parenting
5 Penyebab Ruam Popok pada Bayi yang Sering Terjadi
HaiBunda
Minggu, 04 Jan 2026 17:40 WIB
Daftar Isi
Ruam popok adalah bentuk dermatitis yang tampak seperti bercak kulit yang meradang di bokong, paha, dan alat kelamin. Kondisi ini umum terjadi pada bayi.
Ada pun gejala ruam popok meliputi kulit yang meradang di area popok, bokong, paha, dan alat kelamin. Kulit gatal dan nyeri di area popok. Kemudian terdapat luka di area popok sehingga membuat bayi tidak nyaman, mereka rewel saat popoknya diganti.
Mengutip dari Cleveland Clinic, pada kasus ringan, bayi mungkin memiliki kulit yang sedikit kemerahan di sekitar bokong, alat kelamin, dan paha. Area tersebut mungkin terasa hangat saat disentuh. Ruam mungkin hanya berupa beberapa bintik, atau mungkin menutupi seluruh area popok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kasus yang lebih parah, ruam mungkin termasuk lepuh atau luka terbuka yang menyakitkan. Jika terinfeksi, ruam dapat berubah menjadi merah terang dan kulit di sekitar area tersebut dapat membengkak.
Ruam popok adalah kondisi yang umum, ada beberapa penyebab mengapa ruam popok sering terjadi pada bayi.
Penyebab ruam popok pada bayi
Apa penyebab ruam popok? Banyak hal yang dapat menyebabkan ruam popok, termasuk:
1. Kelembapan
Jangan keliru, popok yang paling menyerap pun akan meninggalkan sedikit kelembapan pada kulit anak. Jadi, ganti popok bayi sesegera mungkin setelah basah.
Pastikan popok bayi tidak terlalu ketat, karena ini dapat memerangkap kelembapan (serta menyebabkan gesekan dan iritasi). Gunakan popok yang lebih besar jika ukuran yang sekarang mereka pakai meninggalkan bekas merah pada kulit bayi.
2. BAB
Kotoran, feses atau BAB mengandung bakteri dan enzim yang mencerna makanan, yang keduanya dapat sangat mengiritasi jika dibiarkan di kulit. Dilansir BabyCenter, ketika kotoran dan urine dibiarkan di popok, keduanya dapat bergabung dan membentuk amonia, yang dapat membakar kulit bayi. Bunda dapat mencium bau amonia saat mengganti popok.
Itulah mengapa bayi dapat mengalami ruam popok yang parah akibat diare. Ganti popok bayi setiap tiga hingga empat jam atau setiap kali popoknya kotor.
3. Lecet dan sensitivitas terhadap bahan kimia
Ruam popok pada anak mungkin disebabkan lecet oleh gesekan popok dengan kulitnya, terutama jika mereka sensitif terhadap bahan kimia, seperti pewangi dalam popok sekali pakai atau deterjen yang digunakan untuk mencuci popok kain. Bisa juga produk yang  gunakan saat mengganti popok (seperti jenis tisu basah atau losion) mengiritasi kulit anak.
4. Makanan baru saat mulai MPASI
Ruam popok juga umum terjadi ketika bayi  pertama kali mulai makan makanan padat. Setiap makanan baru mengubah komposisi feses, dan asam dalam makanan tertentu (seperti stroberi dan jus buah) dapat sangat bermasalah bagi beberapa anak. Makanan baru juga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar bayi.Â
Jika menyusu, bayi bahkan mungkin mengalami reaksi terhadap sesuatu yang dimakan (meskipun anak yang disusui biasanya lebih kecil kemungkinannya terkena ruam popok). Setelah bayi mulai makan MPASI, sebaiknya perkenalkan satu makanan dalam satu waktu, tunggu beberapa hari di antara setiap makanan baru.
Hal ini memudahkan untuk menentukan apakah sensitivitas terhadap makanan baru menyebabkan ruam popok. Jika ya, jangan berikan makanan tersebut kepada bayi  untuk sementara waktu.
5. Antibiotik
Anak-anak yang mengonsumsi antibiotik (atau anak-anak yang ibu menyusuinya sedang mengonsumsi antibiotik) terkadang mengalami infeksi jamur karena obat-obatan ini dapat menyebabkan pertumbuhan jamur Candida yang berlebihan.
