PARENTING
Daftar Sayuran yang Tidak Boleh untuk MPASI di Usia Tertentu
Kinan | HaiBunda
Senin, 21 Oct 2024 04:00 WIBBenarkah ada sayuran yang tidak boleh untuk MPASI Si Kecil? Pertanyaan ini masih kerap menjadi hal yang membuat bingung para Bunda. Terutama karena sayuran dianggap bernutrisi tinggi karena mengandung vitamin dan mineral.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa ada beberapa jenis sayuran yang tidak boleh untuk MPASI di usia tertentu. Selain karena suatu kandungan yang dimilikinya, maupun karena tekstur sehingga perlu dimodifikasi lebih lanjut.
Seperti halnya kelompok makanan lainnya, Bunda mungkin mengalami kendala saat memperkenalkan anak pada dunia sayuran yang luas dan berwarna-warni.
Meskipun alergi terhadap sayuran jarang terjadi dan tidak ada sayuran yang termasuk dalam jenis alergen makanan teratas, anak tetap memiliki kemungkinan mengalami reaksi alergi terhadap makanan apa pun.
Jika bayi mengalami gejala seperti muntah, diare, mengi, gatal-gatal, atau ruam setelah makan sayuran tertentu, bicarakan dengan dokter anak tentang kemungkinan alergi atau kepekaan berlebih terhadap makanan.
Sayuran yang tidak boleh untuk MPASI
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), dalam suatu studi di tahun 2005 disebutkan bahwa makanan atau sayuran dengan kandungan nitrat yang tinggi sebaiknya dihindari untuk anak berusia di bawah 1 tahun.
Mengapa? Jenis-jenis sayuran yang mengandung asam nitrat umumnya masih sulit dicerna oleh anak di bawah usia 1 tahun. Ini karena mereka belum memiliki asam lambung yang untuk proses pemecahan nitrat tersebut, Bunda.
Beberapa jenis sayuran dengan asam nitrat yang tinggi salah satunya adalah bayam. Meski sayuran ini mungkin menjadi salah satu bahan sayuran favorit Bunda untuk menjadi menu MPASI Si Kecil, jika tidak disimpan dan diolah dengan tepat bisa memberi efek kurang baik bagi kesehatan anak.
Sebaiknya tunggu bayi berusia kurang lebih 8 bulan untuk bisa makan bayam ya, Bunda. Sayuran lain yang juga cenderung memiliki asam nitrat tinggi termasuk seperti brokoli, kembang kol, kacang hijau, kubis, dan kale.
Dikutip dari Healthline, beberapa jenis sayuran lain yang sebaiknya dihindari untuk MPASI di antaranya:
Wortel bayi
Wortel bayi atau baby carrot terkadang mungkin bukanlah pilihan yang selalu baik untuk bayi. Ini terutama karena ukuran dan tekstur kerasnya memicu risiko tersedak.
Seledri
Serat-serat seledri mentah yang berserat dapat dengan mudah tersangkut di tenggorokan bayi. Jika ingin menyajikan seledri, pastikan seledri tersebut dimasak hingga matang dan dipotong-potong kecil.
Jagung
Biji jagung juga bisa memicu risiko tersedak pada bayi. Bunda dapat menghaluskan terlebih dahulu jika ingin memberikan jagung sebagai menu MPASI Si Kecil.
Sayuran mentah yang keras
AAP juga menyebutkan bahwa potongan sayuran mentah tetap berbahaya untuk tersedak hingga anak-anak mencapai usia 4 tahun.
Ingat, bukan berarti Bunda tidak boleh memasukkan jenis-jenis sayuran tersebut pada menu MPASI, ya. Mungkin lebih tepatnya tunggu sampai anak mencapai usia tertentu dan hindari dulu dikonsumsi berlebihan sebelum bayi berusia 1 tahun.
Pentingnya menyimpan dan mengolah sayuran untuk MPASI
Selain dari kandungannya sendiri, cara menyimpan dan mengolah sayuran untuk MPASI juga perlu menjadi perhatian Bunda.
