PARENTING
Cara Mengatasi Rasa Sakit pada Paha Bayi setelah Imunisasi
Kinan | HaiBunda
Senin, 08 Jan 2024 22:20 WIBWaktu imunisasi tiba, waktunya Bunda bersiap menghadapi Si Kecil yang rewel. Bayi yang menjalani imunisasi, terutama suntik di area paha, bisa menjadi rewel karena kesakitan.
Sebenarnya, hal tersebut wajar terjadi. Lalu adakah cara mengatasi rasa sakit pada paha bayi setelah imunisasi yang aman dan efektif?
Sebelumnya, Bunda perlu ketahui terlebih dahulu ya. Terkadang, sensasi nyeri yang dirasakan bayi memang tidak langsung berakhir begitu saja setelah suntikan usai diberikan.
Dikutip dari What to Expect, pemberian vaksin kadang-kadang menimbulkan beberapa efek samping ringan. Misalnya, muncul bengkak dan kemerahan di tempat suntikan, demam, atau rasa tidak nyaman.
Mengapa muncul rasa sakit pada paha bayi setelah imunisasi?
Dilansir laman Seattle Childrens, munculnya rasa nyeri, kemerahan, dan bengkak adalah hal yang normal terjadi di tempat suntikan. Sebagian besar gejala ini dimulai dalam 12 jam pertama setelah suntikan diberikan.
Selain itu, demam ringan juga dapat muncul pada hari pertama atau kedua setelah suntikan, dan kondisi ini juga dapat dikatakan sebagai reaksi normal.
Alih-alih khawatir, Bunda sebaiknya merasa lega, respons yang muncul usai imunisasi tersebut justru menjadi pertanda bahwa vaksin yang disuntikkan sedang bekerja. Tubuh anak sedang membuat antibodi baru untuk melindungi dari penyakit yang sebenarnya.
Cara mengatasi ketidaknyamanan dan rasa sakit setelah imunisasi
Meski umumnya bukan masalah yang serius, rasa sakit pada paha bayi setelah imunisasi bisa membuat anak terus-menerus rewel, hingga menolak makan dan sulit tidur. Nah, untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut, Bunda dapat melakukan cara mudah, yakni:
1. Berikan waktu tenang pada anak
Mengutip dari Mom Junction, bayi mungkin akan merasa kesal dan kelelahan karena menangis setelah imunisasi. Jika kondisinya demikian, maka Bunda perlu memberikan ketenangan terlebih dahulu pada Si Kecil.
Letakkan bayi di ruangan yang nyaman, dengan suhu yang cukup sejuk, dan tenang. Setelah tubuhnya dibersihkan, pakaikan bayi dengan baju yang longgar, nyaman, serta dapat menyerap keringat dengan baik.
2. Gendong bayi
Pegang bayi dekat dengan Bunda selama dan setelah imunisasi. Bayi mungkin akan merasa lebih aman dan nyaman bila bersentuhan skin-to-skin dengan orang terdekatnya.
3. Beri pelukan
Menurut Anna Taddio, Ph.D, dari University of Toronto, kenyamanan fisik berpotensi dapat mengurangi rasa sakit pada anak-anak. BErikut metode 5S yang dapat diterapkan ke bayi usai imunisasi:
- Swaddling, yakni membedong bayi senyamannya dengan kain atau selimut yang tidak terlalu tebal.
- Side/stomach position, yakni memeluk atau menggendong bayi di sisi samping Bunda.
- Shushing, yakni menenangkan bayi dengan suara 'sshh, shhh, shhh' perlahan
- Swinging, mengayunkan perlahan tubuh bayi.
- Sucking, memberikan bayi sesuatu untuk diisap (termasuk menyusui).
4. Kompres hangat
Jika bayi tampak tidak nyaman karena paha atau area suntikannya terlihat kemerahan, Bunda dapat menempelkan kompres hangat selama 10 menit. Cara ini dapat diulangi sesuai kebutuhan.
Kompres hangat akan meningkatkan aliran darah di area tersebut. Bunda juga bisa menggantinya dengan kompres dingin sesuai kenyamanan.
5. Alihkan perhatian bayi
Distraksi didefinisikan sebagai metode atau strategi untuk mengalihkan perhatian individu dari rasa sakit. Misalnya, Bunda dapat mengajak Si Kecil bermain usai imunikasi. Bunda juga dapat mengajak anak mengobrol atau memberikan benda-benda lain, termasuk mainan atau buku kesukaan Si Kecil.
Memberikan benda favorit atau melakukan permainan 'cilukba' sederhana diketahui dapat membantu mengalihkan perhatian bayi dan mengurangi stres setelah imunisasi.
