PARENTING
Tren Baru di Restoran, Menu Anak Makin Disukai Orang Dewasa
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 08 Nov 2025 19:00 WIBKetika sedang makan di restoran, pernahkah Bunda melihat dan membandingkan menu anak yang ada? Kini ada tren baru di restoran, di mana justru menu anak semakin diminati oleh orang dewasa.
Salah satu alasan fenomena ini muncul diyakini karena faktor ekonomi atau kenaikan harga. Hal ini membuat orang perlu mencari cara untuk tetap bisa makan hidangan restoran, dengan lebih hemat.
Selain itu, porsi menu anak juga lebih sedikit, sehingga dapat membantu bagi orang dewasa yang sedang membatasi porsi makan dan asupan kalori.
Menurut pandangan para ahli, tren ini juga menunjukkan bagaimana perilaku konsumen berubah di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup modern.
Apa kata pakar tentang tren ini?
Dikutip dari The Food Institute, rangkuman dari beberapa data dari indeks harga konsumen terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kini makan di restoran menjadi jauh lebih mahal. Data-data tersebut memperlihatkan ada kenaikan harga sebesar 3,9 persen selama 12 bulan terakhir.
Sebagian konsumen memilih untuk tidak makan di luar dan lebih sering memasak di rumah, tetapi sebagian lainnya menggunakan strategi berbeda untuk mengimbangi kenaikan biaya tersebut.
Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh sebuah perusahaan teknologi bisnis di AS, sebanyak 44 persen dari responden mengatakan bahwa mereka kini sering memesan menu anak saat makan di restoran.
Pakar riset komunikasi, Leith Steel mengatakan bahwa ada dua faktor utama yang memengaruhi tren ini:
Inflasi
Menu anak-anak memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan menu orang dewasa. Kondisi ini membuat menu anak menjadi pilihan alternatif yang menguntungkan di tengah kondisi kenaikan ekonomi.
Faktor kesehatan
Selain itu, menu anak-anak juga memiliki menawarkan porsi yang lebih kecil. Hal ini berarti menu anak lebih sedikit kalori, dan bisa menjadi pilihan untuk orang dewasa yang sedang membatasi asupan makanan.
"Kami memperkirakan akan ada lebih banyak tempat makan yang menawarkan pilihan porsi kecil di menu mereka," ungkap Steel.
Ia juga memperkirakan restoran-restoran akan mulai menawarkan lebih banyak hidangan dalam dua ukuran, yakni kecil dan besar. Tujuannya lagi-lagi untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin bervariasi.
Faktor nostalgia turut berperan dalam tren ini
Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, pakar strategi pemasaran Michael Della Penna juga menyebutkan bahwa nostalgia turut menjadi alasan di balik tren ini.
"Ketika orang dewasa menghadapi inflasi, masalah ekonomi, dan stres dari kehidupan sehari-hari, mereka cenderung akan mencari kenyamanan dari hal-hal yang familiar. Salah satunya dari menu nostalgia di restoran," ungkap Penna.
Sebagian restoran memilih untuk mengadakan kembali menu populer yang sudah lampau, dengan seperti menu camilan dengan harga lebih ekonomis.
Konsumen pun kini mulai lebih sering menyesuaikan kebiasaan makan sebagai respons terhadap tekanan dan ketidakpastian ekonomi. Termasuk memilih untuk sharing makanan daripada memesan sendiri, serta memesan porsi yang lebih kecil.
Apa yang bisa dipelajari anak dari tren ini?
Meski tampak biasa, memilih menu makanan juga bisa menjadi pelajaran bagi anak terutama yang berkaitan dengan kebiasaan makan dan nutrisi, Bunda.
Dari tren menu anak ini, orang tua bisa menunjukkan pentingnya mengenali porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, bukan sekadar mengikuti keinginan saja.
Sejak dini, anak perlu belajar mengenali rasa kenyang dan tidak makan berlebihan. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh dengan pola makan yang lebih sehat dan seimbang.
Di sisi lain, tren ini juga memberi pesan bahwa menjaga kesehatan dan mengatur pengeluaran bisa dilakukan tanpa kehilangan momen kebersamaan keluarga.
Pastikan tetap memperhatikan nutrisi menu anak
Dikutip dari Raising Children, makan di restoran tetap perlu memperhatikan banyak hal, termasuk pilihan menu dan nutrisinya. Pastikan untuk memilih menu akan bergizi seimbang, dengan tambahan sayuran, buah, dan protein yang berkualitas.
Ingat, porsi kecil memang membantu mengontrol asupan kalori, tetapi kualitas bahan dan cara pengolahan juga tetap perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, pilih sayuran sebagai menu pendamping, sebisa mungkin bukan makanan yang digoreng. Sampaikan juga pesan untuk mengurangi jumlah garam yang digunakan untuk memasak, jika memungkinkan.
Itulah ulasan tentang serba-serbi tren baru di restoran yakni saat menu anak makin disukai orang dewasa. Apakah Bunda juga sering memesan menu anak saat makan di restoran?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenali Perkembangan Bayi 8 Bulan dan Cara Stimulasi di Rumah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
20 Makanan Dilarang Diberikan pada Anak di Bawah 3 Tahun, Popcorn hingga Sosis
Banyak Disukai, Ini 5 Manfaat Yoghurt untuk Anak yang Jarang Disadari
7 Bahan Makanan yang Berpotensi Bikin Anak Jadi Cerdas, Ikan Termasuk Bun
Bunda Perlu Tahu, Pentingnya Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini
TERPOPULER
5 Kesalahan Berpakaian ke Kantor, Salah Satunya Terlalu Sering Pakai Baju Hitam
9 Ciri Orang yang Takut Gagal, Bahkan Sebelum Mencoba
BBM Langka di Bali, WFH dan Sekolah Daring Diberlakukan Selama 3 Hari
Kemenkes Ungkap Hampir 10% Anak RI Alami Masalah Kesehatan Mental, Kenali Tanda Cemas & Depresi
20 Soal Satuan Panjang Kelas 3 SD dan Kunci Jawaban
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Jangan Bilang "Bukan Masalah Saya", Ganti dengan 11 Kalimat Sopan Ini
20 Soal Satuan Panjang Kelas 3 SD dan Kunci Jawaban
5 Kesalahan Berpakaian ke Kantor, Salah Satunya Terlalu Sering Pakai Baju Hitam
BBM Langka di Bali, WFH dan Sekolah Daring Diberlakukan Selama 3 Hari
9 Ciri Orang yang Takut Gagal, Bahkan Sebelum Mencoba
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pompa Ban Mobil Elektrik, Cara Isi Angin Sendiri dan Tekanan yang Pas untuk Mobilmu
-
Beautynesia
Mengenal 5 Bahasa Cinta Anak yang Penting Diketahui Orang Tua untuk Mempererat Hubungan
-
Female Daily
MEOVV Comeback dengan ‘GO HARD’, Ini Makna Lagu dan Pesan di Baliknya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
4 Tahun Jomblo, Khloe Kardashian Fokus Healing Ketimbang Cari Pacar Baru
-
Mommies Daily
Keselamatan Anak di Hotel: 7 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap Bareng Si Kecil