PARENTING
Dari Six Seven hingga Unc, Ini Bahasa Gaul Gen Alpha yang Sebaiknya Dilarang Ucapkan di 2026
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 10 Jan 2026 19:10 WIBKalau bicara soal anak-anak generasi Alpha memang enggak ada habisnya ya, Bunda. Tumbuh di era serba cepat, tingkah laku mereka kerap kali membuat orang tua geleng-geleng kepala.
Sepanjang tahun 2025, perubahan ini semakin terasa. Banyak hal berjalan begitu cepat, kadang yang anak ucapkan terasa tidak masuk akal, tapi justru itu yang kini akrab dengan keseharian mereka.
Cara anak berbicara dan memilih kata sering kali membuat orang tua, termasuk Bunda, harus berpikir dua kali untuk memahami maksudnya. Saat Bunda menanyakan cerita tentang sekolah, jawabannya memang terdengar menyenangkan, tetapi alur ceritanya cukup sulit untuk dipahami.
Bukan karena anak sengaja bikin orang tua bingung. Bahasa yang mereka pakai sudah menjadi bagian dari pergaulan sehari-harinya, Bunda.
Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita mulai perlu lebih peka terhadap hal ini. Sebab, ada kebiasaan berbahasa anak generasi Alpha yang sebaiknya tidak dibiarkan terus terbawa hingga tahun 2026.
Bahasa gaul Gen Alpha yang perlu dilarang ucapkan di 2026
Dikutip dari Parents, ada beberapa bahasa gaul generasi Alpha yang kerap digunakan dalam keseharian dan sebaiknya mulai dilarang diucapkan pada 2026. Simak, yuk.
1. Six seven
Istilah six seven mendadak sering terdengar di media sosial dan cepat ditiru oleh anak-anak. Mulai dari percakapan sehari-hari hingga meme, ungkapan ini menyebar dengan begitu cepat.
Awalnya, istilah ini muncul dari lagu Doot Doot (6 7) karya rapper asal Philadelphia, Skrilla, yang dirilis pada tahun 2024. Potongan lagu tersebut kemudian viral di TikTok dan YouTube Shorts karena pengulangan kata six seven.
Dalam penggunaan sehari-hari, six seven sering dipakai anak-anak sebagai respons yang singkat, yakni untuk menyatakan 'biasa saja' (so-so), 'mungkin', dan 'enggak penting'.
Namun jika kita telusuri lebih jauh, istilah ini sebenarnya tidak memiliki arti khusus, Bunda. Bahkan, penyebutan angka six seven secara bersamaan kerap memicu keributan di ruang publik.
Maka dari itu, sebaiknya Bunda mulai melarang penggunaannya pada anak agar tidak disalahartikan di tahun 2026.
2. Getting Sendy
Ungkapan getting sendy belakangan ini sering muncul di kalangan anak-anak generasi Alpha. Ungkapan ini biasanya terlihat saat mereka ingin menunjukkan keberanian atau aksi tanpa banyak berpikir.
Kata 'sendy' berasal dari ungkapan bahasa Inggris send it. Maknanya mengarah pada sikap berani mengambil tindakan dan melakukan sesuatu secara all out, seperti 'ayo gas pol' atau 'mulai nekat'.
Dalam penggunaan sehari-hari, getting sendy kerap dipakai untuk menggambarkan aksi nekat atau ekstrem. Ungkapan ini sering muncul dalam konteks tantangan, hal seru, atau tindakan konyol, misalnya main berbahaya.
Meski sekilas terdengar positif, ungkapan ini sering dipakai untuk saling memprovokasi melakukan hal berisiko. Karena alasan itu, lebih baik Bunda melarang penggunaan bahasa gaul ini supaya tidak dibiasakan oleh anak.
3. Start digging in your but* twin
Istilah start digging in your but* twin yang disingkat sebagai SDIYBT sempat ramai digunakan di kalangan Gen Alpha. Ungkapan ini bahkan sempat viral di TikTok sejak akhir tahun 2025.
Jika diterjemahkan, kalimat ini berarti 'Mulai menggali bokongmu, kembaran' dan memang terdengar aneh, Bunda. Namun dalam bahasa gaul, ungkapan tersebut tidak memiliki makna dan lebih sering dipakai sebagai lelucon yang absurd.
Kalimat ini kerap diucapkan untuk menegur teman yang sedang tidak fokus atau melamun. Dalam situasi tertentu, ungkapan ini juga muncul saat anak-anak sedang bermain gim atau bercanda, Bunda.
Tren ini berasal dari potongan meme serial SpongeBob SquarePants yang diedit ulang sehingga terdengar lucu dan tidak masuk akal. Meski dianggap tak berbahaya, bahasa gaul ini kerap bikin orang tua merasa bingung dan dianggap tak pantas diucapkan.
Maka itu, sebaiknya Bunda melarang penggunaannya agar anak tidak membiasakan bahasa ini di tahun 2026.
4. Unc
Kata unc tak jarang terdengar di percakapan anak-anak Gen Alpha. Ungkapan ini mulai populer pada tahun 2025 dan sering digunakan sebagai 'ejekan halus'.
Secara asal kata, unc merupakan singkatan dari uncle atau paman, Bunda. Namun dalam praktiknya, kata ini dipakai untuk menyebut orang yang dianggap sudah tua atau ketinggalan zaman.
Penggunaan unc sering diarahkan pada laki-laki dengan gaya hidup yang dinilai kuno. Biasanya, istilah ini dilekatkan pada gaya era 90-an yang dianggap tidak sesuai oleh anak-anak.
Meski sering dianggap bercanda, penggunaan istilah seperti ini dapat mengarah pada tindakan mengecilkan atau merundung seseorang berdasarkan usia mereka.
Jika dibiarkan, penggunaan ini bisa melenceng dari makna aslinya, Bunda. Selain itu, kebiasaan memakai bahasa gaul berlebihan juga dapat bikin anak kurang terbiasa menggunakan bahasa yang sopan.
5. Aura framing
Ungkapan aura framing atau yang lebih dikenal sebagai aura farming sempat ramai digunakan oleh anak-anak generasi Alpha. Tren bahasa gaul ini viral sejak pertengahan 2024 hingga 2025 dan kerap muncul di media sosial.
Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang terlalu berusaha terlihat keren. Dalam keseharian, anak-anak menggunakannya untuk menilai siapa yang dianggap punya 'aura' tinggi di lingkungannya.
Konsep ini diambil dari gim online, ketika pemain mengulang permainan tertentu demi naik level. Dalam konteks sosial, hal ini diartikan sebagai upaya mengumpulkan 'poin aura' supaya terlihat lebih keren.
Kalau terus diabaikan, pola pikir seperti ini bisa memberi tekanan pada anak, Bunda. Anak Gen Alpha juga merasa harus selalu tampil sempurna, sehingga Bunda perlu membatasi penggunaan ini di tahun 2026.
Nah, itulah beberapa bahasa gaul generasi Alpha yang perlu diperhatikan dan sebaiknya tidak dilarang di tahun 2026.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)