sign up SIGN UP search


parenting

Selain Telur Setengah Matang, Catat 6 Jenis Makanan Berbahaya untuk Bayi

Melly Febrida Senin, 26 Oct 2020 09:31 WIB
Broken hard boiled egg in decorative eggcup in form of rabbit with wheelbarrow, spoon with piece of egg on linen napkin. Egg white and yolk. Baby and diet food. caption

Seperti yang kita tahu, tak sembarang makanan boleh diberikan pada bayi sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu makan yang sangat dilarang untuk diberikan ke bayi adalah telur setengah matang, Bunda.

Kalau ada yang bilang, makan telur setengah matang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, pikirkan kembali dampaknya ke anak-anak jika mengonsumsinya.

Jane Clarke BSc, ahli nutrisi di UK dalam Complete Family Nutrition mengatakan bahwa jangan pernah memberikan bayi  putih telur, telur yang dimasak lembut, atau makanan yang dibuat dengan telur mentah sampai berusia satu tahun. 


Sementara Dr Pankaj Vohra, ahli gastroenterologi pediatrik dari India mengatakan, dalam telur yang belum matang terkadang mengandung bakteri salmonella dan dapat menyebabkan keracunan makanan salmonella jika dimakan. Infeksi bakteri salmonela dapat menyebabkan demam, muntah, dan diare.

"Sebagian besar infeksi salmonella dikaitkan dengan makan telur mentah, telur dengan kuning telur yang encer, dan makanan yang dibuat darinya," kata Vohra dikutip Baby Center.  

Kadang, ada juga Bunda yang tidak sengaja memberikan telur setengah matang kepada bayi karena tercampur dalam makanan lainnya. Nah, agar Bunda tidak melakukan kesalahan tersebut, berikut beberapa makanan yang mengandung telur mentah: 

  • Telur nog
  • Mousse
  • Adonan biskuit dan kue
  • Es krim buatan sendiri
  • Mayones buatan sendiri
  • Saus salad Caesar

Menurut Vohra, telur setengah matang sebaiknya dihindari oleh bayi dan anak kecil. Bunda seharusnya memasak telur sampai putih dan kuning telurnya padat karena akan membunuh bakteri apa pun, seperti salmonella.

Beberapa orang mungkin mengatakan, tidak masalah untuk makan telur mentah atau setengah matang jika menggunakan telur yang dipasteurisasi, karena proses pasteurisasi membunuh salmonella dan meminimalkan risikonya.  Namun, Vohra bilang berhati-hatilah karena kebanyakan telur yang beli di toko tidak dipasteurisasi.  

"Telur yang dipasteurisasi hanya tersedia di toko-toko tertentu," jelas Vohra.

Ketika Bunda memasak hidangan apa pun yang mengandung telur, harus dimakan sesegera mungkin setelah menyiapkannya.  Apabila Bunda tidak berencana untuk langsung memakannya, dinginkan dengan cepat lalu simpan di lemari es hingga dua hari, asalkan tidak ada pemadaman listrik.

Mengenai cara memasak telur yang aman untuk anak, dr.Verawati S, SpGK., menyarankan agar sebaiknya rebus telur minimal 7 menit dan masak pada kedua sisinya. Hindari juga konsumsi Caesar dressing dan mayones. Jangan lupa, Bunda, hindari juga konsumsi makanan yang mengandung merkuri tinggi. Menurut Vera, merkuri merupakan hasil dari pertambangan yang masuk ke dalam laut dan dimakan plankton.

Selain telur setengah matang, ada beberapa makanan lain yang sebaiknya tidak diberikan ke bayi:

1. Susu murni: Jangan memberikan susu sapi, domba, susu kambing atau kedelai untuk diminum. Berikan hanya ASI atau susu formula.

2. Berondong jagung dan keripik: makanan ini bahaya tersedak dan cenderung tinggi garam.  

3. Kacang-kacangan: jangan berikan produk yang mengandung kacang-kacangan kepada bayi di bawah umur enam bulan, karena dapat menimbulkan reaksi alergi.  Hindari potongan kacang-kacangan dan kacang utuh sampai anak berusia lima tahun karena berisiko tersedak.  

4. Anggur utuh: anggur utuh dan tomat ceri, juga dapat masuk ke tenggorokan dan menyebabkan tersedak.  Jadi potong menjadi dua, dan awasi bayi saat memakannya.  

5. Hindari semua madu sampai bayi Anda berusia satu tahun karena risiko botulisme pada bayi.  Lebih baik pemanis dari buah, pisang tumbuk, ASI, atau susu formula. 

6. Buah dan sayuran keras:  potongan kecil sayuran mentah, keras, dapat menyebabkan tersedak. Beri bayi jus lembut, yang dimasak sebentar, atau jus alami.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda. Serta ingat, jangan pernah memberikan telur setengah matang pada anak di bawah satu tahun.

Bunda, simak juga yuk ikan pengganti salmon untuk MPASI dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi