PARENTING
Parenting ala CEO Big Tech: Facebook, Google, Amazon, Mana yang Paling Efektif?
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Kamis, 08 Jan 2026 09:10 WIBSetiap orang tua pasti punya gaya parenting masing-masing. Semua itu tidak ada 'salah' atau 'benar', karena sejatinya Bunda dan Ayah yang paling tahu karakter hingga kebutuhan Si Kecil seperti apa.
Namun, Bunda pernah terpikirkan tidak, bagaimana para CEO hebat mengasuh anak-anak mereka di tengah kesibukannya? Di balik rutinitas yang padat, mereka tetap saja menjalani perannya sebagai orang tua seperti kebanyakan keluarga.
Belakangan ini, sosok para CEO di balik perusahaan teknologi kembali menarik perhatian. Bukan soal inovasi atau bisnisnya, Bunda, melainkan cara mereka menjalani perannya di dalam keluarga.
Selama ini, publik mungkin lebih mengenal CEO Big Technology lewat kesuksesannya dalam mengelola perusahaan. Namun saat pulang ke rumah, mereka tetap dihadapkan pada urusan sehari-harinya sebagai orang tua.
Meski bergelimang kesuksesan, para pemimpin ini juga harus menjawab pertanyaan dalam hal pengasuhan. Lantas, bagaimana ya gaya parenting ala para CEO hebat?
Parenting ala CEO Big Tech: Facebook, Google, Amazon
Dilansir dari laman Business Insider, berikut ini beberapa pernyataan dari para CEO di bidang teknologi tentang pendekatan mereka dalam mengasuh anak.
Parenting ala CEO Big Tech Facebook
Sebagai orang tua, CEO Big Technology Facebook, Mark Zuckerberg, dan istrinya, Priscilla Chan, menaruh perhatian besar pada hal-hal yang perlu dipelajari anak sejak dini. Bagi mereka, kemampuan berpikir dan nilai dalam hidup menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak.
"Hal terpenting adalah anak bisa belajar berpikir kritis dan mempelajari nilai-nilai dalam kehidupan sejak dini," jelas Zuckerberg.
Pandangan tersebut ternyata juga selaras dengan prinsip yang ia terapkan di dalam pekerjaannya. Menurutnya, proses belajar sejak dini akan membantu seseorang untuk berkembang lebih jauh, Bunda.
"Ini juga merupakan salah satu filosofi perekrutan yang saya miliki. Jika seseorang telah menunjukkan bahwa mereka mampu mendalami dan melakukan satu hal dengan sangat baik, maka mereka mungkin telah memperoleh pengalaman dalam mempelajari sesuatu dan membawanya ke tingkat yang sangat baik," ujar Zuckerberg.
Dalam kesempatan lain, Zuckerberg juga membagikan pengalamannya saat mendampingi sang putri menonton konser Taylor Swift. Ia memilih menyampaikan pesan kepada putrinya bahwa menjadi 'superstar' bukanlah sesuatu hal yang didapat dengan cara yang 'instan'.
Tak hanya soal cara berpikir saja, Zuckerberg dan sang istri juga membiasakan anak-anak mereka untuk hidup sederhana. Keduanya sepakat untuk tidak memanjakan anak meski memiliki segala kemudahan.
Bicara soal penggunaan teknologi, Zuckerberg juga menerapkan batasan yang cukup jelas, Bunda. Ia ingin anak-anaknya tetap aktif dan tidak terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar.
Selain itu, ia mengatakan bahwa anaknya diperbolehkan menggunakan panggilan video untuk berkomunikasi dengan keluarga. Namun, untuk menonton televisi atau menggunakan komputer dalam waktu yang lama, ia memilih bersikap lebih tegas.
Parenting ala CEO Big Tech Google
Sebagai CEO Google sekaligus orang tua dari dua anak, Sundar Pichai, tetap terlibat langsung dalam kegiatan belajar anak-anaknya di rumah. Sundar Pichai bahkan kerap mendampingi mereka saat mengerjakan pekerjaan rumah.
Dalam keseharian, Pichai tidak ragu menggunakan fitur 'Google Lens' untuk membantu anaknya mengerjakan PR. Namun, ia tetap memastikan penggunaannya sesuai dengan aturan yang berlaku di sekolah.
"Kami menggunakan Google Lens untuk mengerjakan PR. Saya tidak ingin membuatnya mendapat masalah, tetapi kelas mengizinkan hal itu," ujar Pichai.
