HaiBunda

PARENTING

Pakar Ungkap Penyebab Pelecehan Seksual yang Dilakukan Anak TK

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Selasa, 06 Feb 2024 14:21 WIB
Anak TK korban pelecehan seksual/ Foto: Getty Images/Jatuporn Tansirimas
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, masyarakat digemparkan dengan pemberitaan anak TK yang menjadi korban pelecehan seksual di Pekanbaru, Riau. Menyedihkannya lagi, pelaku juga masih duduk di bangku TK.

Ini tentu melukai banyak hati orang tua. Sekolah dianggap sebagai tempat yang aman untuk anak tumbuh. Namun sayangnya, seorang anak TK di Pekanbaru malah menjadi korban pelecehan temannya sendiri.

Setelah dilakukan pemeriksaan, terkuak bahwa perbuatan tak senonoh itu dilakukan pelaku sejak Oktober 2023. Setelah tiga bulan, pada Januari 2024 keluarga mulai mencurigai perilaku korban.


Sang ayah melihat anaknya mengalami perubahan perilaku. Sehingga kemudian mencari tahu apa yang sedang terjadi pada anaknya itu.

Menanggapi hal itu, pakar psikologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Neny Ainy Fardana, M.Si, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnnya, sudah seharusnya PAUD-TK menjadi masa yang menyenangkan untuk anak-anak.

Pada usia TK, memang anak sudah mengerti kapan harus membuang kotoran (fase anak), termasuk kegunaan alamat kelamin dan anal. "Mereka juga mulai mengenali konsep tubuh dan bagian-bagian tubuhnya. Hal ini merupakan hal alamiah yang dialami oleh anak. Namun, yang perlu ditekankan bahwa saat fase tersebut tidak ada hasrat seksualitas," kata Neny dikutip dari detikcom, Selasa (6/2/2024).

Menurut Neny, pelecehan seksual seperti ini bisa terjadi karena pengaruh lingkungan. Itu sebabnya, orang tua harus mengambil peranan lebih banyak dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya sedari dini. 

Anak kecil cenderung mengamati tindakan orang dewasa, dan mereka adalah peniru ulung yang mudah sekali mengikuti apa yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. 

"Peran orang tua tak hanya sebagai pendamping, namun juga memberikan pemahaman kepada anak agar nantinya anak dapat memaknai dan mencerna hal baik di sekitar mereka. Baik itu berupa tontonan, perilaku, dan kebiasaan," kata Nany.

Bagaimana mengatasi hal ini?

LANJUTKAN MEMBACA KLIK DI SINI!

 

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Tak Selalu Negatif! Ini 5 Manfaat Anak Bermain Gadget, Tetap Harus Ditemani, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Steffi Zamora dan Nino Fernandez Ungkap Alasan Pindah dari Jakarta dan Pilih Hidup di Bali

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Momen Kebersamaan Bunga Zainal dan Suami Pengusaha, Beda Usia 18 Tahun

Mom's Life Annisa Karnesyia

Batas Usia Masuk Sekolah 2026/2027: TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Paket A di SPMB DKI Jakarta

Parenting Kinan

7 Cara Mengeluarkan Sisa Janin Pasca Keguguran Tanpa Kuret

Kehamilan Melly Febrida

7 Kebiasaan di Rumah Dapat Menarik Kekayaan Dalam Hidup Menurut Feng Shui

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gaya Helikopter dalam Berhubungan Intim: Cara Melakukan, Risiko & Hal yang Perlu Diperhatikan

Steffi Zamora dan Nino Fernandez Ungkap Alasan Pindah dari Jakarta dan Pilih Hidup di Bali

Batas Usia Masuk Sekolah 2026/2027: TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan Paket A di SPMB DKI Jakarta

7 Cara Mengeluarkan Sisa Janin Pasca Keguguran Tanpa Kuret

5 Momen Kebersamaan Bunga Zainal dan Suami Pengusaha, Beda Usia 18 Tahun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK