PARENTING
Spinal Muscular Atrophy pada Anak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobatinya
Mutiara Putri | HaiBunda
Kamis, 10 Apr 2025 21:20 WIBSetiap anak berisiko terserang berbagai macam penyakit, termasuk yang diturunkan secara genetik. Salah satu kondisi yang jarang dibahas adalah Spinal Muscular Athrophy (SMA).
SMA merupakan kondisi motorik yang diturunkan secara resesif dan ditandai dengan adanya kelemahan dan atrofi otot progresif. Diketahui bahwa sampai saat ini SMA masih belum ada obatnya, Bunda.
"Ini adalah momen mendebarkan membicarakan SMA, karena sampai saat ini tidak ada terapi yang bisa mengobati penyakit ini dan juga tidak ada terapi simtomatik," ungkap peneliti klinis di Pusat Penelitian Klinis Atrofi Otot Tulang Belakang dan Jaringan Penelitian Klinis Neuromuskuler Pediatrik di New York, Amerika Serikat, Jacqueline Montes, PT, EdD, NCS, dikutip dari laman New York Presbyterian.
Apa itu spinal muscular atrophy?
Menilik dari laman Cleveland Clinic, SMA adalah suatu kondisi genetik yang menyebabkan kelemahan otot yang parah. Kondisi ini melibatkan hilangnya jenis sel saraf tertentu di tubuh yang disebut neuron motorik bawah. Sel-sel ini lah yang mengontrol pergerakan otot.
Tanpa neuron motorik ini, otot tidak bisa menerima sinyal saraf yang membuatnya bergerak, Bunda.
Kelemahan pad SMA cenderung lebih parah pada otot yang berada dekat dengan pusat tubuh dibandingkan dengan otot yang jauh dari pusat tubuh. Kelemahan otot ini pun akan semakin buruk seiring dengan berjalannya waktu.
Gejala spinal muscular atrophy berdasarkan jenisnya
Ada beberapa gejala SMA yang umum dirasakan. Namun, perlu dipahami bahwa tanda yang dirasakan oleh setiap orang mungkin berbeda-beda. Berikut ini deretannya seperti dikutip dari laman NHS:
- Kelemahan otot seperti lengan dan kaki yang terkulai lemah
- Masalah gerakan seperti kesulitan duduk, merangkak, atau berjalan
- Masalah dengan pernapasan atau menelan
- Otot berkedut atau gemetar
- Masalah tulang dan persendian seperti tulang belakang melengkung yang tidak basa atau skoliosis
Gejala-gejala ini paling sering terlihat pada bayi dan balita. Namun, tanda juga mungkin mulai terlihat pada usia remaja maupun dewasa.
Perlu dipahami bahwa SMA tidak memengaruhi kecerdasan anak ya, Bunda. Sehingga kondisi ini tidak menyebabkan ketidakmampuan belajar.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, gejala SMA yang dirasakan mungkin juga berbeda-beda sesuai dengan kondisinya, Bunda. Berikut ini penjelasannya:
1. Spinal muscular atrophy tipe 1 (SMA infantil)
Tipe 1 atau yang dikenal sebagai tipe infatil adalah bentuk SMA yang paling umum. Kondisi ini biasanya terlihat sebelum usia enam bulan dengan gejala sebagai berikut:
- Kontrol kepala terbatas
- Hipotonia
- Kurangnya refleks atau arefleksia
- Ketidakmampuan untuk duduk tanpa dukungan
- Pola pernapasan tidak normal dan dada berbentuk lonceng
- Kesulitan menelan yang bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan atau gagal tumbuh
- Otot wajah melemah dan bisa berkembang di kemudian hari
2. Spinal muscular atrophy tipe 2
Tipe 2 biasanya mulai diketahui sejak anak berada di usia enam sampai 18 bulan. Gejala yang mungkin terlihat adalah sebagai berikut:
- Hipotonia
- Arefleksia
- Kelemahan otot progresif yang lebih memengaruhi kaki anak daripada lengannya
- Skoliosis
- kelemahan otot di dada anak yang bisa menyebabkan penyakit paru restriktif
- Gerakan tersentak-sentak di tangan anak
- Pengerasan sendi rahang anak karena fusi tulang
- Kontraktur sendi
3. Spinal muscular atrophy tipe 3
SMA tipe 3 muncul pada anak-anak usia 18 bulan ke atas dan bisa terlihat jelas pada usia remaja. Meski memiliki kelemahan otot, sebagian besar pengidapnya hanya bisa berjalan dan berdiri dalam waktu yang terbatas.
Gejala utama dari tipe ini melibatkan kelemahan otot progresif yang lebih memengaruhi kaki anak daripada lengannya, Bunda.
4. Spinal muscular atrophy tipe 4
SMA tipe 4 adalah kondisi yang berkembang d usia dewasa. SMA ini jarang parah sehingga berdampak pada umur pasien. Gejala utamanya yang terlihat adalah kelemahan ringan pada kaki.
Penyebab dan faktor risiko spinal muscular atrophy (SMA)
SMA adalah kondisi genetik yang artinya hal ini diwariskan dari gen orang tua kandung. Mutasi di SMN1 (survivor motor neuron 1) gen menyebabkan semua jenis atrofi otot tulang belakang. Jumlah salinan yang Anda miliki SMN2 gen mengubah tingkat keparahan kondisi.
SMN1 gen menghasilkan protein SMN. Neuron motorik membutuhkan protein ini untuk bertahan hidup dan berfungsi dengan baik. Jika anak mengalami kondisi SMA, tubuh tidak menghasilkan cukup protein SMN, sehingga neuron motorik menyusut dan mati. Akibatnya, otak pun tidak bisa mengontrol gerakan sadar, terutama gerakan di kepala, leher, dada, dan kaki.
Diagnosis spinal muscular atrophy
Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, gejala SMA mirip dengan sejumlah penyakit lain yang menyerang otot. Untuk menentukan apakah seseorang mengidap SMA, dokter akan melakukan beberapa tes, yakni sebagai berikut:
- Pengujian genetik, yakni tes darah yang memungkinkan para ahli mencari mutasi gen SMN pada kromoson kelima.
- Elektromiografi (EMG), yakni tes yang menunjukkan bagaimana otot menerima sinyal dan saraf.
- Biopsi otot, yakni pengambilan sepotong kecil otot untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri-ciri Gizi Buruk Pada Bayi, Penyebab & Cara Mengatasinya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Menambah Tinggi Badan Anak, Mulai dari Olahraga Tepat hingga Makan Bergizi
Cara Membuat Slime yang Aman untuk Anak dan Manfaat Memainkannya
3 Eksperimen Sederhana untuk Isi Kegiatan Si Kecil di Rumah, Seru Bun!
5 Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah
TERPOPULER
Potret Sekala Anak Ayudia Bing Slamet & Ditto Percussion di Usia 10 Tahun
Kenali Presenteeism, Fenomena Karyawan Merasa Harus Cepat Balas Chat demi Terlihat Produktif
15 Obat yang Harus Dihindari Ibu Hamil agar Tidak Keguguran
Deretan Artis Bagikan Momen Hari Raya Idul Adha di Tanah Suci
Potret Nadia Saphira Hamil Anak Kedua, Rutin Prenatal Yoga untuk Jaga Kebugaran Tubuh
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Browcara untuk Alis Natural Tapi Tetap Terbentuk Sempurna
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Merek Pakaian Dalam Ibu Hamil Terbaik untuk Kenyamanan Maksimal
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Panci Granit Terbaik dengan Desain Elegan dan Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panggangan Arang hingga Portable
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Baju Kondangan Ibu Hamil yang Simple, Modern & Kekinian
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Potret Sekala Anak Ayudia Bing Slamet & Ditto Percussion di Usia 10 Tahun
Kenali Presenteeism, Fenomena Karyawan Merasa Harus Cepat Balas Chat demi Terlihat Produktif
15 Obat yang Harus Dihindari Ibu Hamil agar Tidak Keguguran
Deretan Artis Bagikan Momen Hari Raya Idul Adha di Tanah Suci
Cara Memeriksa Bukaan Jelang Melahirkan di Rumah, Ini yang Perlu Diketahui
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Ria Ricis-Ustaz Hilman Sedih Lihat Hewan Kurban Disembelih
-
Beautynesia
7 Rahasia Hidup Tenang Menurut Islam yang Bisa Diterapkan Sehari-hari
-
Female Daily
4 Cara Cegah Kolesterol Naik saat Idul Adha
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Bikin Heboh, Potret Istri Pertama Gelar Lamaran untuk Suami & Calon Madunya
-
Mommies Daily
15 Wisata Curug Ramah Anak di Indonesia, Cocok untuk Liburan Keluarga!