PARENTING
Anak Makan Sosis Tiap Hari Karena Dianggap Tinggi Protein? Ini Bahayanya Menurut Dokter
Mutiara Putri | HaiBunda
Selasa, 15 Apr 2025 14:40 WIBBunda termasuk orang tua yang suka membiarkan anak mengonsumsi makanan olahan seperti sosis? Jika terlalu sering, ternyata akan berbahaya bagi kesehatan anak, Bunda.
Dilansir dari laman The Spruce Eats, sosis terbuat dari daging giling yang dicampur dengan lemak, garam, serta bumbu lainnya termasuk bahan pengawet. Beberapa sosis dijual dalam bentuk curah sementara yang lainnya dimasukkan ke dalam selongsong dan diikat.
Sosis merupakan makanan yang dibuat dengan berbagai jenis daging. Produk daging ini pun bisa dimasak dengan berbagai cara mulai dari dipanggang, digoreng, hingga direbus.
Beberapa orang tua memutuskan untuk menyimpan sosis di rumah sebagai salah satu bahan makanan yang cepat dan praktis. Bahkan tidak sedikit yang menyebut sosis mengandung banyak protein.
Bolehkah anak mengonsumsi sosis setiap hari?
Pendapat ini turut menarik perhatian Dokter asal Aceh, dr. Rinal Dhuri. Melalui akun TikTok pribadinya, @dr.rinaldhuhri.chkn, dr. Rinal pun menjelaskan bahwa sosis bukanlah bahan makanan yang mengandung banyak protein.
"Anaknya sering dikasih yang namanya sosis. Aku sudah kasih tahu nih, sosis itu berbahaya kalau dikonsumsi jangka panjang. Seminggu setiap hari lho, katanya bagus, banyak proteinnya," kata dr. Rinal dikutip, Senin (14/4/2025). HaiBunda sudah mendapat izin kutip.
"Sejak kapan sosis punya banyak protein? Bukannya rendah protein dia?" lanjut dr. Rinal.
Dalam video yang sama, dr. Rinal turut menjelaskan tentang kandungan sosis. Ia mengungkap bahwa sosis mengandung pengawet yang bisa menyebabkan penyakit kanker.
"Sosis itu mengandung nitrat sama pengawet. Itu berbahaya kalau dikonsumsi jangka panjang. Bisa terjadi apa? Itu karsinogen, bisa terjadi kanker," ujarnya.
Tidak hanya itu, sosis juga mengandung garam yang tinggi serta lemak jenuh. Kandungan ini bisa menyebabkan anak mengidap obesitas, hipertensi, hingga penyakit jantung.
"Lalu dia (sosis) mengandung garam tinggi dan lemak jenuh. Bisa menyebabkan apa? Obesitas. Bahkan bisa terjadi hipertensi atau penyakit jantung," kata dr. Rinal.
Menu makanan sehat menurut Kementerian Kesehatan RI
Daripada memberikan anak makan-makanan olahan dan cepat saji, ada baiknya membiarkan anak mengonsumsi makanan sehat seperti yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Menu makanan sehat yang bisa dicoba untuk anak tertuang dalam pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI, Bunda. Panduan Isi Piringku pun bisa dijadikan patokan karena sudah terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, serta buah.
Dikutip dari laman ayosehat.kemkes.go.id, dalam Isi Piringku setiap kamu makan, 50 persen piring diisi dengan sayur dan buah. Sementara itu, 50 persen lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk.
Sumber karbohidrat sendiri bisa berasal dari beras, jagung, sagu, umbi-umbian, kentang, serta gandum. Lauk pauk yang perlu diisi adalah sumber protein baik hewani dan nabati.
Untuk buah-buahan sendiri perlu mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat. Misalnya saja pisang, melon, semangka, pepaya, belimbing, apel, jambu air, dan masih banyak lagi.
Sementara itu, sayur-sayuran yang diberikan pada anak perlu mengandung asam folat, potassium, karoten, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E, dengan kandungan air yang tinggi. Misalnya terong, timun, bayam, kangkung, buncis, brokoli, wortel, tomat, dan kol.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(mua/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Penyebab Bayi Sering Muntah, Bunda Perlu Tahu
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Menambah Tinggi Badan Anak, Mulai dari Olahraga Tepat hingga Makan Bergizi
Cara Membuat Slime yang Aman untuk Anak dan Manfaat Memainkannya
3 Eksperimen Sederhana untuk Isi Kegiatan Si Kecil di Rumah, Seru Bun!
5 Cara Mengatasi Batuk pada Anak yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?
Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia
REKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya
7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Hair Steamer Ozone: Efektif Perbaiki Rambut Rusak?
-
Beautynesia
Selamat! Cristiano Ronaldo Resmi Menikah dengan Georgina Rodriguez
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Alyssa Daguise Rayakan 3 Bulan Putrinya, Baby Soleil Bikin Gemas
-
Mommies Daily
10 Cara Mengajarkan Literasi Keuangan kepada Anak Remaja Menurut Ahli, Bijak Mengelola Uang