PARENTING
Anak Lima Tahun Masih Pakai Popok? Ketahui 5 Cara Mengatasinya Bun
Asri Ediyati | HaiBunda
Minggu, 08 Jun 2025 09:00 WIBBerhenti memakai popok, belajar ke toilet sendiri atau menggunakan pispot secara mandiri merupakan tonggak penting bagi anak. Ada banyak keterampilan baru dan menarik yang dapat mereka pelajari dengan bantuan orang tua, Bunda.
Sebelum mereka dapat mulai berlatih, anak perlu diberi banyak kesempatan untuk belajar. Ya, bayi terlahir siap untuk mempelajari keterampilan baru dengan bantuan orang tua. Cara terbaik bagi mereka untuk melakukannya adalah melalui latihan dan pengulangan.
Itulah mengapa penting untuk memikirkan toilet training dengan cara yang sama seperti kita mendukung anak-anak untuk mengembangkan keterampilan lain seperti menggosok gigi atau menggunakan sendok, Bunda.
Sama seperti saat membantu mereka berjalan dan berbicara, Bunda dapat mulai mengajari anak toilet training sebelum akhirnya mereka berhenti menggunakan popok. Ini memberi mereka semua waktu dan latihan yang mereka butuhkan untuk berhasil mandiri dari popok saat waktunya tiba.
Berapa usia terbaik untuk toilet training? Dikutip dari laman Eric The Childrens Bowel and Bladder Charity, sebagian besar anak siap menguasai toilet training sejak sekitar usia 18 bulan. Sebagian besar anak akan mampu melakukan cara membersihkan diri, termasuk saat mereka mulai bersekolah yaitu usia TK.
Penelitian menunjukkan bahwa lebih baik bagi kesehatan kandung kemih dan usus anak untuk berhenti menggunakan popok antara usia 18 dan 30 bulan.
Semakin lama Bunda menundanya, semakin sulit bagi anak untuk mempelajari keterampilan baru ini dan menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi memakai popok.
Lalu, bagaimana dengan anak usia lima tahun yang masih pakai popok? Apakah terlambat? Tidak ada kata terlambat, Bunda.
Ada beberapa cara untuk mengatasinya. Terlebih usia lima tahun, harapannya anak lebih mudah diberitahu dan diajarkan.
Cara mengatasi anak 5 tahun masih pakai popok
Ada beberapa cara untuk mengajari anak lima tahun untuk toilet training agar segera lepas dari popok
1. Memulai toilet training di rumah
Dilansir Raising Children, sebaiknya toilet training dimulai saat tidak ada perubahan besar dalam kehidupan keluarga. Perubahan yang harus dihindari antara lain pergi berlibur, punya bayi baru, atau pindah rumah. Dan sebaiknya latihan toilet dimulai pada hari saat Bunda sekeluarga tidak berencana keluar rumah.
2. Jadikan rutinitas harian anak
Cobalah menjadikan toilet sebagai bagian dari rutinitas harian anak . Misalnya, dorong anak untuk menggunakan pispot atau toilet di pagi hari, dan sebelum atau setelah makan camilan dan makanan lainnya.
Dorong anak untuk pergi ke toilet saat mereka menunjukkan tanda-tanda seperti kebelet menahan kencing, kentut, diam, atau menjauh dari Bunda. Namun, jangan memaksa anak untuk pergi.
Dorong anak untuk duduk di toilet saat kemungkinan besar buang air besar. Misalnya, sekitar 30 menit setelah makan. Jika anak berusia 3-4 tahun, dorong mereka untuk pergi ke toilet saat mereka berganti kegiatan. Misalnya, dapat mengingatkan anak untuk pergi ke toilet sebelum mereka duduk untuk makan siang.
3. Cara memberi semangat dan motivasi kepada anak
Puji anak karena telah mencoba. Bunda dapat berkata,'Bagus sekali duduk di pispot'. Bunda dapat memberikan reward sederhana karena menggunakan pispot atau toilet.
Jika anak lupa ke toilet, cobalah untuk tidak merasa frustrasi. Bersihkan saja tanpa komentar atau keributan. Jika anak tidak buang air kecil atau besar setelah 3-5 menit duduk di pispot atau toilet, biarkan anak turun. Duduk terlalu lama dapat terasa seperti hukuman.
4. Singkirkan popok
Mulailah menggunakan celana dalam atau celana khusus toilet training setiap saat. Kemudian, butuh waktu lebih lama untuk berhenti mengompol saat tidur, jadi gunakan popok, seprai penyerap, atau pelindung kasur di malam hari dan saat tidur siang hari. Pakaikan anak-anak dengan pakaian yang mudah dilepas misalnya, celana panjang dengan karet pinggang.
5. Jaga anak tetap bersih dan higienis
Bersihkan pantat anak sampai ia belajar melakukannya. Ingatlah untuk membersihkan dari depan ke belakang, terutama pada anak perempuan. Ini mengurangi risiko infeksi saluran kemih.
Ajari anak untuk menggoyangkan penisnya setelah buang air kecil untuk membuang semua kotoran. Di awal toilet training, dapat meletakkan bola pingpong di toilet agar ia dapat membidiknya.
Menghadapi anak usia lima tahun yang belum lepas popok bukanlah sebuah keterlambatan. Terus dorong dan latih mereka untuk melakukan toilet training.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Cara Mengajarkan Anak agar Memiliki Karakter Pantang Menyerah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kejadian Lucu Balita Terjebak Toilet Training, Bikin Petugas Damkar Bingung dan Ketawa Bun
Bunda, Ini Tips Sukses Toilet Training untuk Si Kecil
Balita Suka Luapkan Emosi Tak Terduga Saat BAB, Ternyata Ini Alasannya
Cerita Perjuangan Seorang Ayah Agar Anak Lulus Toilet Training
TERPOPULER
Angle Kiri atau Kanan? Ternyata Pilihan Pose Selfie Ungkap Sifat Asli Seseorang
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bunda yang Baru Melahirkan Rentan Depresi, Olahraga Ini Bisa Bantu Mengatasinya
Angle Kiri atau Kanan? Ternyata Pilihan Pose Selfie Ungkap Sifat Asli Seseorang
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kerja dengan File Video Besar? Ini Penyimpanan Portable untuk Kreator
-
Beautynesia
5 Cara Udara Kering dapat Memengaruhi Kesehatan, Waspada!
-
Female Daily
House of Dove 2026 Hadir di PIM 2, Intip 5 Activity Seru untuk Kenali Kebutuhan Hair, Body, dan Underarm!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 15 Oktober: Scorpio Harus Tegas, Libra Jangan Resah
-
Mommies Daily
Perbedaan Tantrum, Meltdown, dan Overload pada Anak: Kenali 5 Cirinya