parenting

Cara Mengenalkan Telur Pertama Kali pada Si Kecil

Melly Febrida Senin, 10 Jun 2019 16:00 WIB
Cara Mengenalkan Telur Pertama Kali pada Si Kecil
Jakarta - Tak sedikit anak-anak yang alergi telur. Hal ini yang tak jarang bikin orang tua galau memberi telur ke si kecil untuk pertama kalinya. Apabila Bunda ingin mencobanya, bisa memulai dengan cara ini.

Konsultan Ahli Gizi Dr.Seema Khanna mengatakan Bunda bisa memasukkan kuning telur yang dicampur atau dicacah dengan sedikit ASI atau susu formula. Campuran ini bisa diberikan untuk sarapan.

Saat memperkenalkan makanan baru kepada bayi, kata Khanna, sebaiknya menambahkannya secara perlahan dan satu demi satu. Dengan cara ini, Bunda dapat melihat reaksi anak. Setelah jeda 15 hari, Bunda bisa memasukkan putih telur rebus dalam bentuk ditumbuk.


Telur umumnya dianggap sebagai makanan awal yang aman. Tapi, Khanna mengingatkan apabila ada riwayat keluarga dengan reaksi alergi, orang tua harus berhati-hati saat memperkenalkan makanan baru ke anak.



Sejak usia berapa anak bisa dikenalkan telur? Menurut Khanna, bayi pada usia sembilan bulan hingga satu tahun bisa mulai diberikan telur. Awalnya, telur rebus lunak (direbus selama enam hingga tujuh menit) karena lebih mudah dicerna.

"Satu telur sehari sudah cukup. Kolin dalam telur adalah nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak. Telur adalah makanan lengkap untuk anak berusia satu tahun," tulis Khanna mengutip Indian Express.

Dilansir Kidshealth, anak usia 2 tahun ke atas dianjurkan mengonsumsi 300 mg kolesterol per harinya. Untuk anak umur 8 bulan sampai 1 tahun dalam seminggu bolehlah dia makan telur tiga sampai empat kali, Bun.

Meski berprotein tinggi, lanjut Khanna, 2 persen anak-anak bisa mengalami reaksi alergi. Kuning telur tidak mengandung protein tetapi bagian putihnya, berpotensi memicu reaksi alergi ringan hingga berat.

Ketika seseorang memiliki alergi makanan, tubuh mereka menanggapinya sebagai bahan berbahaya. Dan parahnya, gejala yang timbul tergantung sistem kekebalan tubuh.

"Sistem kekebalan anak belum sepenuhnya berkembang dan mungkin tidak dapat merespons protein tertentu dalam putih telur. Akibatnya, mereka mungkin mengalami ruam, nyeri, sakit perut, diare, mual, muntah, mengi, hidung tersumbat, atau sulit bernapas," katanya.

Cara Mengenalkan Telur Pertama Kali pada Si KecilFoto: Istimewa
Khanna menambahkan telur mengandung 70 kalori, 6 gram protein, dan 0 karbohidrat. Itulah yang membuat telur kerap disebut sebagai superfood karena sarat dengan beberapa nutrisi langka yang tidak kita dapatkan dari makanan lain. Telur juga mengandung asam folat, vitamin A, vitamin B, fosfor dan selenium

Telur memang tinggi kolesterol. Tapi, Khanna mengatakan, telur tidak meningkatkan kolesterol darah. Alasannya, ketika kolesterol dalam makanan meningkat, hati menghasilkan lebih sedikit kolesterol.



"Ini agak meningkatkan HDL dengan kepadatan tinggi dalam tubuh kita, yang baik untuk kesehatan. Telur juga mengandung kolin, yang digunakan untuk membangun membran sel dan berperan dalam memproduksi molekul pensinyalan di otak," paparnya.

Khanna menambahkan, telur juga mengandung lutin dan zenamthin (antioksidan) yang amat bermanfaat bagi kesehatan mata.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi