PARENTING
9 Keadaan Bayi Baru Lahir yang Sering Bikin Orang Tua Panik
Kinan | HaiBunda
Jumat, 23 May 2025 09:00 WIBSetelah lahir, bayi masih memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi dengan dunia barunya. Termasuk menghadapi perubahan fisik, hormonal, dan lingkungan. Apa saja keadaan bayi baru lahir yang wajar tapi sering bikin panik?
Dikutip dari Parents, sebenarnya perlu dipahami bahwa proses adaptasi ini adalah periode pertumbuhan dan perkembangan yang intens dalam beberapa bulan pertama kehidupan bayi.
Di waktu ini, Si Kecil sedang berupaya membuat pola tidur, makan, dan komunikasi yang sesuai sebagaimana biasanya. Meski terlihat biasa, aktivitas ini merupakan pekerjaan yang berat bagi tubuh kecilnya, Bunda.
"Hal yang penting bayi merasa nyaman dengan orang di dekatnya. Mereka merasa punya bonding yang kuat," ungkap Dokter Spesialis Anak di Amerika Serikat, Christopher Tolcher, MD.
Keadaan bayi baru lahir yang sering membuat orang tua panik
Lalu apa saja keadaan bayi baru lahir yang sebenarnya masih wajar, tapi sering membuat orang tua panik? Berikut ulasannya seperti dikutip berbagai sumber:
1. Berat badan turun dalam minggu pertama
Pada minggu pertama setelah lahir, bayi biasanya mengalami penurunan berat badan sekitar 5-10 persen dari berat badan lahirnya. Wajar Bunda, hal ini terjadi karena bayi kehilangan cairan tubuh awal dan sedang beradaptasi dengan proses menyusu.
Secara umum, berat badan bayi biasanya akan kembali naik dalam waktu 10-14 hari setelah lahir.
Jangan ragu konsultasi ke dokter jika bayi kehilangan lebih dari 10 persen berat badannya. Perhatikan juga apakah bayi tampak lesu, sulit menyusu, atau tidak buang air kecil dengan cukup.
2. Jerawat bayi
Muncul jerawat dan ruam-ruam pada bayi baru lahir juga wajar terjadi, terutama pada usia sekitar 2-3 minggu.
Meski bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, jerawat dan ruam bayi biasanya banyak muncul di pipi, hidung, dahi, dagu, leher, punggung, atau dada.
Kondisi ini umumnya dapat hilang sendiri. Tetapi jika keluhan tersebut masih ada setelah bayi berusia sekitar 6 minggu, kemungkinan ada faktor pemicu lain, seperti eksim.
3. Kerak putih di kepala bayi
Apakah Si Kecil tampak memiliki kerak putih dan bersisik di kepalanya? Hal ini disebut sebagai cradle cap. Kondisi ini wajar terjadi dan biasanya akan hilang dalam beberapa bulan pertama.
"Cobalah untuk mengikis perlahan sisiknya dengan sisir bergigi rapat atau sikat rambut yang berbahan lembut, sebelum memandikan bayi," ujar Dokter Spesialis Anak di Amerika Serikat, Alanna Levine, MD.
Untuk membantu meredakan munculnya kerak, Bunda juga bisa mengoleskan baby oil atau baby lotion di bagian tersebut.
4. Ubun-ubun tampak lunak dan berdenyut
Saat lahir, tengkorak bayi memang belum terbentuk sepenuhnya dan termasuk normal. Oleh sebab itu, adanya bentuk lunak (soft spots) pada kepala Si Kecil tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
"Kepala bayi tidak sepenuhnya menyatu. Itulah yang memungkinkan kepala bayi bergerak lebih mudah melalui jalan lahir. Hal tersebut juga memungkinkan pertumbuhan kepala yang optimal selama tahun pertama kehidupan mereka," ungkap Dokter Spesialis Anak, Brigitta Moresea, MD, dikutip dari Cleveland Clinic.
Bunda mungkin akan memperhatikan bahwa ubun-ubun bayi lahir berdenyut. Meskipun mungkin tampak meresahkan pada awalnya, hal ini sebenarnya normal.
Denyut tersebut berhubungan dengan detak jantung bayi dan denyutan darah melalui tubuhnya.
5. Bersin berkali-kali
Bayi baru lahir memiliki lubang hidung yang sangat kecil. Maka dari itu, beberapa hal seperti partikel debu, penumpukan lendir, atau sisa cairan ketuban dari persalinan rentan membuat bayi jadi sering bersin.
