidis akan hancur ketika telur sudah matang sepenuhnya.
Perlu diketahui juga, kuning telur rebus yang lembut dan encer yang hanya dihangatkan saja, juga tidak cukup untuk membunuh bakteri Salmonella enteritidis. Memberikan telur matang adalah cara terbaik untuk menghindari anak dari infeksi Salmonella yang dapat ditandai dengan diare, demam, dan kram perut dengan gejala berlangsung antara 4 hingga 7 hari.
Kapan bayi mulai bisa makan telur?
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kuning telur dapat dengan aman dimasukkan ke dalam MPASI bayi sejak usia 8 bulan. Sementara itu, putih telur baru boleh dimasukkan setelah bayi berusia 12 bulan.
Namun, di beberapa negara, termasuk Indonesia, bayi biasanya sudah diperkenalkan dengan telur ketika mereka menginjak usia 6 bulan. Bila Bunda ragu soal pemberian telur ke MPASI, coba konsultasikan dulu ke dokter anak ya. Sebab, telur juga mengandung alergen. Beberapa bayi bisa mengalami alergi usai makan telur.
Saat memperkenalkan makanan baru ke Si Kecil, ada baiknya untuk menambahkannya secara perlahan dan satu per satu. Dengan begitu, Bunda dapat memperhatikan reaksi anak dan mengetahui makanan mana yang menyebabkan alergi.
Bunda dapat menunggu selama empat hari untuk melihat reaksinya. Perkenalkan anak pada telur pada hari pertama, lalu tunggu empat hari sebelum menambahkan sesuatu yang baru ke dalam makanan mereka. Bila melihat adanya reaksi alergi atau sensitivitas lainnya, segara hubungi dokter anak.
Cara yang baik untuk memperkenalkan protein hewani ini bisa dimulai dari kuning telur dulu. Dikutip dari Healthline, berikut beberapa ide tentang cara menambahkan kuning telur ke dalam makanan anak:
- Rebus telur hingga matang, kupas kulitnya, dan keluarkan kuningnya. Hancurkan bersama dengan ASI, susu formula, (atau susu UHT bila bayi berusia di atas 1 tahun). Saat bayi mulai makan lebih banyak, Bunda juga dapat menumbuk kuning telur dengan alpukat, pisang, ubi jalar, serta bubur buah dan sayuran lainnya.
- Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Panaskan wajan dengan sedikit minyak atau mentega. Orak-arik kuning telur dengan susu UHT. Bunda juga bisa menambahkan satu sendok makan bubur sayuran yang sudah termasuk dalam menu makanan anak.
- Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Kombinasikan dengan setengah cangkir oatmeal matang dan buah-buahan atau sayuran. Orak-arik sampai matang. Kemudian potong atau sobek menjadi beberapa bagian yang bisa diambil.
- Setelah anak berusia 1 tahun, Bunda dapat mencoba memberikannya secara utuh (kuning dan putih) dalam kondisi matang. Bunda juga bisa menambahkan telur utuh ke pancake, wafel, dan makanan lainnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(aci/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Simak Bun, 5 Sifat Anak yang Diwariskan dari Ibunya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Jenis Pisang yang Baik untuk Bayi, Bagus Diberikan Sejak Usia 6 Bulan
Mengenal Makanan Tambahan Balita, Manfaat, hingga Contoh dan Estimasi Harganya
5 Aturan Pemberian Makan pada Anak Menurut Ahli, Perhatikan Jadwalnya Bun
Selain Telur Setengah Matang, Catat 6 Jenis Makanan Berbahaya untuk Bayi
TERPOPULER
Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil
50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026
9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari
Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah
5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Deep Fryer Kecil Multifungsi Stainless Steel Anti Lengket dan Tahan karat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Hair Tonic Bantu Atasi Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Lap Microfiber Terbaik untuk Membersihkan Rumah, Motor, dan Mobil
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah
50 Nama Bayi yang Paling Populer Digunakan Orang Tua di Tahun 2026
Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil
9 Kalimat Diucapkan Orang yang Enggak Punya Empati dalam Percakapan Sehari-hari
5 Kebiasaan yang Membuat Anak Merasa Benar-Benar Dekat dengan Orang Tua
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Bernuansa Pink, 6 Potret Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia Gelar Lamaran
-
Beautynesia
4 Bulan Kelahiran yang Paling Jago Bernegosiasi
-
Female Daily
MASSHIRO&Co. Rayakan 1 Dekade Lewat The Summer Capsule 2026!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Jenis-jenis Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering, Berminyak, dan Kombinasi
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Aktivitas Anak lewat Mendongeng hingga Stroller Hamilton Terbaru untuk Keluarga