Salah satunya yakni hindari memberikan sayuran mentah untuk MPASI bayi. Selain susah ditelan bayi, sayuran mentah juga sulit dicerna karena mengandung selulosa, sehingga rentan menyebabkan diare dan sakit perut pada bayi.
Dikutip dari Baby Center, masak sayuran seperti wortel, seledri, dan brokoli hingga setengah matang, lalu potong dadu, parut, atau potong menjadi potongan tidak lebih besar dari 1,2 cm sebelum disajikan.
Jangan lupa bahwa bakteri penyebab kontaminasi bisa tumbuh di makanan, termasuk nasi, pasta, dan sayur-sayuran.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut lima aturan menyimpan MPASI agar tidak berbahaya:
- Makanan disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celsius.
- Simpan daging dan ikan dalam wadah plastik. Letakkan terpisah makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan yang siap dimakan.
- Seluruh makanan harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang tertulis di kemasan dan tidak boleh digunakan setelah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar suhu ruangan selama dua jam atau lebih.
- Cairkan makanan beku (frozen food) yang ada di lemari pendingin menggunakan microwave. Makanan yang telah dicairkan harus segera dimasak dan tidak baik dibekukan kembali.
Demikian ulasan tentang berbagai jenis sayuran yang tidak boleh untuk MPASI. Jika masih ragu atau bingung, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Terutama bila Si Kecil memiliki riwayat alergi atau masalah kesehatan tertentu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tanda Anak Butuh Pakai Kacamata
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Resep Gadon Sapi untuk MPASI Anak Usia 1 Tahun, dan Menu Tinggi Kalori Lainnya
10 Cara Hadapi Anak GTM Tanpa Drama, Jangan Dipaksa Ya Bunda
10 Menu Finger Food MPASI, Bantu Optimalkan Perkembangan Motorik Si Kecil
5 Kriteria Makanan untuk Perkembangan Bayi 6-12 Bulan
TERPOPULER
Pantai Italia Larang Pengunjung Usia 10-65 Tahun Pakai Payung, Alasan di Baliknya Curi Perhatian
7 Kalimat Orang Tua Zaman Dulu yang Ternyata Buruk untuk Perkembangan Anak
Ikuti jejak Ayah! Diva Anak Shandy Sjariff Jajaki Modeling, Wajah dan Tinggi Curi Perhatian
Photoshoot Romantis Shenina Cinnamon & Angga Yunanda di Kehamilan Anak Pertama
7 Risiko KB IUD yang Jarang Dibahas, Calon Pengguna Wajib Tahu Sebelum Pasang
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Buku Tulis Sekolah Anak yang Bagus dan Tidak Mudah Rusak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Powerbank CCC dan Fast Charging, Cocok buat Pertolongan saat Mati Lampu
asaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Pantai Italia Larang Pengunjung Usia 10-65 Tahun Pakai Payung, Alasan di Baliknya Curi Perhatian
Photoshoot Romantis Shenina Cinnamon & Angga Yunanda di Kehamilan Anak Pertama
7 Kalimat Orang Tua Zaman Dulu yang Ternyata Buruk untuk Perkembangan Anak
Makin Dekat dengan Idol Favorit, Allo Bank dan Weverse Hadirkan Cara Baru Top-Up Jelly dengan Rupiah
Ikuti jejak Ayah! Diva Anak Shandy Sjariff Jajaki Modeling, Wajah dan Tinggi Curi Perhatian
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Benarkah Rutin Makan Wortel Bikin Minus Mata Berkurang? Ini Faktanya
-
Beautynesia
5 Cara Mengenali Orang yang Diam-Diam Tidak Suka Padamu Dilihat dari Bahasa Tubuh Menurut Pakar
-
Female Daily
Takut Hasilnya Positif, Apa Aku Satu-satunya yang Takut Tes HPV?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tes Kepribadian Lewat Parfum, Apa Kata Aroma Favorit tentang Kamu?
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Kolaborasi Allo Bank dan Weverse hingga Aktivitas Keluarga Toy Story 5