5. Diberikan ASI
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyusui anak bisa membantu mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit dan membuatnya lebih rileks. Memenuhi kebutuhan cairan juga berpotensi membantu menurunkan demam, yang merupakan salah satu efek umum setelah imunisasi.
Aktivitas menyusui pun dipercaya dapat memberikan efek pereda nyeri alami pada bayi karena beberapa alasan seperti kontak skin-to-skin, efek menenangkan saat mengisap, disentuh oleh ibunya, dan juga rasa dari ASI itu sendiri.
6. Pijat perlahan-lahan
Secara perlahan, Bunda juga bisa memijat secara lembut di sekitar area kulit yang disuntik untuk membantu meredakan nyeri. Berikan pijatan sambil bernyanyi atau mengajak bercanda, agar bayi teralihkan dari rasa nyeri setelah imunisasi.
Tapi perlu diingat. Hentikan pemijatan bila bayi merasa tidak nyaman atau merasa semakin kesakitan.
7. Berikan lebih banyak cairan
Jika Bunda menyusui secara eksklusif bayi, maka terus lakukan hal yang sama setelah imunisasi. Pastikan kebutuhan cairan bayi tetap terpenuhi.
Namun jika bayi sudah memasuki fase MPASI, maka ia mungkin hanya mengonsumsi cairan dan makanan lebih sedikit dari biasanya selama 24 jam pertama setelah imunisasi. Dalam kasus seperti itu, Bunda dapat mempertimbangkan untuk memberi makanan cair berupa bubur atau sup.
Mengutip laman University of California School of Medicine, setelah disuntik imunisasi sebenarnya wajar bila terjadi pembengkakan di area tempat jarum masuk ke dalam kulit.
Ini adalah reaksi alami tubuh terhadap jarum dan/atau vaksin yang disuntikkan. Reaksi dapat terjadi segera atau bahkan berjam-jam setelah penyuntikan dilakukan. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini tidak serius.
Sebagian besar reaksi sakit di area bekas suntikan, misalnya paha, hanya berlangsung 1-2 hari dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa tindakan apapun. Tetapi jika setelah 24 jam gejala tidak kunjung membaik dan malah semakin parah, segera konsultasi ke dokter.
Demikian cara mengatasi rasa sakit pada paha bayi usai imunisasi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)Simak video di bawah ini, Bun:
Bayi Susah Sendawa, Apa yang Harus Dilakukan?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Normalkah Bekas Suntikan Imunisasi Bengkak? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya
Tips Menggunting Kuku Bayi yang Aman
Amankah Anak dengan Alergi Telur Diberi Vaksinasi MMR?
Di Italia, Anak Belum Imunisasi Tak Boleh Sekolah
TERPOPULER
Cerita Sarah Azhari Awal Pindah ke LA, Kemalingan hingga Cincin Kawin Ikut Hilang
Bantu Anak Tetap Sehat, Ini 7 Buah yang Direkomendasikan Ahli Gizi
Jangan Beli Mainan AI untuk Anak di Bawah 5 Tahun, Pakar Ungkap Risikonya
Kemenkes Bakal Siapkan Self Sampling Skrining DNA HPV Gratis untuk Deteksi Kanker Leher Rahim
Bakal Hadir Tes Darah yang Bisa Tentukan Jenis Pengobatan Terbaik untuk Pasien Kanker Payudara
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
30 Vitamin yang Bagus untuk Ibu Hamil agar Tetap Sehat
Azhar HanifahREKOMENDASI PRODUK
8 Rekomendasi Yogurt untuk Ibu Hamil, Ketahui Risiko & Manfaatnya
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum Vitamin C, Cerahkan Wajah Kusam dan Bikin Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaTERBARU DARI HAIBUNDA
13 Buah yang Mengandung Kalsium untuk Ibu Hamil
Arti Nama Cheryl dan 30 Rangkaiannya untuk Bayi Perempuan
Bantu Anak Tetap Sehat, Ini 7 Buah yang Direkomendasikan Ahli Gizi
Cerita Sarah Azhari Awal Pindah ke LA, Kemalingan hingga Cincin Kawin Ikut Hilang
Jangan Beli Mainan AI untuk Anak di Bawah 5 Tahun, Pakar Ungkap Risikonya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Bikin Heboh! Mantan Idol Jepang Ini Putuskan Pensiun dan Terjun ke Dunia Politik
-
Beautynesia
8 Ide Outfit Airport Style ala Idol K-Pop yang Mudah Ditiru untuk Sehari-hari
-
Female Daily
Ini Parfum untuk Gen Z yang Lagi Ngejar Mimpi, Ambisius, dan Aktif Seharian!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video: Recreate Outfit First Lady NYC Rama Duwaji
-
Mommies Daily
Tren Color Walk: Jalan Kaki yang Bikin Anak dan Dewasa Lebih Tenang