Antibiotik juga dapat menyebabkan diare, yang dapat menyebabkan ruam popok. Jika anak perlu mengonsumsi antibiotik, tanyakan kepada dokter tentang pemberian probiotik juga. Probiotik mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus, yang dapat mengurangi kemungkinan anak terkena ruam popok.
Cara mengobati dan mencegah ruam popok
Ruam popok biasanya sembuh dengan perawatan sederhana di rumah, seperti mengeringkan dengan udara, mengganti popok lebih sering, dan menggunakan krim atau salep pelindung.
Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah dengan menjaga area popok tetap bersih dan kering. Dilansir Mayo Clinic, ada beberapa tips perawatan kulit sederhana yang dapat membantu:
- Ganti popok sesering mungkin. Lepaskan popok basah atau kotor sesegera mungkin. Jika anak  berada di tempat penitipan anak, mintalah staf untuk melakukan hal yang sama. Popok sekali pakai yang mengandung gel penyerap dapat membantu karena menyerap kelembapan dari kulit.
- Bilas bokong bayi  dengan air hangat sebagai bagian dari setiap penggantian popok. Bunda dapat menggunakan wastafel, bak mandi, atau botol air untuk membilas bokong bayi. Kain lap basah, kapas, atau tisu basah bayi dapat membantu membersihkan kulit. Beberapa tisu basah bayi dapat menyebabkan iritasi, jadi gunakan tisu basah yang tidak mengandung alkohol atau pewangi. Atau gunakan air biasa atau air dengan sabun atau pembersih ringan.
- Tepuk-tepuk kulit dengan lembut hingga kering menggunakan handuk bersih atau biarkan mengering sendiri. Jangan menggosok bokong bayi. Jangan gunakan bedak tabur.
- Oleskan krim atau salep. Jika bayi sering mengalami ruam, oleskan krim, pasta, atau salep pelindung setiap kali mengganti popok. Vaseline dan seng oksida adalah bahan-bahan yang telah teruji dalam banyak produk ruam popok. Jika produk yang  gunakan saat mengganti popok sebelumnya bersih, biarkan saja dan tambahkan lapisan lain di atasnya.
- Setelah mengganti popok, cuci tangan  dengan bersih. Mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri atau jamur ke bagian tubuh bayi lainnya, kepada Bunda, dan kepada anak-anak lain.
- Biarkan udara mengalir di bawah popok. Kencangkan popok, tetapi jangan terlalu ketat. Aliran udara di dalam popok membantu kulit. Popok yang terlalu ketat dapat menggesek kulit. Hindari penggunaan popok plastik atau popok yang terlalu ketat.
- Berikan lebih banyak waktu pada bokong bayi tanpa popok. Jika memungkinkan, biarkan bayi  tanpa popok. Membiarkan kulit terkena udara adalah cara alami dan lembut untuk mengeringkannya. Untuk menghindari berantakan, cobalah membaringkan bayi yang telanjang pantat di atas handuk besar dan ajak bermain.
Demikian ulasan mengenai penyebab ruam popok dan cara menanganinya. Sebelum ruam popok terjadi, Bunda juga sudah diberi tips untuk melakukan pencegahan ya. Semoga ulasannya membantu merawat kulit bayi yang sehat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
5 Tips Cegah Ruam Popok pada Bayi Baru Lahir, Perhatikan Cara Membersihkannya Bun
Parenting
3 Dampak pada Kulit Bayi Jika Ruam Popok Diabaikan
Parenting
Bunda, Lakukan Ini Saat Si Kecil Mengalami Ruam Popok
Parenting
Ruam Popok pada Bayi Bisa Jadi Infeksi, Begini Mengatasinya Bun
Parenting
Penyebab dan 8 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi
7 Foto
Parenting
Gemas, 7 Potret Rayyanza Bersama Nagita Slavina dan Raffi Ahmad
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Rekomendasi Popok Celana untuk Toddler, Daya Serap Tinggi Bikin Anak Nyaman Bergerak
10 Rekomendasi Salep untuk Obati Ruam Popok pada Bayi
4 Pilihan Popok Bayi Anti Ruam dan Bebas Bocor Favorit Bunda