HaiBunda

PARENTING

Bagaimana Cara Jelaskan ke Anak soal Idul Adha Bukan Peristiwa Mengerikan? Ini Kata Ustaz

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Sabtu, 15 Jun 2024 21:00 WIB
Ilustrasi Menjelaskan Idul Adha pada Anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/golfcphoto
Jakarta -

Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari yang dinantikan oleh umat Muslim. Di hari ini, biasanya dilaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba.

Idul Adha sendiri dapat dikatakan sebagai Hari Raya Kurban yang penting untuk diperingati. Bukan tanpa alasan, ini lantaran sejarah penyembelihan Nabi Ismail AS oleh sang Ayah, Nabi Ibrahim AS, atas perintah Allah SWT.

"Kalau dulu sejarahnya kan saat penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim karena perintah Tuhan. Tapi sebagai ujian, sebetulnya sebagai ujian. Lalu kemudian tentu saja Tuhan tidak akan memerintahkan menyembelih manusia," ujar Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), Cirebon, Kiai Marzuki Wahid, pada HaiBunda, Kamis (13/6/2024).


"Kemudian Nabi Ismail diganti dengan gibas (hewan sejenis kambing) sebagai pengganti kurban. Karena itu, kemudian kurban itu menyembelih binatang-binatang yang memang layak untuk dikonsumsi manusia," sambungnya.

Peristiwa penyembelihan hewan kurban ini akan memperlihatkan prosesi pemotongan hewan kurban secara langsung. Namun, bagaimana caranya menjelaskan kepada anak bahwa Idul Adha bukanlah sebuah peristiwa yang mengerikan?

Cara menjelaskan ke anak tentang Idul Adha

Kiai Marzuki turut menjelaskan perihal cara menjelaskan ke anak tentang Idul Adha. Kiai Marzuki menyebut ada baiknya untuk mengenalkan Idul Adha sebagai hari untuk meningkatkan gizi hewani.

"Cara menjelaskan kepada anak-anak bahwa itu adalah bukan hari yang mengerikan karena penyembelihan Nabi Ismail oleh bapaknya Nabi Ibrahim, saya kira harus dijelaskan bahwa ini adalah hari peningkatan gizi hewani. Hari peningkatan gizi hewani," paparnya.

Bunda bisa katakan pada Si Kecil bahwa Islam menetapkan hari peningkatan gizi ini selama tiga hari. Sehingga, orang yang memiliki kekayaan disunnahkan untuk berkurban dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat agar bisa dinikmati.

"Artinya selama tiga hari, Islam menetapkan sebagai hari peningkatan gizi protein hewani. Sehingga orang yang memiliki kekayaan disunnahkan untuk berkorban. Lalu kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat agar bisa dinikmati sebagai bagian dari konsumsi protein hewani," sambungnya.

Selain itu, Bunda juga bisa mengajarkan kepada Si Kecil bahwa Hari Raya Idul Adha ini merupakan hari untuk merayakan orang yang berangkat haji.

"Kita bisa menjelaskan Hari Raya Idul Adha untuk merayakan Hari Raya Haji. Orang sering mengatakan juga Hari Raya Haji. Jadi, bisa disebut bukan sebagai Hari Raya Kurban, tapi Hari Raya Haji," ujar Kiai Marzuki.

"Tetapi kemudian diminta untuk hari peningkatan konsumsi protein hewani. Jadi ini juga untuk mencegah stunting kalau untuk anak di bawah dua tahun," imbuhnya.

Lantas, kapan usia tepat anak boleh menyaksikan penyembelihan hewan kurban, ya?

Usia anak boleh melihat penyembelihan hewan kurban

Psikolog anak dan keluarga, Sani Budiantini Hermawan mengungkap anak umumnya merasa penasaran untuk melihat hewan yang akan disembelih. Namun, nyatanya tidak semua anak siap melihat hal ini.

Saat anak tidak siap melihat proses penyembelihan hewan kurban, anak bisa mengalami trauma berkepanjangan. Misalnya saja mereka enggan makan daging, murung, hingga sedih berkepanjangan.

"Memang anak biasanya penasaran untuk melihat hewan yang disembelih. Tapi ternyata enggak semua anak siap untuk melihat penyembelihan kurban tersebut. Kadang-kadang anak juga akhirnya enggak mau makan daging, murung, kemudian sedih berkepanjangan karena kasihan," paparnya ketika diwawancarai HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Sani mengatakan bahwa kesiapan seorang anak untuk melihat penyembelihan hewan kurban perlu dilakukan observasi lebih lanjut. Caranya, Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk melihatnya dari jauh terlebih dahulu.

"Jadi menurut saya, siap enggak siapnya anak itu perlu diobservasi oleh orang tua sejauh mana dia oke. Misalnya dari jauh dulu melihatnya, kemudian mungkin mendekat kalau dia oke. Tapi kadang-kadang anak enggak tahu dia okay or not okay. Makanya harus dilihat dari jauh dahulu," ujar Sani.

Demikian informasi tentang menjelaskan Hari Raya Idul Adha kepada anak, Bunda. Semoga dapat memberikan manfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

BundaTalks: Tips Terapkan Parenting Islami pada Anak, Mulai dari Mana?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri-ciri Orang dengan Pola Pikir Mendalam, Sering Ucapkan 11 Kalimat ini Menurut Psikolog

Mom's Life Azhar Hanifah

Bunda Perlu Tahu, Ini 5 Ciri-ciri Tikus Bersarang di Dalam Rumah

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Viral Olahan Ikan Sapu-sapu Jadi Siomay dan Abon, Ini Penjelasan Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Kapan Anak Mulai Bisa Mengingat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Parenting Indah Ramadhani

Kenali Pedoman Gizi Seimbang, Daftar Makanan & Pilar Utamanya

Mom's Life Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Pengantin Tagih Hadiah ke Tamu Meski Sudah Berikan Uang Rp33 Juta, Ternyata...

Kapan Anak Mulai Bisa Mengingat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenali Pedoman Gizi Seimbang, Daftar Makanan & Pilar Utamanya

Viral Olahan Ikan Sapu-sapu Jadi Siomay dan Abon, Ini Penjelasan Pakar

Bunda Perlu Tahu, Ini 5 Ciri-ciri Tikus Bersarang di Dalam Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK