PARENTING
Kenapa Bayi Baru Lahir Tidak Langsung Menangis? Ketahui 7 Penyebabnya
Asri Ediyati | HaiBunda
Selasa, 20 Jan 2026 09:30 WIBTangisan pertama selalu menjadi momen paling membahagiakan bagi seorang ibu yang melahirkan. Ini juga meyakinkan dokter bahwa bayi telah memenuhi salah satu tanda terpenting untuk bertahan hidup.
Kenapa tangisan pertama bayi itu penting? Jadi, sepanjang kehamilan, bayi mendapatkan pasokan oksigen yang dibutuhkan langsung di dalam rahim melalui plasenta. Dalam perkembangan tubuh bayi, paru-paru adalah organ terakhir yang matang.
Lebih lanjut, dikutip dari laman Jewel Autism and Development Center, karena bayi sepenuhnya tertutup cairan amnion di dalam kantung, tidak ada gunanya menggunakan paru-paru untuk bernapas. Inilah sebabnya mengapa semua nutrisi dan pasokan oksigen mencapai tubuh langsung melalui tali pusar dan plasenta.
Terutama karena struktur biologis inilah, sebagian besar dokter akan menjepit plasenta bayi begitu ia lahir. Begitu tubuh bayi merasakan tidak ada pasokan oksigen dari sumber sebelumnya, ia akan mulai merangsang paru-paru untuk mulai berfungsi, dan ini terwujud dalam bentuk tangisan saat bayi benar-benar membutuhkan napas pertamanya.
Jika bayi tidak langsung menangis, apa kemungkinan penyebabnya? Dalam artikel ini akan dibahas beberapa penyebab bayi baru lahir tidak langsung menangis.
Penyebab bayi baru lahir tidak langsung menangis
Ada beberapa penyebab bayi baru lahir tidak langsung menangis. Berikut penyebabnya!
1. Cairan di paru-paru
Setelah lahir, beberapa bayi mungkin masih memiliki cairan di paru-parunya, terutama jika dilahirkan melalui operasi caesar. Selama persalinan normal, proses melewati jalan lahir membantu mengeluarkan cairan ini dari paru-paru. Dilansir Phillips Law Offices, pada operasi caesar, kompresi alami ini tidak terjadi, yang dapat menyebabkan kelebihan cairan di saluran pernapasan bayi.
Cairan tersebut dapat mempersulit bayi untuk bernapas pertama kali dan dapat menunda timbulnya tangisan. Para profesional medis mengatasi hal ini dengan merangsang bayi secara lembut, dan memastikan cairan tersebut dikeluarkan, tetapi tidak jarang bayi membutuhkan waktu lebih lama untuk menangis dalam situasi ini.
2. Bayi prematur
Bayi prematur, yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, seringkali memiliki paru-paru yang belum berkembang sempurna dan mungkin belum sepenuhnya siap untuk transisi bernapas di luar rahim. Ketidakmatangan ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menangis saat lahir, karena paru-paru mereka mungkin kesulitan berfungsi secara efektif sendiri.
Tanpa perkembangan yang terjadi pada minggu-minggu terakhir kehamilan, bayi-bayi ini mungkin kekurangan surfaktan yang cukup yakni zat yang membantu menjaga kantung udara kecil di paru-paru tetap terbuka.
3. Efek obat penghilang rasa sakit
Ketika seorang ibu menerima obat penghilang rasa sakit atau obat penenang yang kuat selama persalinan, obat-obatan ini dapat menembus plasenta dan memengaruhi bayi. Bayi baru lahir mungkin mengantuk, kurang responsif, atau memiliki tonus otot yang berkurang, yang dapat menunda tangisan pertamanya.
Bayi mungkin tampak mengantuk atau memiliki refleks yang lebih lambat karena obat tersebut untuk sementara menekan sistem saraf pusat. Penyedia layanan kesehatan memantau bayi dengan cermat dan dapat memberikan stimulasi atau dukungan lembut untuk mendorong pernapasan dan respons normal sampai efek obat hilang.
4. Komplikasi kelahiran
Selama persalinan, komplikasi seperti tali pusar melilit leher bayi, atau persalinan yang berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan pasokan oksigen pada bayi, suatu kondisi yang dikenal sebagai hipoksia. Ketika bayi mengalami hipoksia, kemampuan mereka untuk menangis segera setelah lahir dapat terganggu karena kekurangan oksigen dapat memengaruhi fungsi otak dan pernapasan mereka.
Situasi tersebut memerlukan intervensi medis segera untuk memastikan bayi menerima oksigen yang cukup, seringkali melibatkan teknik untuk membersihkan saluran napas, merangsang pernapasan, atau, dalam kasus yang parah, memberikan ventilasi bantu.
5. Tonus otot rendah atau hipotonia
Tonus otot rendah, juga dikenal sebagai hipotonia adalah kondisi di mana otot bayi kurang tegang dari biasanya. Hal ini dapat membuat bayi tampak lemas atau kurang responsif, dan mungkin menunda kemampuan mereka untuk menangis segera setelah lahir.
Hipotonia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi genetik, gangguan neurologis, atau komplikasi selama persalinan. Bayi dengan tonus otot rendah mungkin kesulitan dengan gerakan dan refleks, membuat mereka tampak kurang aktif dan berpotensi kurang mungkin untuk menangis segera.
6. Efek anestesi atau bius
Ketika anestesi umum digunakan selama persalinan caesar, terkadang dapat menunda respons bayi. Jenis anestesi ini memengaruhi seluruh tubuh, termasuk bayi, melalui plasenta. Akibatnya, bayi mungkin lahir dengan efek sisa dari anestesi, seperti rasa kantuk atau transisi yang lebih lambat menuju kesadaran. Mungkin butuh waktu sedikit lebih lama bagi bayi untuk mulai menangis.
7. Kondisi medis
Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi mungkin tidak menangis saat lahir karena kondisi bawaan yang memengaruhi kemampuan mereka untuk bernapas atau bersuara. Kondisi seperti cacat jantung bawaan, di mana struktur jantung tidak normal, dapat menghambat sirkulasi dan oksigenasi normal, sehingga menyulitkan bayi untuk menangis.
Kelainan paru-paru bawaan, seperti hernia diafragmatik bawaan, di mana terdapat lubang abnormal pada diafragma yang memungkinkan organ perut menekan ke dalam rongga dada, dapat mengganggu fungsi paru-paru.
Semoga informasi mengenai penyebab bayi baru lahir tidak langsung menangis ini dapat membantu ya, Bunda. Salah satu penyebabnya adalah pengaruh obat bius yang diberikan pada sang bunda sebelum operasi caesar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Tanda Biru di Badan Bayi Baru Lahir, Apakah Berbahaya?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak Tak Nangis saat Lahir, Ammar Zoni Sempat Panik dan Shock
Benarkah Bayi Kolik Sering Menangis Akibat Banyak Gas di Perut?
Pakai Gorden Blackout Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
5 Mitos & Fakta Tanda Lahir Bayi, Salah Satunya Bisa Tunjukkan Karakter
TERPOPULER
Tangis Dahlia Poland saat Ungkap Alasan Cerai hingga Jujur ke Anak Tinggal di Kos
Pembatasan Gadget di Sekolah DKI, HP Siswa Dikumpulkan Sebelum Jam Pelajaran Dimulai
Kota Ini Bakal Luncurkan Bantuan Tunai Rp25 Juta untuk Ibu Hamil Tanpa Syarat Pendapatan
Berat Badan Pernah Capai 270 Kg, Begini Kehidupan Peserta Program Diet Televisi Sekarang
Tahun 2026 Jangan Lupa: Periksa Kehamilan Wajib 8 Kali Menurut WHO
REKOMENDASI PRODUK
3 Tips Jaga Pencernaan Anak saat Bepergian
Tim HaiBundaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Lip Tint, Pas untuk Makeup Look Lembut
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomedasi Susu Program Hamil untuk Dukung Keberhasilan Promil
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
Review Eomma Head to Toe Happiness, Sampo & Sabun Mandi untuk Perawatan Bayi
Firli NabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lipstik Warna Muted, Ada Pilihan Bunda?
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
11 Tanda Anak Tumbuh dari Pola Asuh Orang Tua yang Hebat
Berat Badan Pernah Capai 270 Kg, Begini Kehidupan Peserta Program Diet Televisi Sekarang
Pembatasan Gadget di Sekolah DKI, HP Siswa Dikumpulkan Sebelum Jam Pelajaran Dimulai
Tahun 2026 Jangan Lupa: Periksa Kehamilan Wajib 8 Kali Menurut WHO
Cerita di Balik Pelukan Hangat Pangeran William, Pernah Dilakukan Mendiang Putri Diana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Sebut Orang Tua Toxic, Brooklyn Bongkar Sifat Asli Victoria Beckham
-
Beautynesia
Sering Ditolak? Coba 4 Kalimat Sederhana Ini agar Orang Lebih Mudah Setuju
-
Female Daily
Butuh Outer Baru? Ini Rekomendasi Brand Lokal yang Layak Dipunya!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ramalan Zodiak Cinta 20 Januari: Gemini Cinta Tak Mulus, Virgo Tetap Sabar
-
Mommies Daily
Berlari Lebih Lambat, Membangun Ruang Aman: Refleksi Mahasiswi S3 di Luar Negeri