PARENTING
Anak sering Nonton Tung Tung Tung Sahur? Ini Cara Orang Tua Menyikapinya Menurut Psikolog
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 19 May 2025 18:50 WIBBunda pernah lihat postingan soal Tung Tung Tung Sahur di media sosial? Karakter anomali ini belakangan viral dan banyak disukai anak-anak.
Fenomena Tung Tung Tung Sahur menuai pro dan kontra di kalangan orang tua. Ada yang menganggap tontonan ini menghibur, tapi ada pula yang kurang sreg dengan karakter anomali dan ceritanya.
Lantas, adakah dampak anak menonton Tung Tung Tung Sahur bagi perkembangannya menurut psikolog?
Kata psikolog tentang fenomena Tung Tung Tung Sahur
Psikolog anak dan keluarga Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog, mengatakan bahwa Tung Tung Tung Sahur dan karakter anomali lain sebenarnya sama seperti karakter di cerita kartun pada umumnya. Bagi sebagian anak, humor yang disajikan di cerita Tung Tung Tung Sahur bisa diterima dengan baik.
"Sebenarnya kan kalau kita mau meninjau, ini memang karakter yang enggak logis. Tapi kan karakter-karakter fiksi selain Tung-Tung and Friends ini sudah ada sejak kita kecil, dan hampir semuanya tuh enggak logis Kalau dipikir-pikir," ujar Saskhya saat dihubungi HaiBunda, Senin (19/5/25).
"Jadi menurut aku kalau ngomongin logis dan enggak logis, itu anak usia di atas 7-8 tahun sudah bisa bedain. Kalau secara teori kognitif, sebetulnya tiap tahap perkembangan usia anak itu memang punya taste humor sendiri-sendiri. Nah di usia anak-anak SD itu kebanyakan sudah mulai apresiasi sama humor yang aneh-aneh seperti rhyming dan cerita yang incoherent," sambungnya.
Sama seperti cerita kartun lain, Bunda tetap perlu mendampingi anak saat menonton Tung Tung Tung Sahur ya. Saskhya menyarankan orang tua untuk menonton terlebih dahulu dan memilah konten yang sesuai sebelum membiarkan anak menontonnya.
"Sebelum anaknya nonton, kita memang harus nonton karena ada story-story yang sangat tidak appropriate. Misalnya, yang ceritanya pacaran, jadi mungkin ada yang mengandung pornografi atau kekerasan. Tapi, ada juga yang kayak cuma turnamen enggak jelas dan itu enggak ada pengaruh apa-apa ke anak," ujarnya.
Setelah memilah konten, Bunda sebaiknya menghindari memberi video singkat (short video) dari potongan cerita ke anak. Hal tersebut bisa bikin anak ketagihan hingga kehilangan fokus dan konsentrasi.
"Kedua, yang perlu kita waspadai sebetulnya bukan cuma kontennya, tapi si Tung Tung Tung Sahur ini sama seperti konten lain. Menurut aku kalau kita kasih konten ke ke anak itu bentuknya yang short format kayak cuma 3 detik atau 15 detik, terus-menerus ganti konten, itu akan membuat anak jadi mindless crawling," ungkap Saskhya.
"Kalau memang bentuknya short format, untuk anak-anak usia dini itu juga bisa bikin brainrot, membuat dia jadi enggak bisa fokus atau konsentrasi. Tapi semua itu balik lagi, tergantung cara kita konsumsinya."
Terakhir, Bunda perlu menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak setelah menonton tayangan Tung Tung Tung Sahur. Dari diskusi ini, Bunda dapat menggali kesukaan anak dan menerapannya dalam pola parenting.
"Kalau anaknya senang, berarti kita tahu tipe humornya seperti itu, dan kita jadi tahu harus melakukan apa ke anak yang bisa berguna untuknya. Misalnya, anak bisa diajak diskusi atau diminta bikin cerita sendiri tentang Tung Tung Tung Sahur ini," kata Saskhya.
"Kalau kita langsung musuhin anak karena sesuatu yang lagi trending, anak jadi males enggak sih ngomong sama kita. Jadi ya mungkin lebih baik kita pelajari dulu itu, terus didiskusikan apa yang bagus dan tidak. Nah, kalau bagi anaknya itu lucu atau menarik, apa yang bisa kita lakukan selanjutnya ya?" lanjutnya.
Usia anak disarankan tidak menonton cerita dengan karakter imajinatif
Karakter imajinatif seperti Tung Tung Tung Sahur sebaiknya tidak dikenalkan ke anak yang belum siap secara kognitif. Saskhya tidak menyarankan anak di bawah usia tujuh tahun untuk menonton tayangan yang sifatnya imajinatif, Bunda.
"Kalau yang sifatnya sangat imajinatif, aku enggak setuju dikasih di bawah tujuh tahunan karena memang mereka itu belum siap. Misalnya, aku enggak rekomendasi buat anak-anak di bawah 7-8 tahun buat nonton film superhero karena dia bisa meniru apa yang dilakukan karakter itu, seperti meloncat. Anak usia segitu belum tahu bedanya yang konkret atau tidak," ujar Saskhya.
"Nah, kalau usia biasanya 7-8 tahun dan beberapa sampai enam tahun, ada juga yang sudah ngerti. Tapi kalau balita, jangan deh," sambungnya.
Demikian jawaban dari psikolog tentang dampak nonton karakter anomali seperti Tung Tung Tung Sahur bagi anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kepribadian Anak Berdasarkan Selera Musik, Si Kecil yang Mana Bun?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Tips Mengembangkan Keterampilan Anak di Masa Pandemi Menurut Psikolog
10 Tips Ajarkan Anak Anger Management Biar Mudah Tenang & Enggak Gampang Marah
Perbedaan Usia Anak Terpaut Jauh, Ini Cara Mona Ratuliu Lakukan Bonding Time
Masih Banding-bandingkan Anak? Coba Simak Pesan Kak Seto Soal Inner Strength
TERPOPULER
Bukan "Aku sedang Sibuk", Ini 7 Kalimat yang Dipakai Orang Tidak Suka Basa-basi Dalam Obrolan Sehari-hari
Benarkah Ada Tanaman yang Bisa Meringankan Siksa Kubur? Ini Pandangan Islam
Momen Leony Ajak Tunangan Bule Bertemu Sahabat hingga Keluarga Besar
Potret Stefan Anak Vika Kolesnaya & Billy Syahputra yang Baru Ultah Pertama, Wajah Masih Disembunyikan
9 Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Hadapi Konflik
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bukan "Aku sedang Sibuk", Ini 7 Kalimat yang Dipakai Orang Tidak Suka Basa-basi Dalam Obrolan Sehari-hari
Benarkah Ada Tanaman yang Bisa Meringankan Siksa Kubur? Ini Pandangan Islam
Sosok Sophia Dasser, Jurnalis Berhijab di Balik Terungkapnya Kasus Dugaan Pemerkosaan di Cornell
Potret Stefan Anak Vika Kolesnaya & Billy Syahputra yang Baru Ultah Pertama, Wajah Masih Disembunyikan
10 Pekerjaan yang Cocok untuk Orang Ekstrovert, dari Marketing hingga Public Relations
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Batik Cepat Pudar? Ini 6 Cara Mencuci Kemeja Batik Pria yang Aman
-
Beautynesia
5 Hal yang Langsung Dinilai Orang Lain saat Pertama Kali Bertemu
-
Female Daily
Ini Fakta Menarik Abel Tesfaye a.k.a The Weeknd yang Sukses Gelar Konser di Jakarta
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Aishwarya Rai Jadi Model di Paris Fashion Week dengan Rambut Burgundy
-
Mommies Daily
7 Tempat Belajar Membatik untuk Anak dan Dewasa, Seru dan Edukatif