sign up SIGN UP search

parenting

Ruam Popok pada Bayi Bisa Jadi Infeksi, Begini Mengatasinya Bun

Annisa Afani Selasa, 08 Dec 2020 07:23 WIB
Clean baby is a happy baby. Mother changing the baby's diaper. Close up. caption
Jakarta -

Ruam popok pada bayi biasanya tumbuh di tempat yang lembap. Ruam terlihat seperti bercak merah di bokong bayi, atau sisik merah di area genital.

Ruam popok yang dialami bayi ini disebut dokter sebagai dermatitis atau iritasi kulit, Bunda. Ini terjadi akibat kulitnya yang sensitif bersentuhan langsung dengan feses maupun urine selama menggunakan popok.

"Kebanyakan ruam popok terjadi ketika kulit sensitif bayi bersentuhan dengan urine dan feses," kata Tiffany Fischman, MD, FAAP selaku dokter anak di Rumah Sakit Wanita dan Brigham di Boston, dikutip dari The Washington Post.


Penyebab ruam popok

Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan anak mengalami ruam popok. Dikutip dari WebMD, berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi Bunda mengalami ruam popok:

  • Membiarkan atau tak mengganti popok basah dan kotor dalam waktu yang lama
  • Kulit bayi bergesekan atau lecet dengan popok yang dipakainya
  • Bayi terkena infeksi jamur maupun bakteri
  • Bayi memiliki reaksi alergi terhadap popoknya
  • Selain itu, Bunda juga perlu tahu dan memahami bahwa sebenarnya bayi pun akan lebih sering mengalami ruam popok saat:
  • Berusia lebih besar antara 9-12 bulan
  • Tidur dengan popok kotor
  • Mengalami diare
  • Mulai makan makanan pendamping air susu ibu (MPASI)
  • Bayi atau ibu yang menyusuinya tengah mengonsumsi antibiotik

Perawatan ruam popok

Saat si kecil tengah mengalami ruam popok, akan membuatnya menjadi tidak nyaman. Untuk itu, Bunda perlu melakukan beberapa hal sebagai perawatan agar iritasi yang terjadi di kulitnya tersebut dapat membaik.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut beberapa cara mengatasi ruam popok:

1. Waspadai jenis popok, jika dirasa hal tersebut menjadi penyebab anak memiliki ruam, cobalah untuk mengganti popok dengan merek lain.

2. Segera mengganti popok bayi jika sudah kotor secara teratur.

3. Gunakan krim pelindung atau salep dengan zinc oxide atau petrolatum (petroleum jelly).

"Salep menjadi penghalang untuk melindungi kulit dan memudahkan untuk membersihkan kotoran mekonium yang lengket," tutur Fischman.

4. Krim anti jamur, ini digunakan bila bayi mengalami infeksi jamur

5. Antibiotik topikal atau oral, jika bayi mengalami infeksi bakteri

Penting untuk diketahui, Bunda sebaiknya menghindari penggunaan krim steroid di toko obat jika tak dianjurkan dokter. Itu karena krim tersebut justru bisa lebih mengiritasi kulit bayi menjadi lebih parah jika tak digunakan dengan benar.

Selain itu, dikutip dari HealthLine, hindari penggunaan produk yang sangat harum, termasuk produk pelembut kain. Hypoallergenic dan bebas pewangi tidak menyebabkan iritasi pada banyak bayi. Celana karet atau ketat yang juga bisa menciptakan lingkungan yang lembap dan panas saat digunakan.

Tips mengganti popok

Saat bayi mengalami ruam popok, maka Bunda perlu dan wajib berhati-hati saat akan menggantinya dengan popok yang baru. Ini karena kulit si kecil yang sudah teriritasi harus mendapat perawatan dan perhatian yang ekstra agar tidak semakin parah.

Tindakan yang mesti dilakukan dalam penggantian popok tergantung pada jenis popok yang digunakan, Bunda. Untuk popok kain yang bisa dipakai berulang kali, bilas dengan bersih hingga 2-3 kali saat dicuci.

Pembilasan berulang bertujuan agar sabun yang menempel pada kain dapat dihilangkan seluruhnya. Ini juga sebagai upaya untuk menjaga kulit bayi yang sensitif dari deterjen atau produk pewangi.

Untuk popok sekali pakai dianggap lebih aman, Bunda. Karena sebagian besar dari jenis popok ini dapat membantu menjaga kulit bayi tetap kering selama pemakaian.

Berikut tips mengganti popok:

1. Cuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok.
2. Periksa popok bayi dan segera ganti setelah basah atau kotor.

Penting untuk sering mengganti popok bayi segera setelah Anda menyadarinya basah atau kotor. Ini untuk meminimalkan kontak dan iritasi yang menyebabkan ruam pada awalnya," ungkap Fischman.

3. Gunakan air biasa dan pembersih yang lembut.
4. Tepuk-tepuk halus area yang akan dibersihkan dengan lembut hingga bersih dan kering, jangan menggosoknya.
5. Jika menggunakan tisu, pilihlah tisu basah tanpa wewangian dan alkohol. Jika tidak, bisa gunakan waslap basah, bersih dan lembut.

"Menyeka dengan waslap yang hangat dan lembut atau tisu yang dibasahi sering kali tidak menimbulkan iritasi dibandingkan tisu kemasan, yang mungkin mengandung alkohol atau bahan iritan lainnya," tutur Fischman.

6. Pastikan area tersebut benar-benar bersih dan kering sebelum memakai popok baru.

Kapan harus menemui dokter?

Meskipun ruam popok pada kulit bayi terlihat menyakitkan, namun sebenarnya hanya menimbulkan ketidaknyamanan. Namun hal ini tentunya berbeda jika ruam sudah terinfeksi dan parah.

"Sebagian besar ruam popok tidak berbahaya, seperti halnya semua kondisi kulit pada anak kecil. Namun penting untuk mengetahui tanda-tanda ruam yang lebih serius," kata Fischman.

Jika merasa ruam pada bayi sudah tampak terinfeksi, maka Bunda harus menghubungi dokter agar si kecil dapat perawatan yang dibutuhkan. Agar tetap waspada, berikut gejala ruam popok terinfeksi yang perlu diketahui:

  • Kulit lecet di area popok
  • Bayi mengalami demam
  • Kulit kemerahan
  • Terjadi pembengkakan di daerah tersebut
  • Munculnya nanah atau cairan yang keluar dari area popok
  • Ruam tidak hilang meski sudah melakukan perawatan atau bahkan mulai memburuk

Bunda, ruam pada bayi juga bisa berkembang menjadi infeksi jamur atau jamur sekunder yang disebut kandidiasis, lho. Cirinya akan tampak merah cerah dan basah.

Terkadang infeksi ini juga bisa ditemukan di lipatan kulit dengan bintik-bintik ruam merah di luar area popok seperti perut atau paha. Infeksi ini dikenal sebagai lesi satelit.

Dokter atau perawat yang memeriksa mungkin akan meresepkan krim anti jamur jika menurut mereka bayi memang mengalami ruam popok akibat jamur. Selain itu, Bunda juga perlu konsultasi ke dokter jika si kecil menjadi sulit untuk dihibur atau tampak terus kesakitan karena ruam popok yang dialaminya.

Bunda, simak juga yuk tips ganti popok dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner biaya sekolahFoto: HaiBunda



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!