Meski wajar, tetap perhatikan kondisi Si Kecil. Jika bersin yang dialami disertai dengan mengi atau masalah pernapasan lain, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
6. Sering tiba-tiba tersentak
Gerakan tersentak atau tiba-tiba yang dilakukan bayi biasanya kerap membuat para orang tua khawatir. Namun, sebenarnya dalam beberapa bulan pertama kehidupannya, sistem saraf bayi memang masih dalam proses perkembangan.
Salah satunya termasuk untuk mengasah refleks kejutnya (atau refleks Moro). Biasanya gerakan tersentak ini dilakukan bayi saat mendengar suara keras atau bahkan mungkin tidak menentu.
Refleks ini akan mulai berkurang saat bayi berusia sekitar 3 atau 4 bulan. Untuk membantu menenangkan bayi, Bunda bisa membedong sesuai kenyamanannya agar ia dapat tidur lebih nyenyak.
7. Sering cegukan
Biasanya cegukan pada bayi terjadi setelah menyusu dan kadang bertahan cukup lama. Namun, tak perlu khawatir, Bunda.
Nantinya seiring bayi bertambah usia, frekuensi dan intensitas cegukan yang terjadi umumnya berangsur-angsur akan berkurang.
8. Buang air besar berwarna hitam pekat
Kotoran pertama bayi setelah lahir biasanya berwarna hitam dan lengket. Kotoran jenis ini disebut mekonium, yang nantinya dalam waktu beberapa hari akan berubah menjadi kecokelatan dan kuning.
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jika tidak terjadi perubahan warna kotoran saat bayi buang air besar, maka harus dilakukan evaluasi kecukupan asupan ASI.
9. Bersuara seperti dengkuran
Dikutip dari The Bump, suara seperti dengkuran pada bayi baru lahir mungkin disebabkan oleh saluran hidungnya yang masih sempit. Lendir jadi 'terperangkap' dan menciptakan beberapa efek suara tambahan.
Perhatikan apakah bayi mendengus atau tidak setiap kali bernapas. Jika ya, mereka mungkin mengalami kesulitan bernapas. Dalam kasus ini, segera periksakan Si Kecil ke dokter anak.
Demikian ulasan tentang keadaan bayi baru lahir yang sering membuat panik. Ingat, meskipun sebagian besar kondisi ini sebenarnya wajar terjadi dalam proses adaptasi bayi, tapi tetap perhatikan kondisinya dan jangan ragu konsultasi ke dokter jika berlanjut atau semakin parah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Cara Menstimulasi agar Bayi Cerdas Menurut Dokter
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Masalah Kesehatan Pada Bayi Baru Lahir, Kejang hingga Diare
Bolehkah Bayi 3 Bulan Minum Air Putih?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
6 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Wajib Ada di Rumah Saat Cuaca Dingin
TERPOPULER
Punya Kebiasaan Menyimpan Kartu Ulang Tahun Lama? Ternyata Ada Alasan Emosional di Baliknya
9 Posisi Berhubungan Intim Terbaik dan Aman saat Hamil 5 Bulan
5 Shio Paling Kuat dalam Astrologi China, Ada Naga hingga Macan
40 Teks Membaca Kelas 1 SD untuk Latihan Anak di Rumah
Resep Nasi Kuning Rice Cooker yang Gurih dan Wangi, Mudah Dibuat
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Punya Kebiasaan Menyimpan Kartu Ulang Tahun Lama? Ternyata Ada Alasan Emosional di Baliknya
40 Teks Membaca Kelas 1 SD untuk Latihan Anak di Rumah
9 Posisi Berhubungan Intim Terbaik dan Aman saat Hamil 5 Bulan
5 Shio Paling Kuat dalam Astrologi China, Ada Naga hingga Macan
Resep Nasi Kuning Rice Cooker yang Gurih dan Wangi, Mudah Dibuat
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tablet 13 Inci atau 11 Inci untuk Kerja Kreatif? Ini Bedanya di iPad Pro M5
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Terbiasa Bangun di Pagi Hari Tanpa Alarm
-
Female Daily
100 Tahun NIVEA di Indonesia, Terus Hadir sebagai Partner in Care
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kekompakan Putri dan Ponakan Kim K, Disebut 'The Next Gen of The Kardashian'
-
Mommies Daily
Bukan Nggak Sayang Lagi: Penyebab Libido Suami Menurun di Usia 40-an dan Cara Menghadapinya