"Tetapi, terkadang dia meminta bantuan saya untuk matematika. Terkadang saya malas dan berpura-pura berpikir, tetapi saya juga menggunakan Google Lens untuk mencari tahu jawabannya," lanjutnya.
Meski bekerja di perusahaan teknologi besar, Pichai tetap menerapkan batasan dalam penggunaan gadget untuk anak-anaknya. Ia menilai aturan ini penting supaya mereka tidak terlalu bergantung pada gadget sejak dini.
Parenting ala CEO Big Tech Amazon
CEO Big Technology Amazon, Jeff Bezos, dikenal memiliki pendekatan yang cukup berbeda dalam membesarkan anak-anaknya. Jeff Bezos cenderung memberi ruang bagi anak untuk belajar mandiri sejak usia dini, dengan pengawasan dari orang tua.
Ia menjelaskan bahwa anak-anaknya boleh menggunakan peralatan listrik sejak usia 7 atau 8 tahun, tentu dengan pengawasan langsung darinya. Pendekatan ini dikaitkannya dengan pandangan sang mantan istri, MacKenzie Scott, yang saat itu menyebut lebih baik anaknya belajar mandiri, daripada tumbuh tanpa memiliki kemampuan apa pun.
Pendekatan parenting mana yang dinilai paling efektif?
Setiap keluarga tentu memiliki cara masing-masing dalam mendidik anak. Karena itu, tidak ada satu pola asuh yang bisa dianggap 'paling benar' untuk semua kondisi, Bunda.
Namun, jika kita lihat dari berbagai pendekatan para CEO Big Tech, pola asuh yang menyeimbangkan nilai, kedisiplinan, dan kesiapan anak dalam menghadapi kehidupan modern dinilai cukup efektif.
Pendekatan seperti yang dilakukan oleh CEO Big Technology Facebook, Mark Zuckerberg, cenderung lebih relevan bagi banyak keluarga. Mereka tetap membatasi penggunaan teknologi sekaligus melibatkan anak dalam tanggung jawabnya sehari-hari.
Sementara itu, gaya parenting CEO Big Technology Google, Sundar Pichai, menonjol dalam hal pendampingan belajar dan penggunaan teknologi secara bijak. Adapun pendekatan dari CEO Big Technology Amazon, Jeff Bezos, yang lebih mendorong kemandirian anak sejak usia dini.
Pada akhirnya, parenting yang paling efektif ialah yang mampu menyesuaikan dengan karakter anak dan tahap tumbuh kembangnya. Bunda pun tidak harus meniru sepenuhnya, tetapi bisa mengambil cara yang paling sesuai untuk diterapkan di rumah.
Itulah penjelasan mengenai parenting ala CEO Big Technology, mulai dari Facebook, Google, hingga Amazon. Kalau Bunda lebih sesuai yang mana?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Minta Smartphone? Ini 2 Hal Penting yang Harus Bunda Siapkan Menurut Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Permainan Tradisional Seru, Ajak Anak Bermain Yuk Bunda!
5 Manfaat Bersepeda bagi Tumbuh Kembang Anak
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
Doa Penuntun Tidur Anak agar Jauh dari Mimpi Buruk dan Gelisah
TERPOPULER
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Ciri Kepribadian Orang Kreatif, Sering Punya Kebiasaan Ini
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Aturan Baru Komdigi
Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Apakah Paparan Produk Plastik Bisa Bikin Sulit Hamil? Simak Faktanya
Cara Membuat Roti Tawar Lembut dan Mengembang, Mudah untuk Pemula
Ciri Orang yang Punya Pengaruh Positif, Mampu Bikin Orang Lain Jadi Lebih Baik
Bahaya Kabut Asap untuk Kesehatan Anak, Lakukan Ini untuk Mencegah Risikonya
Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Aturan Baru Komdigi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Pashmina Silk Gampang Melorot? Ini Cara Styling yang Benar Biar Tetap Rapi
-
Beautynesia
Mengenal Agnes Varda, Sutradara Perempuan yang Mengubah Dunia Sinema
-
Female Daily
Dry Shampoo Bisa Gantikan Keramas? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ide Gaun Pengantin Unik Pila-Aulion, Rok Balon Berhias Bunga Warna-warni
-
Mommies Daily
Maxime Bouttier Ungkap Gaya Parenting yang Ingin Diterapkan pada Anak: “Lumayan Strict”