HaiBunda

PARENTING

3 Ciri-ciri Campak pada Anak dan Cara Mengatasinya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 16 Jan 2026 13:20 WIB
Ilustrasi Ciri-ciri Campak pada Anak dan Cara Mengatasinya/Foto: Getty Images/South_agency
Jakarta -

Campak merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak dan tak jarang membuat orang tua cemas. Cegah kekhawatiran, ketahui ciri-ciri campak pada anak dan cara mengatasinya yang penting untuk diketahui.

Perlu kita ketahui bahwa virus penyebab campak mudah menyebar lewat udara atau benda yang terkontaminasi, Bunda. Untungnya, vaksin bisa membantu mencegah infeksi dan melindungi anak.

Menilik data dari World Health Organization (WHO) bahwa kasus campak dan rubella di Indonesia sempat menurun drastis dari 2013 hingga 2021. Sayangnya, jumlah kasus kembali meningkat pada tahun 2022.


Sementara itu, dikutip dari Mayo Clinic, kebanyakan anak yang terkena campak pulih dalam sekitar 10 hari. Mereka biasanya bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa efek jangka panjang.

Meski begitu, Bunda tetap harus waspada. Anak di bawah lima tahun atau dengan sistem kekebalan tubuh lemah berisiko mengalami komplikasi serius akibat campak.

Ciri-ciri campak pada anak

Campak memiliki berbagai ciri yang mudah dikenali, Bunda. Berikut penjelasannya seperti dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

7-14 hari setelah infeksi campak yang jadi ciri campak pertama muncul

Gejala campak biasanya muncul sekitar 7 sampai 14 hari setelah anak terkena virus. Pada tahap awal, anak mungkin terlihat demam tinggi dan terkadang bisa sampai lebih dari 40 derajat celcius.

Selain demam, anak juga bisa mengalami batuk yang terus-menerus dan pilek. Mata mereka sering merah dan berair karena konjungtivitis atau peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam.

Perubahan ini biasanya terlihat satu per satu, bukan sekaligus, Bunda. Maka dari itu, Bunda perlu perhatikan sejak awal supaya bisa cepat menenangkan anak dan memantau kondisinya.

2-3 hari setelah ciri-ciri campak pada anak muncul

Sekitar dua sampai tiga hari setelah gejala awal muncul, Bunda mungkin mulai melihat bintik-bintik putih kecil di dalam mulut anak. Bintik ini dikenal sebagai bintik Koplik dan menjadi salah satu tanda khas campak.

Munculnya bintik ini biasanya tidak sakit, tapi bisa membuat anak merasa kurang nyaman saat makan atau minum. Karena itu, Bunda harus memantau kondisi anak dan memastikan mereka tetap cukup cairan.

3-5 hari setelah gejala campak muncul

Kemudian, sekitar 3 sampai 5 hari setelah gejala awal, Bunda mungkin mulai melihat ruam campak pada anak. Biasanya, ruam ini muncul pertama kali di wajah, terutama di garis rambut, dan terlihat sebagai bintik-bintik merah datar.

Seiring waktu, ruam akan menyebar ke leher, badan, lengan, kaki, bahkan telapak kaki. Kadang, benjolan kecil yang menonjol ikut muncul di atas bintik-bintik merah tersebut. Bintik-bintik ini pun bisa menyatu saat menyebar ke seluruh tubuh.

Tahapan gejala campak pada anak

Setelah kita kenali ciri-cirinya, berikut ini adalah tahapan gejala campak pada anak. Simak penjelasannya yang dikutip dari National Health Service (NHS).

Tahap 1: Infeksi dan inkubasi

Tahap ini terjadi setelah anak terpapar virus dari orang yang sudah terinfeksi, Bunda. Pada fase ini, virus berkembang biak di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala sama sekali.

Biasanya, Bunda bisa memperhatikan gejala pertama muncul sekitar 10-14 hari setelah paparan. Anak masih terlihat sehat, meski virus sudah mulai aktif di dalam tubuhnya.

Tahap 2: Gejala awal

Pada tahap ini, anak biasanya mulai menunjukkan gejala mirip flu, Bunda, seperti hidung tersumbat, batuk, dan demam ringan. Beberapa hari kemudian, ruam campak mulai terlihat di kulitnya.

Selain itu, Bunda mungkin juga melihat bintik-bintik kecil muncul di dalam mulut anak. Tanda ini menjadi salah satu ciri khas campak yang bisa kita perhatikan sejak awal.

Gejala awal campak meliputi:

  • Suhu tinggi
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Bersin
  • Batuk
  • Mata merah, perih, dan berair

Tahap 3: Gejala ruam dan bintik

Beberapa hari setelah gejala awal, Bunda dapat melihat bintik-bintik putih kecil muncul di bagian dalam pipi dan di belakang bibir anak. Bintik-bintik ini biasanya bertahan beberapa hari sebelum ruam mulai muncul di kulit.

Ruam campak biasanya dimulai di wajah dan di belakang telinga, kemudian perlahan menyebar ke seluruh tubuh. Kadang, bintik-bintik ini menonjol dan bisa menyatu membentuk bercak-bercak merah atau cokelat.

Biasanya ruam tidak menimbulkan rasa gatal, tetapi bisa terlihat lebih jelas pada kulit yang putih dibandingkan dengan kulit cokelat.

Tahap 4: Pemulihan

Di tahap pemulihan, ruam mulai memudar secara bertahap, dimulai dari area yang pertama kali muncul. Warna ruam berubah menjadi kecokelatan dan kulit mulai mengelupas halus, atau yang biasa disebut dengan deskuamasi.

Demam anak biasanya mereda pada tahap ini, Bunda. Namun, batuk dan rasa lelah bisa bertahan lebih dari seminggu setelah ruam hilang.

Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh anak masih tetap lemah untuk beberapa waktu. Karena itu, anak perlu tetap dijaga supaya tidak mudah terkena infeksi lain selama masa pemulihan.

Penyebab campak pada anak

Dirangkum dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Virus ini sangat menular, sehingga anak-anak yang belum divaksin bisa lebih mudah terkena.

Penularan campak bisa terjadi melalui beberapa cara berikut ini:

  1. Percikan Saliva: Saat anak yang terinfeksi batuk atau bersin dapat menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain yang berada di dekatnya.
  2. Kontak langsung: Kontak langsung dengan cairan tubuh anak yang sakit juga bisa menjadi sumber penularan.
  3. Benda yang terkontaminasi: Virus campak bisa bertahan beberapa jam di permukaan benda, dan bayi atau balita yang menyentuh benda tersebut lalu memasukkan tangannya ke mulut atau hidung bisa ikut terinfeksi.

Cara mengobati ciri-ciri campak pada anak

Setelah kita kenali ciri dan penyebabnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengobati ciri-ciri campak dan mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Berikut penjelasan selengkapnya dirangkum dari National Health Service (NHS).

1. Istirahat yang cukup

Pastikan anak beristirahat dengan tenang dan cukup tidur agar tubuhnya punya energi untuk melawan virus. Selain itu, berikan banyak cairan seperti air putih, jus buah, atau sup hangat untuk cegah dehidrasi dan menjaga tubuh Si Kecil tetap segar.

2. Obat untuk anak yang tidak nyaman

Kalau anak merasa gelisah, rewel, atau demam, Bunda bisa memberi parasetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Jangan lupa selalu cek kemasan atau konsultasikan ke dokter agar obat aman dan efektif untuk anak, ya.

3. Membersihkan mata anak

Kalau ada kerak atau kotoran di mata anak, Bunda bisa membersihkannya perlahan dengan kapas yang direndam air mendidih dan sudah dingin. Cara ini aman untuk mata dan membantu anak tetap nyaman tanpa bikin iritasi.

4. Pakaian yang nyaman

Jangan memakaikan baju terlalu tebal atau menutupi anak dengan selimut berat saat demam, Bunda. Cukup pastikan suhu ruangan nyaman dan anak tidak kedinginan agar tubuhnya bisa lebih mudah menyesuaikan diri.

5. Gunakan pelembap udara

Apabila diperlukan, Bunda bisa gunakan pelembap udara, terutama di ruangan ber-AC. Cara ini bisa membantu mengurangi hidung tersumbat dan sakit tenggorokan pada anak.

Kapan perlu ke dokter?

Bunda, sebaiknya segera ke dokter ya jika anak diduga terkena campak. Ini penting supaya diagnosis dan penanganannya dapat cepat dilakukan.

Anak di bawah satu tahun yang pernah kontak dengan penderita campak, atau orang dewasa yang hamil atau punya daya tahan tubuh lemah, sebaiknya langsung diperiksa ke dokter. Risiko komplikasi pada kelompok ini lebih tinggi, jadi jangan ditunda, ya.

Selain itu, bila anak mengalami demam tinggi yang tidak turun meski sudah minum obat, kesulitan bernapas, atau bayi menolak menyusu, segera hubungi petugas medis.

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri campak pada anak sekaligus cara mengatasinya. Semoga informasi ini membantu menjaga anak untuk tetap sehat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bunda Wajib Tahu, Penyebab Pusar Bayi Menonjol Keluar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Tanda Anak Alami Child Grooming, Modus Pelecehan yang Jarang Disadari

Parenting Nadhifa Fitrina

Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Sering Diucapkan Pendengar Baik

Mom's Life Ajeng Pratiwi & Muhammad Prima Fadhilah

7 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bantu Menurunkan Tekanan Darah

Mom's Life Azhar Hanifah

3 Ciri-ciri Campak pada Anak dan Cara Mengatasinya

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Potret Via Vallen Pamer Baby Bump Kehamilan Kedua Kedua saat Liburan di Jepang

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

10 Cerita Dongeng yang Mengajarkan Anak Berbuat Baik, Bisa Dibacakan Sebelum Tidur

Surat Maryam Ayat 1-11 untuk Program Hamil: Arab, Latin, Arti, Keutamaan & Manfaatnya

9 Tanda Anak Alami Child Grooming, Modus Pelecehan yang Jarang Disadari

Menurut Psikolog, Ini 5 Kalimat Sering Diucapkan Pendengar Baik

7 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Bantu Menurunkan Tekanan Darah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK